Percepat Transisi Energi, EESA Summit 2026 Jadi Jembatan Kolaborasi RI-Tiongkok
📅 Selasa, 09 Jun 2026, 20:22 WIB | Oleh: Tim RedaksiSesi ini menjadi sangat penting mengingat pemerintah melalui Kementerian ESDM telah menargetkan pembangunan Listrik Desa (Lisdes) di 2.065 lokasi di berbagai wilayah Indonesia pada 2026. Sementara itu, Priambudi Pujihatma selaku VP Reliability & Asset Integrity Management PT Pertamina New and Renewable Energy membagikan pengalaman yang terjadi secara langsung di lapangan pada proyek microgrid di daerah kepulauan dan wilayah 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar), bersama Charlie selaku Managing Director PT Roche Energi Powerindo.
Sesi summit ditutup dengan pembahasan skema pendanaan berkelanjutan bertema “Project & Investment Roundtable from Pilot Projects to Scaled Deployment - Financing and Partnership Models in Indonesia”. Rene Duan selaku Secretary General EESA membagikan pengalaman Tiongkok dalam mengembangkan model pembiayaan proyek penyimpanan energi skala besar.
Kelayakan proyek dan manajemen risiko investasi dipaparkan oleh Rendra Firmansyah selaku VP Business Development Management PLN (Persero) beserta Jessica Rolindrawan selaku Direktur PT Alam Energy Renewables. Kesiapan proyek untuk memperoleh pendanaan internasional diulas oleh Woo Yong Lee selaku Investment Officer International Finance Corporation (IFC), serta Jassen selaku Regional Sales Director Asia Pacific Region Xi'an JDEnergy Co., Ltd. yang membahas struktur kemitraan yang ideal.
Rene Duan selaku Secretary General EESA menyampaikan apresiasinya atas kehadiran para regulator, praktisi, dan pelaku industri yang hadir dan berbagi wawasan dalam EESA Summit Indonesia kali ini.
Sebaiknya Anda baca juga:
“Indonesia memiliki potensi yang sangat besar dalam mengembangkan energi bersih. Melalui EESA Summit Indonesia ini, kami berkomitmen untuk terus menjadi jembatan kerja sama antara Tiongkok dan Indonesia sehingga dapat mewujudkan sistem energi masa depan yang andal dan ramah lingkungan,” ujar Rene.
Melalui sinergi yang tercipta dalam EESA Summit Indonesia 2026, kerja sama antara Indonesia dan Tiongkok diharapkan dapat menjadi salah satu penggerak bagi kemandirian energi nasional. Pemanfaatan teknologi penyimpanan energi dari Tiongkok diharapkan mampu menjadi solusi teknis sekaligus langkah strategis bersama dalam memperkuat infrastruktur pasokan listrik yang bersih, stabil, dan berkelanjutan di seluruh wilayah kepulauan Indonesia.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!