Genjot Efisiensi, Produsen Pupuk Nasional Berhasil Pangkas Downtime hingga 20 Persen
📅 Rabu, 17 Jun 2026, 19:12 WIB | Oleh: Haryo BronoJAKARTA — Di tengah ketatnya persaingan industri dan tuntutan menjaga ketahanan pangan nasional, efisiensi operasional menjadi harga mati bagi perusahaan manufaktur. Langkah strategis ini pula yang diambil oleh PT Petrokimia Gresik.
Produsen pupuk terlengkap di Indonesia tersebut resmi menggandeng Schneider Electric untuk melakukan transformasi digital secara menyeluruh pada sistem operasional dan pengelolaan aset mereka.
Kolaborasi ini berfokus pada pemanfaatan platform EcoStruxure™ berbasis Internet of Things (IoT) dan analitik canggih milik Schneider Electric. Hasilnya pun konkret: Petrokimia Gresik mencatat penurunan waktu henti produksi (downtime) hingga 20% dan penghematan biaya pemeliharaan mencapai 10%.
Menjawab Tantangan Operasional Sektor Agroindustri
Sebagai tulang punggung agroindustri nasional, Petrokimia Gresik dihadapkan pada kompleksitas proses produksi yang tinggi. Gangguan listrik sekecil apa pun pada aset kritikal—seperti transformator (transformer)—dapat memicu downtime tidak terduga yang berdampak langsung pada kelancaran pasokan pupuk ke petani.
Sebaiknya Anda baca juga:
Untuk memitigasi risiko tersebut, Petrokimia Gresik mengadopsi sejumlah solusi digital terintegrasi dari Schneider Electric, di antaranya EcoStruxure™ Transformer Expert: Solusi berbasis IoT yang memberikan visibilitas real-time terhadap kondisi performa transformer. Dengan sensor dan analitik canggih, operator dapat mendeteksi potensi gangguan lebih awal sebelum kerusakan terjadi.
EcoStruxure™ Asset Advisor: Layanan pemantauan 24/7 dan diagnosis prediktif yang didukung perangkat keras modern seperti MCSeT, MV Drive, dan PLC M580 guna memastikan stabilitas pasokan listrik.
EcoStruxure™ Geo SCADA Expert: Sistem kontrol terpusat yang memantau proses produksi dan pengolahan material di berbagai lokasi fasilitas secara real-time, sekaligus mempercepat transisi perusahaan menuju era Industri 4.0 lewat konektivitas berbasis cloud.
Sebaiknya Anda baca juga:
Sinergi Elektrifikasi dan Otomasi demi Daya Saing Nasional
President Director Schneider Electric Indonesia & Timor Leste, Martin Setiawan, menegaskan bahwa integrasi antara elektrifikasi, otomasi, dan digitalisasi kini bukan lagi sekadar pilihan, melainkan fondasi utama bagi ketangguhan industri modern.
"Kemitraan dengan Petrokimia Gresik mencerminkan bagaimana teknologi dapat menjadi motor penggerak dalam memperkuat daya saing industri nasional. Kami berkomitmen mendukung industri membangun operasional yang tidak hanya efisien, tetapi juga tangguh dan berkelanjutan," ujar Martin dalam keterangan resminya di Jakarta, Rabu (17/6/2026).
Senada dengan hal tersebut, SVP Pemeliharaan Petrokimia Gresik, Iwan Febrianto, mengungkapkan bahwa digitalisasi ini telah mengubah paradigma perusahaan dalam mengelola aset dari yang semula bersifat reaktif menjadi preventif dan berbasis data (data-driven decision).
"Langkah ini tidak hanya memperkuat efisiensi dan keandalan produksi, tetapi juga menjadi bukti komitmen kami dalam menyediakan produk berkualitas bagi sektor pertanian nasional serta mendukung masa depan operasional yang lebih ramah lingkungan," tutur Iwan.
Melalui digitalisasi ini, Petrokimia Gresik tidak hanya berhasil mengamankan kontinuitas produksinya, tetapi juga menetapkan standar baru bagi industri pupuk dan bahan kimia di Indonesia dalam mengadopsi teknologi hijau yang berkelanjutan.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!