Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Polda Papua Akan Sikat Oknum yang Menimbun Minyak Goreng Bersubsidi

📅 Jumat, 12 Jun 2026, 06:35 WIB | Oleh:
Polda Papua Akan Sikat Oknum yang Menimbun Minyak Goreng Bersubsidi Doc: ant
Ket. minyak mahal

JAYAPURA – Di tengah situasi sulit sekarang jika ada oknum yang menimbun barang dagangan seperti minyak goreng bersubsidi akan disikat. Satuan Tugas Pangan Polda Papua minta pedagang tidak menimbun dan menaikkan harga minyak goreng khususnya yang bersubsidi hingga menyebabkan kelangkaan.

Tim Satgas Pangan Polda Papua melakukan pemantauan untuk memastikan ketersediaan minyak goreng khususnya yang bersubsidi yakni merk MinyaKita.

"Monitoring dilakukan untuk memastikan ketersediaan komoditi tersebut sekaligus memantau harganya," kata Kasatgas Pangan Polda Papua Kombes Rama Samtama Putra di Jayapura, Kamis.

Imbauan kepada pedagang agar tidak menyimpan barang dilakukan guna mengantisipasi hal tersebut.

Dari hasil pemantauan terungkap persediaan minyak goreng khususnya yang bersubsidi aman dengan harga jual bervariasi.

Untuk pedagang yang bekerjasama dengan Bulog harga jualnya sesuai harga eceran tertinggi (HET) yakni Rp 15.700 per liter namun di luar itu bervariasi hingga Rp 20.000 per liter.

Sementara persediaan minyak goreng merk MinyaKita khususnya di Jayapura aman, karena Bulog sudah memasok 90.000 liter.

"MinyaKita sebanyak lima kontainer sudah tiba di Jayapura sehingga persediaan aman," kata Rama yang juga menjabat Dirkrimsus Polda Papua.

Fatimah, salah seorang ibu rumah tangga yang dijumpai sedang berbelanja di Pasar Hamadi mengatakan tidak semua pedagang menjual minyak goreng merk MinyaKita sesuai HET karena sebagian besar menjual dengan harga Rp 20.000 per liter hingga Rp 22.000 per liter.

Ia menambahkan pedagang yang menjual sesuai HET melakukan pembatasan bagi setiap pembeli yakni hanya bisa mendapatkan dua liter minyak goreng, kata Fatimah yang mengaku bermukim di kawasan Argapura, Jayapura.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Daerah
Ekosistem UKM Makassar Teru...

Membaca Masalah Pangan di Masa Depan bagi Orang Asli Papua

19 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Membaca Masalah Pangan di M...

Hujan Ringan Bakal Guyur Sebagian Besar Wilayah Indonesia

26 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Nasional
Hujan Ringan Bakal Guyur Se...
Daerah
Ritel-ritel Modern Akhirnya...
Olahraga
Tomas Soucek
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Digitalisasi Masif! Kota Cirebon Kuasai Transaksi QRIS di Kawasan Ciayumajakuning

Digitalisasi Masif! Kota Cirebon Kuasai Transaksi QRIS di Kawasan Ciayumajakuning

11 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.