Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Karawang Andalkan Tabela, Target Produksi Padi Dikebut

📅 Kamis, 24 Sep 2026, 23:30 WIB | Oleh: Tim Penulis
Karawang Andalkan Tabela, Target Produksi Padi Dikebut Doc: ANTARA/HO-Pemkab Karawang.
Ket. Ilustrasi - Para petani menanam padi.

KARAWANG – Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Karawang, Jawa Barat, siap menerapkan program pertanian modern melalui metode tanam benih langsung atau tebar padat untuk meningkatkan produksi padi.

Kepala Bidang Sarana Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan Karawang Mahmud dalam keterangannya di Karawang, Kamis (24/9) mengatakan metode tanam benih langsung (tabela) ini dinilai bisa memangkas proses produksi padi, yakni memangkas waktu pada tahap awal penanaman.

Dengan menggunakan metode tabela, memungkinkan bagi petani untuk langsung melakukan penanaman benih padi di lahan. Sedangkan pola penanaman konvensional membutuhkan proses penyemaian benih sekitar 18 hingga 21 hari.

Meski demikian, diakuinya kalau penerapan metode tabela memiliki konsekuensi terhadap kebutuhan benih. Artinya, penggunaan benih lebih banyak jika menggunakan metode ini.

Ia menjelaskan, dengan menggunakan metode tabela, petani membutuhkan hingga 70 kilogram benih per hektare. Sedangkan dengan metode konvensional, kebutuhan benih hanya sekitar 25 kilogram per hektare.

Kepadatan tanaman juga membuat metode tabela membutuhkan perawatan lebih intensif, dan potensi pertumbuhan organisasi pengganggu tanaman harus diantisipasi sejak dini.

Penggunaan metode tabela ini menjadi salah satu upaya Pemkab Karawang untuk mengejar produksi padi pada tahun ini.

Realisasi produksi padi di Karawang hingga Agustus 2026 telah mencapai 955.951 ton gabah kering panen atau 67,8 persen dari target yang telah ditetapkan pada tahun ini sebanyak 1,41 juta ton.

Selain metode tabela, percepatan tanam juga menjadi upaya untuk menjaga produktivitas padi.

Melalui skema ini, petani didorong untuk segera mengolah lahan dan kembali menanam maksimal 14 hari setelah panen. Dengan demikian, lahan tidak dibiarkan terlalu lama tanpa aktivitas produksi

Pelaksanaan percepatan tanam tersebut melibatkan sejumlah unsur di lapangan, mulai dari UPTD Pertanian kecamatan, penyuluh pertanian lapangan hingga Bintara Pembina Desa (Babinsa) TNI AD.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
  • Mentan Bidik Investasi Besar, Industri Bioetanol Nasional Mulai Digenjot
    Langkah strategis dari pemerintah pusat, khususnya melalui jaminan ...
  • Kemenperin Perkuat Kemitraan IKM Singkong dan Industri Nasional
    Langkah Kemenperin mengintegrasikan IKM olahan singkong melalui Program ...
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...
  • Pertamina dan Jababeka Berkolaborasi Menuju Kawasan Hijau dan Nol Emisi
    Melihat tren positif pemasangan infrastruktur panel surya yang ...
Megapolitan
Siapa di Balik Aksi Rusuh P...
Nasional
Waspada El Nino! Pemerintah...
Daerah
Bukan Sekadar Lepas Tukik! ...
Olahraga
Pesan Agassi untuk Raducanu...
Advertisement
Ubed Pahlawan Medali Emas, Indonesia Gulung Tiongkok 3-2

Ubed Pahlawan Medali Emas, Indonesia Gulung Tiongkok 3-2

24 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.