Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

PBB Peringatkan bahwa Perang Ukraina Berisiko Lepas Kendali

📅 Sabtu, 30 Mei 2026, 01:20 WIB | Oleh:
PBB Peringatkan bahwa Perang Ukraina Berisiko Lepas Kendali Doc: X - Antonio Guterres
Ket. Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Guterres

NEW YORK — PBB memperingatkan bahwa perang di Ukraina berisiko lepas kendali jika eskalasi konflik terus berlanjut. Peringatan tersebut disampaikan dalam sidang Dewan Keamanan PBB di New York oleh Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres.

Melansir dari situs resmi PBB, Jumat (29/5), Guterres menyoroti serangan besar yang diluncurkan Russia pada 23 dan 24 Mei. Menurut dia, situasi saat ini sangat serius dan jalur konflik yang ditempuh tidak lagi berkelanjutan.

Ia meminta agar arah konflik segera diubah demi mencegah risiko salah perhitungan militer dan konsekuensi yang tidak disengaja. PBB juga menyerukan deeskalasi segera dan gencatan senjata penuh tanpa syarat.

Dalam serangan terbaru, Russia disebut meluncurkan sekitar 90 rudal jarak jauh dan 600 drone ke berbagai wilayah Ukraina. Serangan tersebut menewaskan sedikitnya lima orang dan melukai lebih dari 100 lainnya.

Kerusakan terparah dilaporkan terjadi di Ibu Kota Kyiv. Selain itu, gedung diplomatik dan kompleks badan-badan PBB turut terdampak puing serangan meski tidak ada staf PBB yang terluka.

Pertemuan darurat Dewan Keamanan digelar di tengah meningkatnya kekhawatiran atas korban sipil dan serangan terhadap infrastruktur sipil di kedua negara. Menurut kantor HAM PBB, OHCHR, jumlah korban sipil di Ukraina meningkat selama empat bulan pertama tahun 2026.

OHCHR mencatat sebanyak 815 warga sipil meninggal dan 4.174 lainnya terluka antara Januari hingga April 2026. Sejak invasi Russia dimulai pada Februari 2022, lebih dari 15.000 warga sipil, termasuk hampir 800 anak-anak, telah meninggal di Ukraina.

Sementara itu, Komisaris Tinggi HAM PBB, Volker Turk, menyerukan agar Russia dan Ukraina segera kembali ke meja perundingan. Ia meminta semua pihak menahan diri dan menghentikan penderitaan warga sipil.

Di akhir pernyataannya, Guterres kembali menegaskan bahwa serangan terhadap warga sipil melanggar hukum humaniter internasional. “Pilihannya jelas. Tanggung jawabnya jelas. Waktu untuk damai adalah sekarang,” kata Guterres. ils/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Mayoritas Nusantara Bakal Diguyur Hujan Ringan

45 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Nasional
Mayoritas Nusantara Bakal D...

Sprint Race MotoGP Hungaria 2026 dalam Genggaman Marc Marquez

49 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Sprint Race MotoGP Hungaria...

Indonesia – Malaysia Bentrok, Duel Bakal Sengit

54 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Indonesia – Malaysia Bent...

Pole Position Balapan F1 Monako Milik Kimi Antonelli

59 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Pole Position Balapan F1 Mo...
Daerah
Ponpes Al Falah Kediri Siap...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
KA Siliwangi Dihentikan Mendadak Usai Gempa Cianjur Magnitudo 3,5

KA Siliwangi Dihentikan Mendadak Usai Gempa Cianjur Magnitudo 3,5

07 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.