Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Petani Gaza Garap Pertanian di Sisa Lahan Konflik

2 Minggu, 20 Sep 2026, 21:48 WIB | Oleh:
Petani Gaza Garap Pertanian di Sisa Lahan Konflik Petani Gaza Garap Pertanian di Sisa Lahan Konflik Doc: Xinhua

GAZA - Di sebidang lahan seluas tujuh dunam (0,7 hektare) di dekat "Garis Kuning", Mohammed Al-Dahdouh (55) tampak membungkuk di atas ladang kentang kecil. Lahan itu hanya sebagian kecil dari 40 dunam (4 hektare) lebih tanah yang pernah digarapnya.

Garis demarkasi militer yang ditetapkan berdasarkan kesepakatan gencatan senjata itu memisahkan wilayah tempat pasukan Israel dikerahkan dari wilayah lain di Jalur Gaza, sehingga setiap musim tanam menjadi sebuah pertaruhan.

Sejak perang meletus pada 7 Oktober 2023, lahan pertanian di Gaza telah menyusut drastis. Pasokan air, listrik, bahan bakar, dan sarana pertanian menjadi langka atau harganya melambung.

Namun, Al-Dahdouh, yang merupakan ayah dari enam anak, menolak untuk meninggalkan lahan garapannya.

Setiap gempuran artileri mendekat, dia akan pergi menyelamatkan diri, dan ketika serangan berhenti, dia pun kembali ke ladangnya.

Perjuangan Al-Dahdouh mencerminkan nasib para petani di seluruh wilayah kantong tersebut. Di Kota Beit Lahia, Gaza utara, Ibrahim Abu Samhadana, seorang petani berusia 42 tahun, menanam stroberi, zukini, dan terong sembari tinggal di dalam tenda di samping reruntuhan rumahnya.

Lahan seluas 22 dunam (2,2 hektare) milik keluarganya telah lenyap.

"Perang benar-benar telah menghancurkan sektor pertanian," kata Abu Samhadana. Meski demikian, dia tetap mengerjakan ladangnya.

"Saya bertekad untuk tetap bertani karena itulah mata pencaharian yang kami kenal sejak kecil," ujar petani yang juga ayah enam anak itu.

Di Gaza selatan, musim jambu biji, yang biasanya berlangsung dari September hingga Desember, menunjukkan situasi serupa.

Lahan milik Hani Al-Qudra di Khan Younis telah menyusut dari sekitar 1.350 dunam (135 hektare) sebelum perang menjadi sekitar 200 dunam (20 hektare), dan jumlah pekerjanya berkurang dari sekitar 100 orang menjadi 15 orang.

"Jambu biji merupakan salah satu tanaman terpenting di Jalur Gaza, baik penduduk maupun petani bergantung pada tanaman ini untuk kebutuhan pangan dan peluang kerja," kata Al-Qudr

Konsumen pun turut merasakan dampaknya. Di sebuah pasar di Khan Yunis, Ahmed Al-Najjar, seorang ayah tiga anak berusia 45 tahun, mengatakan jambu biji, yang dahulu merupakan buah musiman dengan harga terjangkau, kini tak lagi terjangkau bagi banyak keluarga.

"Saya sedih ketika anak-anak saya memintanya, dan saya tidak mampu membelinya," kata Al-Najjar.

Para pakar menggambarkan situasi yang suram. Spesialis pertanian Mohammed Abu Shamala mengatakan luas lahan budi daya jambu biji di Gaza telah menyusut dari sekitar 1.700 dunam (170 hektare) sebelum perang menjadi kurang dari 100 dunam (10 hektare).

Sementara itu, kerusakan lahan pertanian dan sistem irigasi, serta meningkatnya kadar garam air telah menurunkan kualitas hasil panen dan membatasi budi daya beberapa varietas.

Sebuah penilaian oleh Organisasi Pangan dan Pertanian (FAO) yang dirilis pada Agustus menemukan hanya sekitar 448 hektare, atau kira-kira 3 persen, dari lahan pertanian di Gaza yang kondisinya tetap dapat diakses dan tidak rusak.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Kapasitas Produksi Menganggur, Industri Didesak Bangkit
    Berita yang sangat melegakan bagi kita yang bergerak ...
  • Jakarta Timur Bersiap Jadi Magnet Investasi Baru, Kawasan 370 Hektare Ini Dilirik
    Tidak akan sukses. Catat ini. Ormas sm warlok ...
  • Industri Makanan dan Minuman Tumbuh 7,04 Persen, KRISTA InterFOOD 2026 Perluas Peluang Bisnis
    Pencapaian kinerja industri mamin yang impresif ini tentu ...
  • Ekspor Tembus 4,85 Miliar Dolar AS, UGM Dorong Teknologi Hijau Industri Kulit
    Ekspor kulit tembus 4,85 miliar dolar AS, UGM ...
  • GrabMart Catat Lonjakan Pesanan Dini Hari, Strategi Pemasaran Brand Perlu Berubah
    Banyak sekarang pekerja kantoran sampe rumah malam, lalu ...
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Luar Negeri
Dua Tahun Lalu Alvin Tedjo,...
Ekonomi
CELIOS: Perluasan Pajak Dig...
Luar Negeri
Warga Asli Minang Itu Menja...

The Weeknd Rilis Single “Hong Kong”

2 jam lalu | Ilham Sudrajat

Rona
The Weeknd Rilis Single “...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Warga Asli Minang Itu Menjadi Orang Nomor Satu di Kota Mississauda, Kanada   

Warga Asli Minang Itu Menjadi Orang Nomor Satu di Kota Mississauda, Kanada  

02 Nov 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.