Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Memetri Kekayaan Khas Budaya agar Tak Diklaim Negara Tetangga Sangat Perlu

📅 Minggu, 14 Jun 2026, 07:52 WIB | Oleh: Tim Penulis

Di balik gemuruh kendang dan sorak penonton, ada sisi lain yang sering luput dari perhatian. Reog juga merupakan kekuatan ekonomi.

Setiap penyelenggaraan Grebeg Suro dan FNRP selalu menghadirkan efek berganda bagi masyarakat. Hotel terisi, rumah makan ramai, pusat oleh-oleh bergerak, perajin kostum memperoleh pesanan, pedagang kaki lima mendapatkan pembeli, hingga sektor transportasi menikmati peningkatan aktivitas.

Fenomena ini menunjukkan bahwa budaya bukan beban pembangunan, melainkan aset ekonomi yang bernilai tinggi. Di berbagai negara, ekonomi berbasis budaya menjadi salah satu sektor yang tumbuh paling cepat. Festival budaya tidak hanya menghasilkan keuntungan finansial, tetapi juga memperkuat citra daerah.

Masuknya FNRP ke dalam Karisma Event Nusantara (KEN) selama lima tahun berturut-turut menjadi bukti bahwa festival ini memiliki daya tarik nasional. Bahkan, partisipasi kelompok dari luar Jawa, seperti Palembang memperlihatkan jangkauan pengaruh Reog yang semakin luas.

Meski demikian, tantangan berikutnya adalah meningkatkan kualitas penyelenggaraan agar manfaat ekonominya semakin besar. Promosi digital harus diperkuat. Paket wisata budaya perlu dikembangkan secara lebih terintegrasi. Dokumentasi pertunjukan dapat dikemas menjadi konten kreatif yang menjangkau audiens global.

Selain itu, perlu dipikirkan bagaimana ekosistem ekonomi Reog dapat hidup sepanjang tahun, tidak hanya saat festival berlangsung. Sentra kerajinan, sekolah seni, pelatihan pelaku budaya, hingga pengembangan produk kreatif berbasis Reog dapat menjadi jalan keluar.

Pelestarian budaya akan jauh lebih kuat ketika para pelakunya memperoleh manfaat ekonomi yang layak. Sebab tradisi yang mampu memberi kehidupan akan lebih mudah bertahan dibanding tradisi yang hanya bergantung pada romantisme masa lalu.


Harapan bersama

Festival Nasional Reog Ponorogo XXXI bukan hanya tentang siapa yang menjadi juara. Lebih dari itu, festival ini menjadi cermin perjalanan sebuah budaya yang sedang mencari keseimbangan antara menjaga akar dan menjangkau masa depan.

Pengakuan UNESCO telah membuka pintu dunia bagi Reog. Namun, yang menentukan keberlanjutannya bukanlah sertifikat internasional, melainkan kerja kolektif masyarakat, pemerintah, lembaga pendidikan, komunitas budaya, dan generasi muda.

Ponorogo telah menunjukkan langkah yang menjanjikan melalui regenerasi pelaku seni, perluasan partisipasi daerah, serta penguatan festival sebagai agenda nasional. Tantangan berikutnya adalah memastikan Reog terus hidup bukan hanya di panggung festival, tetapi juga dalam keseharian masyarakat.

Sebab warisan budaya sejatinya bukan benda yang disimpan di lemari sejarah. Ia adalah nyala yang harus terus dijaga. Dan selama dadak merak masih menari di hadapan generasi baru, selama gamelan masih berdentang mengiringi langkah para penari muda, harapan itu akan tetap hidup dari Ponorogo untuk Indonesia.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
  • Sangat Memprihatinkan Rumah Dinas TNI untuk Judol, Pelaku Kini Ditahan
    oknum2 begini ini yg bikin citra loreng jadi ...
  • Bahlil Pasang Rem Industri Nikel, Smelter Setengah Jadi Bisa Dimoratorium
    Langkah moratorium smelter setengah jadi ini memang sudah ...

Pemkot Tangerang Percepat Bedah Rumah

28 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Megapolitan
Pemkot Tangerang Percepat B...
Megapolitan
Anggota DPRD DKI Minta Pena...
Advertisement
Trump Desak Zelensky Mundur di Tengah Serangan Russia yang Tewaskan 21 Orang

Trump Desak Zelensky Mundur di Tengah Serangan Russia yang Tewaskan 21 Orang

11 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.