Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Lepas 274 Perwira Laut, Poltekpel Banten Siap Wujudkan Pelayaran yang Selamat 

📅 Kamis, 06 Agu 2026, 12:00 WIB | Oleh:
Lepas 274 Perwira Laut, Poltekpel Banten Siap Wujudkan Pelayaran yang Selamat  Doc: Dok. Istimewa

TANGERANG – Perguruan tinggi Kementerian Perhubungan, Politeknik Pelayaran (Poltekpel) Banten melepas 274 Perwira Pelaut lulusan Program Diklat Pelaut Peningkatan Ahli Nautika Tingkat (ANT) dan Ahli Teknika Tingkat (ATT) II, III, IV, dan V pada Rabu (5/8) setelah menyelesaikan pendidikan dan pelatihan yang mengacu pada standar nasional dan internasional.

Para perwira tersebut siap kembali bertugas di industri pelayaran dengan kompetensi yang ditingkatkan untuk memperkuat keselamatan pelayaran, menjaga konektivitas, serta mendukung penerapan pelayaran yang lebih ramah lingkungan.

Mengusung tema "Green Sails, Bright Future: Berlayar Ramah Lingkungan, Mengemban Tugas Bangsa", program diklat ini tidak hanya membekali peserta dengan kompetensi teknis sesuai standar internasional, tetapi juga menanamkan budaya keselamatan, profesionalisme, dan kepedulian terhadap kelestarian lingkungan laut.

Kompetensi tersebut menjadi bekal penting bagi para perwira dalam menjawab tantangan industri pelayaran yang semakin mengedepankan aspek keselamatan, efisiensi, digitalisasi, dan keberlanjutan.

Kepala Pusat Pengembangan SDM Perhubungan Laut Badan Pengembangan SDM Perhubungan (BPSDMP), Budi Rahardjo, mengatakan bahwa pembangunan sumber daya manusia pelayaran harus berjalan seiring dengan transformasi industri maritim yang semakin berorientasi pada keselamatan dan keberlanjutan.

"Green Sails, Bright Future bukan sekadar tema, melainkan komitmen untuk menyiapkan pelaut yang profesional, berintegritas, dan memiliki kepedulian terhadap lingkungan. Indonesia sebagai negara kepulauan membutuhkan perwira pelaut yang mampu menjaga keselamatan pelayaran, memastikan konektivitas antarpulau tetap terjaga, serta mendukung pelayanan transportasi laut yang andal melalui penerapan praktik pelayaran yang semakin ramah lingkungan," ujarnya dalam keterangan tertulisnya, kemarin.

Ia menambahkan bahwa kompetensi yang dimiliki para perwira pelaut akan menjadi modal penting dalam mendukung kelancaran distribusi logistik, mobilitas masyarakat, dan daya saing sektor maritim Indonesia di tingkat global.

Direktur Politeknik Pelayaran Banten, Capt. Dedtri Anwar, menyampaikan bahwa para lulusan diharapkan mampu mengimplementasikan ilmu, keterampilan, dan nilai-nilai profesional yang diperoleh selama mengikuti pendidikan dan pelatihan ketika kembali bertugas di atas kapal.

"Hari ini bukan akhir dari proses belajar, melainkan awal dari tanggung jawab yang lebih besar. Kompetensi yang telah diperoleh harus diwujudkan melalui kinerja yang profesional, disiplin, dan berintegritas di atas kapal. Jadilah perwira yang mengutamakan keselamatan, memberikan pelayanan terbaik, serta mampu menjawab kebutuhan industri pelayaran yang terus berkembang," katanya.

Sebagai bagian dari peningkatan kualitas layanan pendidikan dan pelatihan, Politeknik Pelayaran Banten juga telah menerapkan penerbitan Certificate of Competency (CoC) dan Certificate of Endorsement (CoE) secara digital.

Melalui layanan tersebut, para peserta dapat langsung memperoleh sertifikat kompetensi setelah menyelesaikan seluruh rangkaian pendidikan dan pelatihan, sehingga proses administrasi menjadi lebih cepat, efektif, dan efisien. Inovasi ini memungkinkan para lulusan segera kembali bertugas untuk memenuhi kebutuhan tenaga profesional di sektor pelayaran. 

Program Diklat Pelaut Peningkatan merupakan salah satu bentuk komitmen BPSDMP Kementerian Perhubungan dalam menyiapkan SDM pelayaran yang profesional, kompeten, dan berdaya saing global.

Dengan kompetensi yang terus ditingkatkan, para perwira pelaut diharapkan mampu memperkuat budaya keselamatan, mendukung kelancaran konektivitas nasional, serta menghadirkan layanan transportasi laut yang semakin andal bagi masyarakat dan dunia usaha.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Lulusan Banyak, Tapi Tak Sesuai Kebutuhan Industri? Menaker Ungkap Solusinya
    Artikel yang sangat edukatif dalam membedah akar permasalahan ...
  • Kemenperin Perkuat Industri Otomotif Nasional lewat Peningkatan TKDN dan SNI
    Saya sangat sependapat dengan pandangan komprehensif Bapak Saleh ...
  • Pelumasan Sintetis Dorong Produktivitas dan Daya Saing Industri Plastik
    Informasi spesifik mengenai penghematan konsumsi energi hingga 10 ...
  • Kemenperin akan Gunakan Nilai Tambah untuk Ukur Kinerja Manufaktur
    Keberhasilan Indonesia menempati peringkat ke-12 dunia sekaligus memimpin ...
  • Kemenperin akan Arahkan Industri 2027 pada Hilirisasi dan Industri Hijau
    Prestasi Indonesia yang berhasil naik ke peringkat 12 ...
Luar Negeri
Inggris Tetap Teguh Usai Ar...
Daerah
Pemanfaatan jembatan apung ...
Luar Negeri
Rusia Tuduh NATO Ingin Jadi...
Advertisement
BMKG: Sebanyak 25 Kabupaten/Kota di Jawa Tengah Berstatus Awas Kekeringan

BMKG: Sebanyak 25 Kabupaten/Kota di Jawa Tengah Berstatus Awas Kekeringan

03 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.