Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Saham SpaceX Meroket, Elon Musk Jadi Triliuner Pertama di Dunia

📅 Sabtu, 13 Jun 2026, 13:09 WIB | Oleh:

Musk pernah berhasil melakukan hal yang tampaknya mustahil sebelumnya.

Miliarder yang kini bergelar triliuner — setidaknya di atas kertas — ini awalnya memperoleh kekayaan dengan mendirikan dua perusahaan, Zip2 dan PayPal, yang menghasilkan sekitar 200 juta dolar AS saat dijual. Ia menggunakan uang itu untuk memulai SpaceX dan berinvestasi di Tesla, dan menentang segala rintangan dengan mendirikan perusahaan antariksa yang menemukan cara untuk menggunakan kembali roket dan perusahaan mobil yang membuat kendaraan listrik menjadi keren.

Musk telah mengumpulkan kekayaan dalam jumlah besar untuk dirinya sendiri, sebagian besar berupa saham yang belum ia cairkan atau hibah saham yang hanya akan ia terima jika Tesla atau SpaceX mencapai target kinerja yang ambisius.

Paket gaji terbarunya dari Tesla sangat besar sehingga bahkan menuai kritik dari Vatikan. Di Tesla, ia membuat para pemegang saham khawatir karena berselisih dengan regulator atau membagi perhatiannya antara beberapa perusahaan, dan tahun lalu dengan mengambil peran dalam pemerintahan Trump.

Namun, kenaikan harga saham telah menyembuhkan semua masalah: Sejak go public pada tahun 2010, Tesla telah memberikan pengembalian 20.000% kepada pemegang saham, atau lebih dari $1,2 triliun kekayaan investor.

SpaceX adalah perusahaan "megacap" pertama dari tiga perusahaan yang diperkirakan akan melakukan penawaran umum perdana (IPO) tahun ini, diikuti oleh Anthropic dan OpenAI. Nasdaq bahkan merevisi aturannya untuk memungkinkan SpaceX masuk ke dalam dana yang terkait dengan indeksnya dalam waktu 15 hari, yang berarti investor akan membeli saham pembuat roket tersebut jauh lebih cepat.

Tidak semua investor senang dengan kemungkinan SpaceX muncul dalam kepemilikan reksa dana indeks mereka.

Para pejabat dari dana pensiun untuk petugas pemadam kebakaran, guru, dan pekerja lainnya di California dan New York mengirim surat kepada SpaceX bulan lalu yang mengecam beberapa ketentuan dalam IPO-nya, termasuk arbitrase wajib atas klaim pemegang saham dan seberapa besar kekuasaan yang akan dimiliki Musk atas perusahaan tersebut.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
gaia musik festival

Kunjungan Menteri Pertahanan Tailan

26 menit yang lalu | Ones

Nasional
Kunjungan Menteri Pertahana...
Nasional
Ekonomi Dinilai Sulit Tumbu...
Nasional
Perkuat Aksi Dini untuk Ant...
Luar Negeri
Trump Desak Raksasa Minyak ...

Min Aung Hlaing akan Kunjungi Tailan

1 jam lalu | Deri Henriawan

Luar Negeri
Min Aung Hlaing akan Kunjun...
MILITER

Tokyo Ingin Tingkatkan Kekuatan Militer

1.5 jam yang lalu | Deri Henriawan

Luar Negeri
Tokyo Ingin Tingkatkan Keku...

Krisis di FIFA Kian Memanas, Posisi Gianni Infantino Terancam Usai Gagal Jual Hak Komersial Piala Dunia

Krisis di FIFA Kian Memanas, Posisi Gianni Infantino Terancam Usai Gagal Jual Hak Komersial Piala Dunia

05 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.