Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kemarau Panjang, Wali Kota Mataram Imbau Warga Bijak Gunakan Air

📅 Sabtu, 08 Agu 2026, 10:45 WIB | Oleh: Tim Penulis
Kemarau Panjang, Wali Kota Mataram Imbau Warga Bijak Gunakan Air Doc: ANTARA
Ket. Sejumlah warga bersantai di pinggir Pantai Loang Baloq, Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat, menikmati suasana pantai didukung dengan ketinggian gelombang selama musim kemarau relatif normal. Minggu (6/7/2026)

MATARAM – Wali Kota Mataram, H Mohan Roliskana, mengimbau warga di wilayah setempat agar bijak dan berhemat menggunakan air selama musim kemarau yang diperkirakan berlangsung lebih lama.

"Masyarakat kami imbau untuk menggunakan air secara bijaksana, sesuai kebutuhan, dan hindari keborosan," katanya di Mataram, Nusa Tenggara Barat, Minggu (08/8).

Menurutnya, fenomena El Nino yang datang lebih awal dan diperkirakan berlangsung lebih lama berisiko menimbulkan kekeringan, serta dapat meningkatkan potensi kebakaran akibat cuaca panas dan kering.

Karena itu, masyarakat juga diminta untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran dengan menghindari aktivitas membakar sampah dan lahan untuk menghindari titik api yang memicu kebakaran.

Di sisi lain, warga juga diimbau untuk menghindari membuang puntung rokok sembarangan, memastikan instalasi listrik di rumah dalam kondisi aman, dan segera melapor ke petugas jika melihat tanda-tanda kebakaran dan kondisi darurat lainnya.

"Partisipasi masyarakat dalam hal ini sangat penting dan membantu pemerintah mengurangi dampak risiko yang ditimbulkan terhadap potensi bencana," katanya.

Lebih jauh wali kota juga mengingatkan kepada masyarakat di tengah perubahan cuaca yang tidak menentu agar tetap menjaga kesehatan, meningkatkan kepedulian terhadap kesehatan, perkuat kewaspadaan, dan semangat gotong royong dalam menjaga lingkungan di sekitar harus terus ditingkatkan.

"Dengan kebersamaan dan kedisiplinan, kita bisa menghadapi musim kemarau dengan lebih baik, sehingga Kota Mataram tetap aman, nyaman dan tangguh," katanya.

Sementara Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Mataram, Budi Wartono, sebelumnya mengatakan, pihaknya sudah mengambil langkah-langkah antisipasi terhadap dampak kemarau yang diprediksi berlangsung lebih lama.

Selain koordinasi dengan berbagai pihak terkait, seperti Dinas Sosial, Dinas Pertanian, Dinas Pemadam Kebakaran, PTAM Giri Menang, dan lainya, pihaknya juga menyiapkan logistik darurat seperti mobil tangki air untuk membantu warga yang kekurangan air.

"Alhamdulillah, sejauh ini masih aman terkendali. Tapi masyarakat harus tetap waspada terhadap kondisi lingkungan sekitar guna mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Kemenperin akan Gunakan Nilai Tambah untuk Ukur Kinerja Manufaktur
    Keberhasilan Indonesia menempati peringkat ke-12 dunia sekaligus memimpin ...
  • Kemenperin akan Arahkan Industri 2027 pada Hilirisasi dan Industri Hijau
    Prestasi Indonesia yang berhasil naik ke peringkat 12 ...
  • Pria tanpa identitas Tewas Tersengat Listrik saat Curi Kabel LRT
    Wajar sih kalau mati, justru aneh klo tidak ...
  • Meski Melambat, Industri Tetap Ekspansi! Kemenperin: Ini 2 Sektor Paling Moncer
    Meskipun data Indeks Kepercayaan Industri (IKI) Agustus 2026 ...
  • Kawasan Industri Tak Lagi Kompetitif, Investor Mulai Melirik Vietnam
    Meskipun banyak pabrik di Indonesia kini mulai beralih ...
Advertisement
kai-expo-detail-sidebar
Rona
Miley Cyrus Umumkan Album B...

Yura Yunita Rilis Lagu Terbaru “Pertiwi”

1.5 jam yang lalu | Ilham Sudrajat

Rona
Yura Yunita Rilis Lagu Terb...
Advertisement
Ratusan Petani Tebu Gelar Aksi Dekat Istana Negara, Tuntut Kenaikan HPP dan Hapus HET Gula

Ratusan Petani Tebu Gelar Aksi Dekat Istana Negara, Tuntut Kenaikan HPP dan Hapus HET Gula

02 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.