Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Bulgaria Targetkan Tampung 4.000 Pekerja Migran Indonesia pada 2027

📅 Selasa, 22 Sep 2026, 16:46 WIB | Oleh:
Bulgaria Targetkan Tampung 4.000 Pekerja Migran Indonesia pada 2027 Doc: AFP/Nikolay DOYCHINOV

JAKARTA - Penempatan pekerja migran Indonesia (PMI) ke Bulgaria diperkirakan akan meningkat menjadi sekitar 4.000 pekerja pada 2027, kata Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Mukhtarudin.

"Jumlah pekerja migran Indonesia untuk Bulgaria pada 2027 akan ditambah dan diperkirakan menjadi 4.000 pekerja untuk sektor hospitality. Khususnya yang berasal dari Bali," katanya ketika ditemui usai menghadiri resepsi memperingati Hari Kemerdekaan ke-118 Bulgaria sekaligus 70 tahun hubungan diplomatik Indonesia-Bulgaria di Jakarta, Senin (21/9) malam.

Menurutnya, jumlah pekerja migran Indonesia yang ditempatkan ke Bulgaria tahun ini mencapai sekitar 1.000 orang.

Mukhtarudin mengatakan Bulgaria menjadi salah satu negara penempatan karena perlindungannya bagus, jaminan sosial jelas, gaji bagi PMI tinggi, dan negara tersebut aman dari konflik.

Seribuan anak muda Bali yang terpilih sudah menjalani pelatihan 6-12 bulan di bidang hospitality, sehingga dinilai sudah mampu memenuhi kualifikasi di negara Eropa Timur tersebut.

Usai Rapat Kerja dengan Komisi IX DPR di Gedung Parlemen, Jakarta, Kamis (17/9) Mukhtarudin mengatakan Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI) membidik perluasan penempatan pekerja migran di sejumlah negara di Asia dan Eropa seiring gejolak geopolitik global yang turut berdampak pada pertumbuhan ekonomi.

"Untuk 2026, itu kita (pilih) negara-negara yang geopolitiknya bagus. Maka, target kita seperti Taiwan, Hong Kong, Korea, kemudian Jepang, Malaysia. Turki yang Eropa," katanya.

Selain negara-negara tersebut, KP2MI juga membuka peluang penempatan ke sejumlah negara Eropa lainnya, seperti Bulgaria, Hungaria, Slovakia, Italia, dan Albania.

Menurutnya, sejumlah negara Eropa kini mulai membuka ruang bagi PMI meskipun kebutuhan tenaga kerja di masing-masing negara berbeda. Ant

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...
  • Pertamina dan Jababeka Berkolaborasi Menuju Kawasan Hijau dan Nol Emisi
    Melihat tren positif pemasangan infrastruktur panel surya yang ...
  • Kemenperin Pacu Industri Halal Tembus Pasar Global Lewat Halal Indo 2026
    Langkah mendorong penyerapan 60 persen vendor lokal di ...
  • Bukan Sekadar Ekspor, Industri Pangan Indonesia Kejar Posisi di Rantai Nilai Global
    Ulasan yang sangat komprehensif mengenai posisi manufaktur Indonesia ...
  • Industri Besar di Kaltim Didorong Wajib Serap 60 Persen Vendor dan UMKM Lokal.
    Langkah Komisi VII DPR RI dalam mendorong regulasi ...
Luar Negeri
KBRI Ungkap Puluhan WNI ber...

Mendulang emas di Sungai Mahakam

25 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Mendulang emas di Sungai Ma...

Produksi ikan kering di Maumere turun

25 menit yang lalu | Wahyu AP

Ekonomi
Produksi ikan kering di Mau...

Pameran benda seni jaranan di Trenggalek

30 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Pameran benda seni jaranan ...
Nasional
Bupati Pati nonaktif Sudewo...
Nasional
Kepala Bapanas: Pemerintah ...

Kejuaraan hadang tingkat pelajar

40 menit yang lalu | Wahyu AP

Rona
Kejuaraan hadang tingkat pe...
Daerah
Bantuan alsintan modern unt...
Advertisement
Kepala Bapanas: Pemerintah Tak Beri Ruang Bagi Mafia Beras

Kepala Bapanas: Pemerintah Tak Beri Ruang Bagi Mafia Beras

22 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.