Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Petani Tak Lagi Bergantung pada Tengkulak, Ini Strategi Pemkot Batu

📅 Senin, 08 Jun 2026, 16:25 WIB | Oleh: Tim Penulis
Petani Tak Lagi Bergantung pada Tengkulak, Ini Strategi Pemkot Batu Doc: ANTARA FOTO/ARI BOWO SUCIPTO
Ket. Petani memanen sayuran pokcoy di wilayah penyangga hortikultura nasional di kawasan Kelurahan Sisir, Kota Batu, Jawa Timur.

MALANG – Konsep pertanian cerdas terintegrasi menawarkan pendekatan modern yang menggabungkan teknologi, data, dan pengelolaan sumber daya secara efisien untuk meningkatkan produktivitas sektor pertanian.

Melalui pemanfaatan sensor, sistem pemantauan digital, hingga integrasi hulu-hilir, petani dapat mengambil keputusan yang lebih tepat terkait pola tanam, penggunaan pupuk, dan pengelolaan air.

Pendekatan ini tidak hanya meningkatkan hasil produksi, tetapi juga menekan biaya operasional dan mengurangi risiko akibat perubahan iklim.

Dalam jangka panjang, pertanian cerdas terintegrasi berpotensi memperkuat ketahanan pangan sekaligus meningkatkan daya saing sektor pertanian nasional.

Pemerintah Kota (Pemkot) Batu, Jawa Timur menyatakan konsep pertanian cerdas terintegrasi atau smart integrated farming yang kini masih dirancang akan difokuskan memutus mata rantai tengkulak.

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Batu Hendry Suseno di Kota Batu, Senin (8/6), mengatakan, desain besar pertanian cerdas terintegrasi akan menyertakan kerja sama dengan lembaga profesional yang akan bertindak sebagai penyerap dan memasarkan langsung hasil panen petani ke pasar modern.

"Smart integrated farming ini berksinambungan mulai dari awal sampai akhir, di pemasaran nanti ada lembaga profesional yang sudah memiliki link ke pasar modern. Ini menjadi upaya memberantas tengkulak," kata Hendry.

Praktik tengkulak di lapangan dikatakannya memberikan kerugian bagi petani lantaran kerap kali membeli hasil panen dengan harga murah namun menjual ke pasar dengan harga mahal.

Pemkot Batu menekankan bahwa kesejahteraan petani menjadi poin utama di dalam konsep pertanian cerdas ini.

Dia menyampaikan bahwa pihak yang nantinya menjadi penyerap produk pertanian hasil panen petani akan diseleksi secara ketat oleh pemerintah daerah setempat.

"Sehingga produk pertanian yang dipasarkan oleh lembaga tersebut menyesuaikan dengan spesifikasi dan permintaan dari pasar modern," ujar dia.

Pada triwulan I 2026, petsai atau sawi merupakan komoditas dengan hasil panen paling tinggi yang mencapai 28.790,73 kuintal dan wortel mencapai 22.705,39 kuintal.

Selain itu, sektor pertanian di Kota Batu pada triwulan I 2026 mampu menghasilkan panen kentang sebanyak 21.427,56 kuintal, bawang daun 16.015,17 kuintal, kembang kol 15.554,52 kuintal, kubis 11.569,95 kuintal, dan bawang merah 6.391,30 kuintal.

Sedangkan, untuk produksi budidaya bunga hias terdiri dari 10.065,50 kuintal bunga mawar, 2.348,75 kuintal bunga krisan, dan 155,50 kuintal anggrek pot.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
Daerah
Pascagempa, Jam Belajar Sis...

Latihan Gabungan TNI dan ADF

1.5 jam yang lalu | Ones

Nasional
Latihan Gabungan TNI dan ADF
Nasional
Aksi Penyampaian Aspirasi B...
Advertisement
Seluruh Penumpang KMP Batumandi Berhasil Dievakuasi

Seluruh Penumpang KMP Batumandi Berhasil Dievakuasi

20 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.