Saham SpaceX Meroket, Elon Musk Jadi Triliuner Pertama di Dunia
📅 Sabtu, 13 Jun 2026, 13:09 WIB | Oleh: Lili LestariNEW YORK — Elon Musk menjadi triliuner pertama di dunia setelah saham perusahaan roketnya, SpaceX, melonjak dalam penawaran umum perdana (IPO) saham terbesar di Wall Street.
Associated Press melaporkan, saham SpaceX meroket lebih dari 19% setelah dibuka untuk perdagangan pada hari Jumat (12/6), sebuah tanda bahwa investor mengabaikan kerugian miliar dollar yang dialami perusahaan dan malah bertaruh bahwa investasi besar-besaran perusahaan satelit, pusat data orbital, dan kecerdasan buatan akan membuahkan hasil di masa depan.
SpaceX dibuka sekitar tengah hari dengan harga $150 per saham, kemudian naik menjadi sekitar $168, sebelum akhirnya ditutup sedikit di bawah $161. Harga tersebut memberikan perusahaan nilai pasar sebesar $2,1 triliun, menjadikannya perusahaan publik AS terbesar keenam — bahkan lebih besar daripada bisnis besar lainnya milik pendiri dan CEO-nya, yaitu produsen kendaraan listrik Tesla.
Menurut Forbes, kekayaan Musk kini diperkirakan mencapai 1,1 triliun dollar AS berkat kepemilikannya di SpaceX dan Tesla, di mana ia juga menjabat sebagai CEO.
Mengapa SpaceX Melakukan IPO Sekarang?
Sebaiknya Anda baca juga:
Musk mengatakan SpaceX, yang didirikan pada tahun 2002, melakukan penawaran saham perdana (IPO) sekarang karena membutuhkan uang untuk mendanai ambisinya menempatkan satelit dan pusat data di luar angkasa dan pada akhirnya mendirikan koloni manusia di Mars.
Ia menandai pembukaan perdagangan di Nasdaq dengan bergabung dalam upacara pembunyian lonceng dari Starbase, markas SpaceX di Texas Selatan.
Dia menegaskan kembali tujuan mulianya, yaitu "untuk menjadikan kehidupan multiplanet."
Sebaiknya Anda baca juga:
“Siapa pun Anda yang menonton ini, SpaceX ingin dapat membawa Anda ke Bulan, membawa Anda ke Mars, dan pada akhirnya lebih jauh lagi.”
Dikenal karena terobosan teknologinya, serta klaim yang berani dan tenggat waktu yang terlewat, Musk mampu membangkitkan antusiasme untuk IPO. Perusahaan yang melakukan penawaran umum perdana (IPO) biasanya mengalami lonjakan 7% pada hari pertama perdagangan, dari tahun 1980 hingga 2025, menurut Jay Ritter, seorang profesor di Warrington College of Business, Universitas Florida.
Baik investor institusional maupun ritel langsung memanfaatkan kesempatan untuk membeli sebagian saham perusahaan tersebut dengan harga $135 per saham sebelum perdagangan dimulai. Pendapatan sebesar $75 miliar yang berhasil diraih SpaceX dengan mudah melampaui rekor IPO sebelumnya dari raksasa minyak Saudi Aramco pada tahun 2019.
Selain membangun koloni Mars untuk satu juta orang, perusahaan ini berjanji AKakan menyelamatkan umat manusia dengan membangun pos terdepan lainnya di luar angkasa, meluncurkan pusat data sebesar lapangan sepak bola ke orbit, dan mengungguli para pesaingnya, Anthropic dan OpenAI, dalam perlombaan menghasilkan uang dari kecerdasan buatan.
Untuk mencapai tujuannya, SpaceX membutuhkan miliaran dollar lebih banyak daripada pendapatan yang saat ini diperoleh dari bisnis roket dan satelitnya. Antara awal tahun 2025 dan 31 Maret 2026, perusahaan yang secara resmi dikenal sebagai Space Exploration Technologies Corp., mengalami kerugian sebesar $8,7 miliar.
Bagaimana Musk Mengumpulkan Kekayaannya
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!