Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Purwakarta Atasi Lahan Sawah yang Terancam Kekeringan dengan Pompa

📅 Kamis, 13 Agu 2026, 16:07 WIB | Oleh:
Purwakarta Atasi Lahan Sawah yang Terancam Kekeringan dengan Pompa Doc: ANTARA/Ali Khumaini
Ket. Ilustrasi - Areal sawah.

PURWAKARTA -- Dinas Pangan dan Pertanian Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, menyebutkan ratusan hektare areal persawahan, yang terancam kekeringan pada musim kemarau tahun ini, diatasi dengan bantuan pompa air.

"Ada sekitar 350 hektare areal sawah menjelang masa panen terdampak kemarau," kata Kepala UPTD Perlindungan Tanaman Dinas Pangan dan Pertanian Purwakarta, Wawan Hermawan saat dihubungi di Purwakarta, Jabar, Kamis.

Ia menyampaikan ratusan hektare sawah yang terancam kekeringan itu langsung diatasi dengan menurunkan bantuan pompa, hingga akhirnya bisa panen.

Menurut dia, areal sawah terdampak kemarau yang telah ditanami padi, termasuk areal sawah yang akan memasuki masa panen, maka penanganannya ialah dengan menurunkan bantuan pompa air ke petani atau kelompok tani.

Sedangkan, untuk areal sawah yang belum memasuki masa tanam dengan kondisi tidak ada sumber airnya, tidak ditanami padi.

Sebab, jika dipaksa untuk ditanami padi, maka akan menambah biaya produksi.

Areal sawah yang tidak ditanami padi sepanjang musim kemarau ini merupakan areal sawah tadah hujan, yang sumber airnya hanya mengandalkan dari air hujan.

Wawan menyampaikan seluas 350 hektare areal sawah yang terancam kekeringan pada musim kemarau tahun ini telah teratasi dengan bantuan pompa air.

Bahkan, kini telah dipanen, menghasilkan sekitar 5-6 ton gabah kering panen per hektare.

Capaian produksi yang mencapai 5-6 ton gabah kering panen per hektare itu merupakan produksi rata-rata yang biasa dihasilkan di wilayah Purwakarta.

Kepala Dinas Pangan dan Pertanian Purwakarta Hadyanto Purnama menyampaikan untuk mengantisipasi dampak kemarau tahun ini, pihaknya mengimbau agar dilakukan percepatan tanam padi serta menanam dengan menggunakan varietas yang tahan kekeringan.

Selain itu, pihaknya juga menyiapkan pompa,  memperbaiki saluran irigasi, meningkatkan peran penyuluh pertanian dalam mengedukasi ke para petani, dan melakukan monitoring dampak perubahan iklim.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
  • Mentan Bidik Investasi Besar, Industri Bioetanol Nasional Mulai Digenjot
    Langkah strategis dari pemerintah pusat, khususnya melalui jaminan ...
  • Kemenperin Perkuat Kemitraan IKM Singkong dan Industri Nasional
    Langkah Kemenperin mengintegrasikan IKM olahan singkong melalui Program ...
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...
Nasional
Silaturahmi Lintas Generasi...
Olahraga
Semoga Sinyal Baik, Adila/C...
Olahraga
Venus Williams Gandeng Jani...
Advertisement
Kelewat Batas Wajar! Kotak Lampu Lalu Lintas di Kota Bandung Dicuri, Walkot Farhan Murka

Kelewat Batas Wajar! Kotak Lampu Lalu Lintas di Kota Bandung Dicuri, Walkot Farhan Murka

29 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.