Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

PBB: Fenomena El Nino Dapat Menyebabkan 49 Juta Orang Kelaparan Akut

📅 Kamis, 06 Agu 2026, 09:54 WIB | Oleh: Tim Penulis
PBB: Fenomena El Nino Dapat Menyebabkan 49 Juta Orang Kelaparan Akut Doc: un.org
Ket. Pada tahun 2016, kekeringan yang disebabkan El Nino di Ziway Dugda, Ethiopia, menyebabkan kelaparan yang meluas.

MOSKOW - Program Pangan Dunia (WFP) PBB mengatakan jumlah orang yang menghadapi kerawanan pangan akut bisa bertambah hampir 49 juta jiwa pada akhir 2027 akibat fenomena iklim El Nino yang semakin intens.

El Nino merupakan fenomena alam di mana suhu air laut di wilayah khatulistiwa Pasifik naik hingga ke level yang tidak wajar, sehingga memicu perubahan iklim di seluruh dunia.

"El Nino periode 2015-2016 berdampak pada ketahanan pangan 60-100 juta orang. Analisis awal WFP memproyeksikan bahwa El Nino periode 2026-2027 ini bisa menyebabkan sedikitnya 49 juta orang lainnya mengalami kerawanan pangan akut pada akhir 2027," kata WFP, Rabu (5/8).

Badan PBB itu menganalisis 45 negara yang telah menghadapi ketidakstabilan pangan, di mana El Nino sepertinya akan berdampak signifikan terhadap curah hujan, suhu dan potensi kekeringan serta banjir.

Disebutkan bahwa kemungkinan besar akan terjadinya satu peristiwa yang sangat kuat, mengingat suhu permukaan sudah mencapai rekor tertinggi. Fenomena tersebut berpotensi menjadi yang terkuat sejak 1950.

Puncaknya diperkirakan akan terjadi antara September hingga Desember 2026, dengan dampak yang masih akan terasa hingga 2027.

Amerika Tengah dan Afrika selatan diperkirakan akan menjadi wilayah yang paling terdampak, dengan penurunan kondisi ketahanan pangan yang signifikan juga diperkirakan terjadi di Afrika Timur, Asia Selatan dan juga Asia Tenggara.

Laporan PBB yang dirilis pada Juli menunjukkan bahwa angka kelaparan global turun selama tiga tahun berturut-turut pada 2025, dengan 608-696 juta orang menghadapi krisis pangan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Lulusan Banyak, Tapi Tak Sesuai Kebutuhan Industri? Menaker Ungkap Solusinya
    Artikel yang sangat edukatif dalam membedah akar permasalahan ...
  • Kemenperin Perkuat Industri Otomotif Nasional lewat Peningkatan TKDN dan SNI
    Saya sangat sependapat dengan pandangan komprehensif Bapak Saleh ...
  • Pelumasan Sintetis Dorong Produktivitas dan Daya Saing Industri Plastik
    Informasi spesifik mengenai penghematan konsumsi energi hingga 10 ...
  • Kemenperin akan Gunakan Nilai Tambah untuk Ukur Kinerja Manufaktur
    Keberhasilan Indonesia menempati peringkat ke-12 dunia sekaligus memimpin ...
  • Kemenperin akan Arahkan Industri 2027 pada Hilirisasi dan Industri Hijau
    Prestasi Indonesia yang berhasil naik ke peringkat 12 ...
Advertisement
kai-expo-detail-sidebar
Megapolitan
CKG Kota Tangerang Deteksi ...
Megapolitan
Pemkot Bogor Dorong Peran P...
Rona
Estafet Tunas Kelapa Kwarda...

Pemkot Bogor Segera Tata PKL di Taman Heulang

1.5 jam yang lalu | Ilham Sudrajat

Megapolitan
Pemkot Bogor Segera Tata PK...

Wisatawan Taiwan Coba Ditarik ke Indonesia

1.5 jam yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Luar Negeri
Wisatawan Taiwan Coba Ditar...
Olahraga
Pukulan Telak Jelang Asian ...
Megapolitan
Disnaker: Balai Latihan Ker...
Daerah
Ekonomi Papua Sangat Bergan...
Advertisement
BMKG: Sebanyak 25 Kabupaten/Kota di Jawa Tengah Berstatus Awas Kekeringan

BMKG: Sebanyak 25 Kabupaten/Kota di Jawa Tengah Berstatus Awas Kekeringan

03 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.