Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Dinsos Mataram Bergerak! Warga Terindikasi Judol Diberi Kesempatan Ajukan Sanggahan

📅 Sabtu, 03 Okt 2026, 18:14 WIB | Oleh:
Dinsos Mataram Bergerak! Warga Terindikasi Judol Diberi Kesempatan Ajukan Sanggahan Doc: Antara foto
Ket. Arsip - Kepala Dinas Sosial Kota Mataram Muzakkir Walad (kanan) menunjukkan aplikasi sanggahan desil perlindungan sosial (perlinsos) pada 23 Juli 2026.

MATARAM - Dinas Sosial Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat, menerapkan strategi "jemput bola" hingga ke tingkat kelurahan dan lingkungan untuk menyelesaikan persoalan sekitar 4.800 warga penerima bantuan sosial (bansos) yang terindikasi terlibat aktivitas judi online (judol).

"​Langkah itu kami lakukan berkolaborasi dengan ketua forum kepala lingkungan setempat agar pendataan dan penanganan warga yang terdampak judol dapat segera dituntaskan," kata ​Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kota Mataram Muzakkir Walad, di Mataram, Sabtu.

Layanan "jemput bola" itu diberikan karena sebagian warga merasa malu untuk datang sendiri ke kantor dan ada juga yang memang tidak tahu sehingga harus dilakukan verifikasi langsung.

"Targetnya seluruh data warga yang terindikasi judol bisa selesai diverifikasi dengan jujur agar bantuan sosial benar-benar diterima oleh warga yang membutuhkan dan bersih dari praktik perjudian," ujarnya.

Menurut dia, warga yang bantuan sosialnya ditangguhkan atau dikeluarkan karena terindikasi judol masih memiliki kesempatan melalui pengampunan yang disediakan dalam sistem.

Untuk menangani masalah tersebut, pihaknya memberikan layanan "jemput bola" bersama ketua forum kepala lingkungan dengan mendatangi dan menyelesaikan masalah warga yang namanya tercatat.

"Ada mekanisme pengampunan melalui form data tunggal sosial dan ekonomi nasional (DTSEN), baik dengan berita acara maupun surat pernyataan," katanya.

Menurutnya, terdapat dua skema penyelesaian bagi penerima manfaat yang terindikasi perjudian online yakni membuat berita acara bagi warga yang tidak terlibat.

Skema itu diperuntukkan bagi warga terutama lansia atau warga awam teknologi yang namanya atau datanya dipinjam atau disalahgunakan oleh pihak lain.

Melalui berita acara yang menyatakan warga bersangkutan sama sekali tidak pernah terlibat, mengetahui, atau membiarkan praktik judol, hak bansos warga tersebut akan dipulihkan kembali pada bulan berikutnya.

Skema kedua dengan membuat surat pernyataan bagi warga yang mengakui dan bertobat. Artinya, bagi warga yang mengakui sempat terlibat, diharuskan membuat surat pernyataan tidak akan mengulangi perbuatannya.

"Selain itu, mereka wajib menonaktifkan akun e-wallet atau aplikasi yang digunakan untuk transaksi judi online. Bukti pembekuan akun tersebut wajib dilampirkan dalam bentuk layar tangkap (screenshot)," katanya.

Akan tetapi, kata dia, dalam pelaksanaannya Dinsos Mataram menemukan sejumlah kendala teknis di lapangan, seperti nomor telepon warga yang sudah tidak aktif saat dibutuhkan kode OTP untuk pembekuan akun.

"Mengenai hal itu, kami tengah berkoordinasi dan meminta pertimbangan ke pemerintah pusat untuk mempermudah proses eliminasi," katanya.

Sementara terkait indikasi keterlibatan Aparatur Sipil Negara (ASN) atau PPPK yang bansosnya disetop karena judol, Muzakkir mengatakan ranah evaluasi kinerja dan tindakan disiplin pegawai berada di BKPSDM melalui data PPATK.

"Namun untuk pendamping sosial, kami telah menyelesaikan dan memverifikasi dua oknum yang terindikasi," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar

PBB akan Alokasikan Dana untuk 12 Krisis Kemanusiaan

19 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Luar Negeri
PBB akan Alokasikan Dana un...
Luar Negeri
Korsel Usulkan Dialog denga...
Luar Negeri
PBB Serukan Negara-negara T...

Wabah Ebola Tewaskan Lebih dari 4.000 Warga di Kongo

42 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Luar Negeri
Wabah Ebola Tewaskan Lebih ...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.