Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pemerintah Siapkan 24 Ribu Hektare Lahan di Jawa, Proyek PLTS 100 GW Mulai Dipacu

📅 Jumat, 29 Mei 2026, 19:50 WIB | Oleh: Tim Penulis
Pemerintah Siapkan 24 Ribu Hektare Lahan di Jawa, Proyek PLTS 100 GW Mulai Dipacu Doc: ANTARA/ HO-Suryanesia
Ket. Ilustrasi - PLTS atap.

JAKARTA – Kesiapan lahan menjadi faktor krusial dalam mendukung target pengembangan program Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) sebesar 100 GW.

Skala proyek yang sangat besar membutuhkan ketersediaan area yang memadai, terutama di wilayah dengan intensitas sinar matahari tinggi dan akses infrastruktur kelistrikan yang mendukung.

Tantangan utama tidak hanya terletak pada luas lahan, tetapi juga pada kepastian tata ruang, status kepemilikan, serta potensi konflik pemanfaatan lahan dengan sektor lain seperti pertanian, kehutanan, dan permukiman.

Karena itu, sinkronisasi kebijakan pusat dan daerah menjadi penting agar proses pengadaan lahan tidak menghambat percepatan transisi energi.

Di sisi lain, optimalisasi lahan nonproduktif, bekas tambang, maupun penerapan konsep floating solar dapat menjadi solusi strategis untuk menekan kebutuhan pembebasan lahan baru.

Dengan perencanaan yang matang, kesiapan lahan akan menjadi fondasi penting dalam mempercepat target energi bersih sekaligus menarik investasi energi terbarukan skala besar di Indonesia.

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dan Kementerian Agraria dan Tata Ruang/ Badan Pertanahan Nasional (ATR/ BPN) sudah menyiapkan 24 ribu hektare lahan di Pulau Jawa untuk mendukung program Pembangkit Tenaga Listrik Tenaga Surya (PLTS) 100 GW.

“Jadi, ketersediaan lahan, berdasarkan identifikasi yang kami lakukan bersama antara Kementerian ESDM dengan Kementerian ATR/BPN, di Pulau Jawa ini sudah tersedia sekitar 24 ribu hektare,” ujar Wakil Menteri ESDM Yuliot ketika ditemui di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Jumat (29/5).

Lahan seluas 24 ribu hektare tersebut, lanjut dia, akan ditindaklanjuti dengan verifikasi bersama antara Kementerian ESDM, Kementerian ATR/BPN, serta PLN.

Nanti, lanjut Yuliot, secara infrastruktur seperti transmisi dan ketersediaan gardu induk milik PLN, Pemerintah akan menghubungkannya dengan pembangkit yang berlokasi di lahan seluas 24 ribu hektare tersebut.

Yuliot menyampaikan pada tahap awal, Kementerian ESDM melakukan percepatan untuk 17 gigawatt (GW) terlebih dahulu.

“Ini kan, kebutuhan yang ini kan kita percepatan yang pertama 17 GW terlebih dahulu. Dan juga ada battery energy storage atau BASE sekitar 33 gigawatt,” ujar Yuliot.

Pemerintah menyiapkan tahap awal pengembangan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) berkapasitas 17 gigawatt (GW) sebagai bagian dari proyek besar PLTS 100 GW yang tengah didorong dalam mendukung transisi energi nasional.

Staf Ahli Menteri ESDM Bidang Perencanaan Strategis Jisman P Hutajulu mengatakan pemerintah menargetkan total pengembangan PLTS mencapai sekitar 100,7 gigawatt peak (GWp) yang dikombinasikan dengan sistem penyimpanan energi atau battery energy storage system (BESS) sebesar 145,8 gigawatt hour (GWh).

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
Ekonomi
Peternak Ayam dan Telur Had...
Advertisement
Ekspansi ke Afrika, Indonesia Incar Logam Tanah Jarang Gabon

Ekspansi ke Afrika, Indonesia Incar Logam Tanah Jarang Gabon

14 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.