KKN Undana Bantu Kemandirian Desa di Ende Berbasis Agrowisata
📅 Kamis, 13 Agu 2026, 16:10 WIB | Oleh: SujarKUPANG -- Universitas Nusa Cendana (Undana) melalui program Kuliah Kerja Nyata (KKN) membantu kemandirian Desa Watunay, Kecamatan Golewa Barat, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT), dengan mengembangkan potensi hortikultura, agrowisata, dan budaya lokal.
Sub Koordinator Humas Undana Ollien Manggol di Kupang, Rabu, mengatakan KKN menjadi bagian dari komitmen perguruan tinggi dalam memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan potensi desa melalui pendampingan berbasis kebutuhan masyarakat.
"Pendampingan oleh mahasiswa di Desa Watunay diarahkan agar masyarakat mampu mengelola potensi lokal secara mandiri dan berkelanjutan," katanya.
Sebanyak sembilan mahasiswa KKN dari Kelompok 87 melaksanakan program selama 60 hari sejak 6 Juli hingga akhir Agustus 2026.
Program tersebut berfokus pada tiga potensi utama Desa Watunay yang berada di lereng Gunung Inerie, yakni pertanian dan hortikultura, bentang alam, serta tradisi adat masyarakat Ngada.
Sebaiknya Anda baca juga:
Pada sektor pertanian, mahasiswa mendampingi pengembangan komoditas kopi arabika dan cabai keriting yang menjadi salah satu potensi unggulan desa.
Untuk kopi, mahasiswa membantu membangun branding produk melalui pembuatan logo dan identitas visual Kopi Watunay guna memperkuat nilai jual, sekaligus mendukung pengembangan kawasan perkebunan terpadu dan agrowisata.
Sementara untuk cabai keriting, mahasiswa memberikan edukasi kepada masyarakat terkait penanganan hama dan penyakit antraknosa atau patek, mulai dari pengenalan gejala, sanitasi lahan, pengaturan jarak tanam hingga penggunaan fungisida sesuai dosis.
Mahasiswa juga mendorong pemasaran digital dengan mengoptimalkan media sosial dan laman desa untuk memperluas jangkauan pasar produk lokal, sehingga masyarakat tidak sepenuhnya bergantung pada tengkulak maupun pasar tradisional.
Perwakilan Mahasiswa KKN Undana Yuniarti Rismi Silvia Panie mengatakan seluruh program dirancang agar manfaatnya dapat terus dirasakan masyarakat setelah masa KKN berakhir.
“Kami berharap pengetahuan, media promosi digital, dan hasil pendampingan yang telah dirancang dapat dikelola secara mandiri oleh masyarakat, sehingga kemajuan Desa Watunay terus berlanjut secara konsisten bahkan setelah masa KKN berakhir,” ujarnya.
Pada sektor pariwisata, mahasiswa melakukan pemetaan awal terhadap Bukit Hendrik sebagai salah satu destinasi potensial agrowisata Desa Watunay.
Bukit tersebut menawarkan panorama Gunung Inerie dengan akses yang relatif mudah sehingga dinilai dapat menjadi daya tarik wisata sekaligus menggerakkan perekonomian masyarakat.
Selain potensi alam dan pertanian, mahasiswa turut mendorong pelestarian kearifan lokal masyarakat Watunay yang masih menjaga tradisi ritual syukuran Reba, Ka Sa’o, serta struktur kemasyarakatan berbasis rumah adat atau Sa’o.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!