Jakarta International Marathon 2026: Simak Pembagian Kategori, Jadwal, dan Rute Lomba
📅 Jumat, 12 Jun 2026, 07:20 WIB | Oleh: Paundra ZakirullohJAKARTA - BTN Jakarta International Marathon (BTN JAKIM) 2026 mencatatkan partisipasi lebih dari 45.000 pelari, termasuk 1.012 peserta internasional dari 52 negara. Tingginya jumlah peserta tersebut menegaskan posisi BTN JAKIM sebagai salah satu ajang lari terbesar di Indonesia sekaligus memperkuat daya tarik Jakarta sebagai destinasi olahraga kelas dunia.
BTN JAKIM 2026 digelar selama dua hari pada 13-14 Juni 2026. Kategori 5 kilometer dan 10 kilometer berlangsung pada Sabtu (13/6), sedangkan kategori Half Marathon dan Marathon digelar pada Minggu (14/6).
Berdasarkan data penyelenggara, kategori Half Marathon menjadi nomor yang paling diminati dengan jumlah peserta mencapai 16.400 pelari. Kategori 10K diikuti 15.000 peserta, Marathon 8.600 peserta, serta kategori 5K sebanyak 5.500 peserta.
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, mengatakan tingginya animo masyarakat menunjukkan BTN JAKIM telah berkembang menjadi salah satu agenda olahraga yang paling dinantikan setiap tahun. Menurutnya, seluruh slot peserta tahun ini habis dalam waktu relatif singkat.
"Tahun lalu saya memang secara bercanda mentargetkan 45 ribu, dan Alhamdulillah dalam waktu singkat terjual semua. Bahkan masih ada orang yang pengen ngantri untuk mendapatkan slotnya. Jadi ini menunjukkan antusiasme yang luar biasa," ujar Pramono usai meninjau Race Expo BTN JAKIM 2026.
Sebaiknya Anda baca juga:
Partisipasi internasional juga mengalami peningkatan signifikan. Sebanyak 1.012 pelari dari 52 negara tercatat mengikuti BTN JAKIM tahun ini, dengan tiga negara penyumbang peserta terbanyak yakni Malaysia sebanyak 407 pelari, Singapura 133 pelari, dan Korea Selatan 54 pelari.
Menurut Pramono, meningkatnya jumlah peserta asing menjadi indikator bahwa Jakarta mulai mendapatkan perhatian sebagai tujuan utama penyelenggaraan marathon di kawasan Asia. Fenomena tersebut dinilai berbeda dibandingkan beberapa tahun lalu ketika banyak pelari Indonesia memilih mengikuti ajang marathon di luar negeri.
"Dulu orang kita berlomba-lomba ikut maraton di Singapura. Sekarang orang Singapura, Malaysia berlomba-lomba ikut maraton di Jakarta," katanya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Dari sisi peserta domestik, DKI Jakarta menjadi daerah dengan jumlah peserta terbesar mencapai 14.750 pelari. Posisi berikutnya ditempati Jawa Barat dengan 12.030 peserta dan Banten sebanyak 5.340 peserta.
Direktur Utama BTN mengatakan pertumbuhan jumlah peserta yang terus meningkat menjadi dorongan bagi penyelenggara untuk terus meningkatkan kualitas pelaksanaan event. BTN juga menargetkan peningkatan jumlah peserta internasional pada penyelenggaraan tahun mendatang.
"Respons masyarakat Jakarta dan masyarakat seluruh Indonesia serta pelari internasional juga datang. Kita pengen tahun depan lebih dari dua ribu pelari internasional. Pak Gubernur titip KPI buat saya tahun depan harus 50 ribu peserta lari. Kita kerja keras," ujarnya.
Untuk mendukung kelancaran lomba, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah menyiapkan berbagai rekayasa lalu lintas di sejumlah ruas jalan utama yang menjadi bagian dari lintasan BTN JAKIM 2026. Kawasan Sudirman, Thamrin, Rasuna Said, serta sejumlah ruas jalan lainnya akan disterilkan selama perlombaan berlangsung.
Pramono menegaskan kebijakan tersebut dilakukan demi memberikan pengalaman berlari yang aman dan nyaman bagi seluruh peserta. Karena itu, pelaksanaan Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB) atau Car Free Day pada akhir pekan penyelenggaraan juga ditiadakan.
"Kami sudah memutuskan hari Sabtu dan Minggu tidak ada Car Free Day karena memang semua jalur akan disterilkan supaya para pelari bisa menikmati lari dengan nikmat," tuturnya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!