Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pompanisasi Jangan Asal Jalan, Ekonom Dorong Pemetaan Sumber Air

📅 Senin, 14 Sep 2026, 23:55 WIB | Oleh: Tim Penulis
Pompanisasi Jangan Asal Jalan, Ekonom Dorong Pemetaan Sumber Air Doc: ANTARA/ Abdan Syakura
Ket. Petani mengoperasikan mesin pompa air untuk mengairi lahan pertanian yang mengering di Batujajar, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat.

JAKARTA – Pemetaan sumber air dan kondisi irigasi dinilai dapat mengoptimalkan pompanisasi untuk membantu menjaga produksi pertanian selama periode kemarau panjang.

Setiap daerah memiliki karakteristik sumber air dan sistem irigasi yang berbeda sehingga intervensi perlu disesuaikan dengan kondisi masing-masing wilayah.

“Pompanisasi itu hanya bekerja jika sumber airnya masih ada,” kata Peneliti Center of Economic and Law Studies (Celios) Isnawati Hidayah di Jakarta, Senin (14/9).

Ia mengatakan pemerintah perlu memetakan secara spesifik wilayah yang sumber airnya masih dapat dioptimalkan, termasuk kondisi waduk dan jaringan irigasi yang tersedia.

Pemetaan tersebut juga dapat menjadi dasar untuk menentukan wilayah yang membutuhkan pompanisasi maupun penyesuaian kalender tanam sesuai dengan ketersediaan air.

Menurut Isnawati, pendekatan yang disesuaikan dengan karakter setiap wilayah penting karena dampak kekeringan dan kebutuhan pengairan tidak selalu sama antardaerah.

Dalam jangka pendek, ia menilai pengamanan sumber air, irigasi, dan pompanisasi menjadi langkah penting untuk menyelamatkan tanaman yang masih dapat dipertahankan sekaligus memastikan petani tetap memperoleh akses air.

Sementara itu, Direktur Eksekutif Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Esther Sri Astuti juga menilai pemanfaatan alat dan mesin pertanian serta pompa perlu diarahkan untuk mengoptimalkan sumber air yang masih tersedia di lahan produktif.

“Membagikan alat mesin pertanian dan pompa gratis untuk memaksimalkan sumber air yang ada di lahan produktif,” ujar Esther.

Ia juga menyarankan penanaman diprioritaskan pada lahan yang memiliki dukungan jaringan irigasi sehingga kegiatan produksi tetap dapat berlangsung selama periode kering.

Sejalan dengan langkah tersebut, Kementerian Pertanian menyiapkan 56 ribu unit pompa air pada tahun anggaran 2026 sebagai bagian dari mitigasi kekeringan nasional dan menjaga produksi pangan.

Kementerian Pertanian menyatakan penyaluran pompa dipercepat ke berbagai sentra produksi padi yang masih memiliki sumber air sehingga air dari sungai maupun sumber lainnya dapat dimanfaatkan untuk mengairi sawah.

Selain itu, Kementerian Pekerjaan Umum (PU) hingga 7 September 2026 telah melakukan penanganan darurat kekeringan di 2.200 lokasi, sebanyak 240 di antaranya merupakan daerah irigasi atau persawahan.

Penanganan di sektor pertanian menjaga ketersediaan air bagi sekitar 53.052 hektare sawah melalui antara lain pemompaan air dari sungai, normalisasi saluran irigasi, pengaturan giliran air, dan optimalisasi saluran.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Nasional
BMKG: Siklon Tropis Champi ...

Warga Magelang Antusias Sambut Pilkades, Polres Bersiaga

58 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Warga Magelang Antusias Sam...
Nasional
MenPAN-RB Tegaskan Gaji ASN...
Olahraga
PSS Siap Lanjutkan Tren Pos...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Hasil Liga Champions: Arsenal Imbangi Tuan Rumah Bayern Muenchen 2-2

Hasil Liga Champions: Arsenal Imbangi Tuan Rumah Bayern Muenchen 2-2

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.