Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Mendag Budi Santoso Siapkan Kebijakan Baru Hadapi Produk Impor Pengganggu UMKM

6 Kamis, 13 Agu 2026, 16:16 WIB | Oleh: Tim Penulis
Mendag Budi Santoso Siapkan Kebijakan Baru Hadapi Produk Impor Pengganggu UMKM Mendag Budi Santoso Siapkan Kebijakan Baru Hadapi Produk Impor Pengganggu UMKM Doc: Antara
Ket. Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso memberikan keterangan kepada pers seusai Peluncuran Program Akselerasi Produk Lokal, di Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta, Kamis (13/8).

Jakarta - Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso mengaku telah berdiskusi dengan Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman untuk mengidentifikasi produk impor yang dinilai mengganggu daya saing UMKM di pasar domestik.

Budi mengatakan hasil identifikasi tersebut akan menjadi bahan pembahasan bersama kementerian teknis untuk menyusun kebijakan impor yang sesuai dengan kondisi masing-masing komoditas.

“Kemarin saya juga sudah sering diskusi dengan Pak Maman, kira-kira produk apa saja itu yang mengganggu UMKM. Produk-produk impor apa saja, ya nanti kita bikin kebijakan yang lebih bagus,” kata Budi di Jakarta, Kamis (13/8).

Menurut Budi, kebijakan impor tidak dapat diberlakukan secara seragam terhadap seluruh komoditas. Pemerintah membagi kebijakan impor menjadi barang yang dapat diimpor secara bebas, barang yang dilarang, serta barang yang pemasukannya diatur.

“Kalau impor kan ada tiga, tiga kebijakan ya. Kebijakannya, impor itu ada yang bebas, ya. Kemudian impor yang dilarang, ya. Dilarang itu berarti sama sekali tidak boleh diimpor, kemudian ada yang diatur,” ujarnya.

Ia mencontohkan pakaian jadi dan tekstil sebagai komoditas yang impornya diatur. Pemasukan produk tersebut harus memenuhi sejumlah persyaratan sesuai dengan ketentuan pemerintah.

Saat ini, kebijakan dan pengaturan impor tekstil dan produk tekstil (TPT) mengacu pada Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 17 Tahun 2025 tentang Kebijakan dan Pengaturan Impor Tekstil dan Produk Tekstil.

Budi menjelaskan pengaturan impor juga melibatkan kementerian teknis yang membidangi masing-masing komoditas. Hal tersebut diperlukan untuk mengetahui kebutuhan nasional, kapasitas produksi dalam negeri, serta kekurangan yang perlu dipenuhi melalui impor.

“Mereka yang lebih tahu bagaimana sih atau berapa sih kebutuhan nasionalnya, kemudian produksinya berapa, kekurangannya baru impor,” katanya.

Tekanan Produk Impor

Sebelumnya, Menteri UMKM Maman Abdurrahman pada Februari 2026 menilai persoalan pertumbuhan UMKM tidak lagi hanya berkaitan dengan akses pembiayaan, tetapi juga kondisi pasar domestik.

Realisasi Kredit Usaha Rakyat (KUR) sepanjang 2025 tercatat mencapai Rp270 triliun yang disalurkan kepada 4,58 juta debitur.

Dalam pembahasan tersebut, Maman menyoroti masuknya produk impor murah, termasuk yang masuk secara ilegal, yang dinilai menyulitkan produk UMKM untuk bersaing di pasar domestik.

Menurut dia, dukungan pembiayaan, pelatihan, dan fasilitasi produksi harus dibarengi dengan penguatan akses pasar agar produk UMKM dapat terserap dan berkembang.

Di sisi lain, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat nilai impor Indonesia pada Januari-Maret 2026 mencapai 61,30 miliar dolar AS atau sekitar Rp1.095,74 triliun.

Impor bahan baku dan penolong tercatat sebesar 43,17 miliar dolar AS, barang modal 12,98 miliar dolar AS, serta barang konsumsi sebesar 5,15 miliar dolar AS.

Dengan komposisi tersebut, bahan baku dan barang modal secara gabungan menyumbang sekitar 91,6 persen dari total nilai impor Indonesia pada periode Januari-Maret 2026. Sementara itu, barang konsumsi menyumbang sekitar 8,4 persen.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Angkatan Darat AS Berlatih Menggali Kuburan Massal untuk Skenario Perang dengan Banyak Korban
    Apa mungkin AS akan melakukan invasi darat ke ...
  • Satgas Penertiban Kawasan Hutan Selidiki Perusahaan AK, Jejak Hubungan dengan Oknum Aparat Didalami
    Ditanya siapa ak itu kq malah balik bertanya? ...
  • Andrea Bocelli Bikin Jakarta Terpukau! Konser Romanza Hadirkan Malam Penuh Keajaiban
    Salut banget dengan konser Andrea Bocelli sangat mengharumkan ...
  • Kapasitas Produksi Menganggur, Industri Didesak Bangkit
    Berita yang sangat melegakan bagi kita yang bergerak ...
  • Jakarta Timur Bersiap Jadi Magnet Investasi Baru, Kawasan 370 Hektare Ini Dilirik
    Tidak akan sukses. Catat ini. Ormas sm warlok ...
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Luar Negeri
Menara Eiffel Tutup karena ...

Pemerintah Segera Buka Rekrutmen CPNS 2026

40 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Nasional
Pemerintah Segera Buka Rekr...
Megapolitan
Cegah Produk Palsu, Pemprov...
Luar Negeri
Pemilu Sela Usai, AS-Kanada...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Kabar Baik! Pemerintah Buka CPNS November 2026, 139 Ribu Formasi Guru Menanti

Kabar Baik! Pemerintah Buka CPNS November 2026, 139 Ribu Formasi Guru Menanti

06 Nov 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.