MR.D.I.Y. Indonesia Art Competition 2026 Umumkan Pemenang, Siap Wakili Indonesia di Ajang Regional
📅 Minggu, 09 Agu 2026, 16:42 WIB | Oleh: Haryo BronoJAKARTA — MR.D.I.Y. Indonesia Art Competition 2026 resmi mengumumkan para pemenang dari sejumlah kategori. Kompetisi seni yang memasuki tahun kedua penyelenggaraan ini diikuti lebih dari 1.500 karya dari 32 provinsi di Indonesia.
Kompetisi yang diselenggarakan PT Daya Intiguna Yasa Tbk (MR.D.I.Y. Indonesia) bersama IndoArtNow tersebut mengangkat tema Strength & Resilience. Tema ini menjadi ruang bagi peserta untuk menerjemahkan kekuatan dan ketangguhan melalui berbagai pendekatan artistik.
Selain memberikan apresiasi kepada seniman dan pelajar, kompetisi tahun ini juga membuka kesempatan bagi para pemenang untuk memperkenalkan karya mereka di tingkat Asia Tenggara.
Direktur Utama MR.D.I.Y. Indonesia, Edwin Cheah, mengatakan kompetisi tersebut tidak hanya ditujukan untuk mencari pemenang, tetapi juga menjadi wadah untuk melihat perkembangan kreativitas masyarakat Indonesia.
“Bagi kami, MR.D.I.Y. Indonesia Art Competition bukan sekadar kompetisi. Ini adalah bukti bahwa semangat berkarya masyarakat Indonesia terus tumbuh, dari kota besar hingga daerah dengan jangkauan platform seni yang belum optimal,” ujar Edwin.
Sebaiknya Anda baca juga:
Menurut dia, perluasan partisipasi hingga 32 provinsi menunjukkan semakin besarnya minat masyarakat terhadap kompetisi seni tersebut.
Data penyelenggara mencatat peserta paling banyak berasal dari Pulau Jawa, kemudian Sumatra, Bali dan Nusa Tenggara, Kalimantan, serta Sulawesi.
Karya Dinilai dari Ide hingga Teknik
Sebaiknya Anda baca juga:
Proses kurasi dan penilaian melibatkan sejumlah juri profesional dari bidang seni, yakni R.E. Hartanto, Mitha Budhyarto, Abigail Hakim, serta Edwin Cheah.
Penilaian dilakukan berdasarkan sejumlah aspek, meliputi ide, kreativitas, komposisi, dan teknik yang ditampilkan dalam setiap karya.
Seniman sekaligus anggota dewan juri, R.E. Hartanto, menilai kualitas karya peserta tahun ini menunjukkan perkembangan yang menarik.
Menurut dia, tema Strength & Resilience diterjemahkan peserta melalui beragam perspektif, mulai dari pengalaman personal, isu sosial, hingga refleksi terhadap budaya dan lingkungan.
“Yang paling menonjol bukan hanya kemampuan teknis, tetapi bagaimana para peserta mampu membangun narasi yang kuat dan autentik melalui pilihan medium, visual, maupun konsep yang mereka hadirkan,” ujar Hartanto.
Dia menambahkan, sejumlah karya juga menunjukkan proses riset artistik yang semakin mendalam. Hal tersebut, menurutnya, mencerminkan perkembangan praktik seni di Indonesia dengan perspektif yang semakin beragam.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!