Perbankan Berkelanjutan Jadi Kunci Menciptakan Pertumbuhan yang Inklusif dan Tangguh
📅 Senin, 01 Jun 2026, 22:07 WIB | Oleh: Haryo BronoJAKARTA – Bank DBS Indonesia menegaskan bahwa keberlanjutan tidak hanya menjadi bagian dari program tanggung jawab sosial perusahaan, tetapi telah terintegrasi dalam strategi bisnis, operasional, hingga pengambilan keputusan perusahaan. Komitmen tersebut tercermin dalam Laporan Keberlanjutan 2025 yang menunjukkan peningkatan pembiayaan usaha berkelanjutan dan berbagai inisiatif sosial yang menjangkau masyarakat luas.
Presiden Direktur PT Bank DBS Indonesia, Lim Chu Chong, mengatakan keberlanjutan menjadi fondasi penting dalam menciptakan pertumbuhan bisnis yang berkualitas dan berjangka panjang. Pihaknya percaya keberlanjutan tidak dapat dipisahkan dari pertumbuhan bisnis yang berkualitas.
“Karena itu, keberlanjutan kami integrasikan ke dalam seluruh lini operasional Bank DBS Indonesia, mulai dari membiayai bisnis, melayani nasabah, mengelola risiko, hingga membangun operasional perusahaan,” ujar Lim dalam keterangan resminya pada hari Senin (26/5).
Menurut Lim, menjadi bank yang relevan di masa depan berarti turut berkontribusi dalam menciptakan prospek ekonomi yang lebih tangguh dan inklusif melalui pembiayaan berkelanjutan, tata kelola yang kuat, keamanan digital, serta pemberdayaan masyarakat.
Bank DBS Indonesia menjalankan strategi keberlanjutannya melalui tiga pilar utama, yaitu Perbankan Bertanggung Jawab, Praktik Bisnis Bertanggung Jawab, dan Dampak Melampaui Perbankan.
Sebaiknya Anda baca juga:
Pada pilar Perbankan Bertanggung Jawab, Bank DBS Indonesia mencatat portofolio pembiayaan kegiatan usaha berkelanjutan mencapai lebih dari Rp15,6 triliun pada 2025, meningkat dibandingkan Rp14,1 triliun pada tahun sebelumnya. Peningkatan tersebut mencerminkan komitmen perusahaan dalam mendukung sektor usaha yang berkontribusi terhadap ekonomi hijau dan inklusif.
Di segmen usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), bank tersebut telah menyalurkan pembiayaan kumulatif lebih dari Rp3,8 triliun kepada kelompok masyarakat berpenghasilan rendah melalui berbagai mitra ekosistem pembiayaan. Selain itu, pembiayaan modal kerja yang masih beredar untuk UMKM mencapai Rp70 miliar.
Dari sisi pasar modal berkelanjutan, Bank DBS Indonesia mencatat nilai langganan obligasi hijau melampaui Rp1 triliun sepanjang 2025. Sementara itu, nilai investasi pada reksa dana berbasis Environmental, Social, and Governance (ESG) tercatat sebesar Rp148 miliar.
Sebaiknya Anda baca juga:
Bank DBS Indonesia juga aktif mendorong transisi energi melalui kolaborasi bersama Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), PT PLN, International Energy Agency (IEA), serta lebih dari 50 organisasi dalam pengembangan Sistem Penyimpanan Energi Baterai atau Battery Energy Storage System (BESS). Inisiatif tersebut mendukung target penerapan lebih dari 10 gigawatt BESS di Indonesia sesuai Rencana Bisnis Penyediaan Tenaga Listrik 2025–2034.
Dalam aspek operasional, perusahaan melaporkan konsumsi energi sebesar 8.397 megawatt hour (MWh) sepanjang 2025 dengan total emisi gas rumah kaca sebesar 11.528 ton karbon dioksida ekuivalen (tCO2e). Angka tersebut menunjukkan penurunan konsumsi energi sebesar 15 persen dan pengurangan emisi sebesar 17 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Selain meningkatkan efisiensi energi, Bank DBS Indonesia memperkuat tata kelola dan keamanan digital melalui pengembangan sistem deteksi penipuan, penerapan solusi token digital yang lebih aman, serta kampanye edukasi keamanan finansial kepada nasabah.
Perusahaan juga mempersiapkan sumber daya manusia menghadapi transformasi teknologi. Sepanjang 2025, lebih dari 826 karyawan mengikuti program peningkatan keterampilan dan pelatihan ulang terkait kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI).
Melalui pilar Dampak Melampaui Perbankan, Bank DBS Indonesia bersama DBS Foundation memperluas jangkauan program sosial kepada lebih dari 141.000 individu rentan di Indonesia. Sejak 2024, DBS Foundation telah mengalokasikan pendanaan lebih dari SGD18,2 juta untuk mendukung organisasi nirlaba dan bisnis berdampak yang fokus pada kebutuhan dasar dan inklusi keuangan.
Dalam penanganan bencana, Bank DBS Indonesia menyalurkan bantuan lebih dari Rp6 miliar untuk mendukung pemulihan masyarakat terdampak banjir dan tanah longsor di Aceh dan Sumatera Barat. Program tersebut menjangkau lebih dari 10.400 individu dan 1.700 keluarga.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!