Revolusi Flamingo Guncang Albania
📅 Selasa, 09 Jun 2026, 18:53 WIB | Oleh: Deri HenriawanJAKARTA - Awalnya apa yang disebut oleh sejumlah kalangan sebagai Revolusi Flamingo adalah protes kecil sebagian warga kota kecil Zvernec dan daerah sekitar Pishe Poro-Narte, serta para aktivis lingkungan, di Albania.
Mereka menentang pembangunan tempat wisata mewah di kawasan cagar alam yang berada di dalam wilayah mereka, tepatnya di Pulau Sazan, yang merupakan bekas pangkalan militer dan berada di Laut Adriatik.
Mengingat alamnya yang indah alami dan dengan laguna yang menjadi tempat berlindung burung-burung endemik seperti flamingo, kawasan ini diberi predikat Suaka Alam.
Tapi rupanya status itu tak menggoyahkan pendirian pemerintah Albania pimpinan Perdana Menteri Edi Rama untuk tetap melanjutkan pembangunan resort mewah itu.
Lalu muncul satu peristiwa ketika saat protes pembangunan resort mewah itu, ada warga yang diseret oleh penjaga proyek. Polisi yang mengawasi unjuk rasa itu juga tak berbuat apa-apa dalam melindungi warganya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Kejadian itu lalu viral ke seantero Albania. Rakyat pun marah.
Lalu, yang tadinya hanya unjuk rasa warga setempat, perlahan menjadi gerakan massa yang meluas secara nasional dan ibu kota Tirana menjadi pusat gerakan menentang proyek pariwisata itu.
Protes yang awalnya hanya prakarsa warga dalam melindungi keasrian dan kawasan suaka alam itu pun bertransformasi menjadi protes menentang cara penyelenggara negara mengelola tanah dan properti publik.
Massa tidak hanya melawan PM Edi Rama, tapi juga menentang pemimpin oposisi Albania, Sali Berisha, yang juga mantan presiden dan perdana menteri.
Massa mengkritik Partai Demokrat pimpinan Sali Berisha tidak memiliki pendirian jelas menyangkut proyek pariwisata di kawasan suaka alam itu.
Artinya, Revolusi Flamingo bukan cuma gerakan menentang pemerintah, tapi juga melawan kemapanan keseluruhan sistem politik di Albania dalam 35 tahun terakhir sejak rezim komunis ambruk pada 1992.
Mereka tidak sedang memprotes pemerintah atau partai apa pun, melainkan sistem penyelenggaraan negara secara keseluruhan di mana kepentingan oligarki dan modal asing saling terkait sehingga merugikan rakyat.
Sambil meneriakkan slogan "Albania tidak dijual", massa menuntut pembatalan proyek Zvernec, pengunduran diri Rama, dan mendesak pengakhiran kebijakan yang menguntungkan oligarki serta investor asing yang terkait dengan kekuasaan.
Tapi sebagian orang menyebut Revolusi Flamingo tidak cuma unjuk kemarahan dan reaksi rakyat Albania terhadap proyek pariwisata yang tidak transparan dan cengkeraman kuat oligarki, tapi juga sebagai gerakan mengoreksi model pengelolaan ekonomi negara yang serampangan menggusur tanah negara.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!