Wamendag Roro Esti Dorong Transformasi Digital di Forum APEC 2026
📅 Senin, 25 Mei 2026, 18:00 WIB | Oleh: Paundra ZakirullohJAKARTA - Wakil Menteri Perdagangan Republik Indonesia Dyah Roro Esti Widya Putri mendorong penguatan kerja sama perdagangan, transformasi digital, dan transisi hijau untuk menjaga stabilitas ekonomi kawasan Asia-Pasifik di tengah dinamika global yang semakin kompleks.
Hal tersebut disampaikan dalam Pertemuan ke-32 Menteri Perdagangan Kerja Sama Ekonomi Asia-Pasifik atau APEC Ministers Responsible for Trade (APEC MRT) 2026 yang berlangsung pada 22 - 23 Mei 2026 di Suzhou, Tiongkok.
Dalam forum tersebut, Indonesia kembali menegaskan komitmennya terhadap sistem perdagangan multilateral dengan Organisasi Perdagangan Dunia atau World Trade Organization (WTO) sebagai pilar utama perdagangan global.
Wamendag Roro menilai reformasi WTO perlu tetap mengedepankan prinsip berbasis anggota dan konsensus. Selain itu, kepentingan negara berkembang juga harus tetap diperhatikan melalui perlakuan khusus dan berbeda atau special and differential treatment (S&DT).
"Indonesia memandang reformasi WTO perlu menjaga pendekatan berbasis anggota dan konsensus, serta tetap memberikan ruang bagi kepentingan dan kebutuhan pembangunan negara berkembang," ujar Wamendag Roro.
Sebaiknya Anda baca juga:
Indonesia juga menekankan pentingnya pemulihan sistem penyelesaian sengketa WTO yang efektif dan kredibel guna menjaga kepastian serta kepercayaan terhadap aturan perdagangan internasional.
Menurut Wamendag Roro, mayoritas ekonomi anggota APEC masih memandang WTO sebagai pilar utama sistem perdagangan global meski terdapat dorongan untuk meningkatkan efektivitas organisasi tersebut dalam menghadapi tantangan perdagangan modern.
Dalam pertemuan itu, Menteri Perdagangan Tiongkok Wang Wentao turut menegaskan pentingnya peran APEC dalam mendorong kolaborasi regional menghadapi ketidakpastian ekonomi global.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Kami sangat mementingkan prinsip keterbukaan, inovasi, dan kerja sama, serta menyerukan penguatan kolaborasi regional untuk menghadapi ketidakpastian ekonomi global," ujar Wang Wentao.
Selain isu perdagangan global, forum APEC MRT 2026 juga membahas pemanfaatan artificial intelligence (AI) untuk mendukung perdagangan dan rantai pasok kawasan. Pembahasan mencakup penguatan keamanan, pertukaran pengalaman, pengembangan kapasitas, hingga regulasi dan standar perdagangan terkait AI.
Indonesia memandang transformasi digital dan transisi hijau dapat menjadi peluang baru untuk memperkuat perdagangan serta investasi kawasan Asia-Pasifik. Teknologi digital, termasuk AI, dinilai mampu meningkatkan efisiensi perdagangan lintas negara dan mendukung pertumbuhan ekonomi digital.
"Transformasi digital dan transisi hijau perlu didukung melalui kerja sama yang inklusif dan berorientasi pembangunan agar manfaatnya dapat dirasakan secara lebih luas, termasuk oleh negara berkembang dan UMKM," imbuh Wamendag Roro.
Indonesia juga terus mendorong pengembangan ekonomi hijau melalui penguatan hilirisasi industri, pembangunan ekosistem kendaraan listrik, serta dukungan terhadap perdagangan barang dan jasa ramah lingkungan.
Menurut Indonesia, upaya dekarbonisasi global perlu dilakukan secara inklusif dengan mempertimbangkan kesiapan masing-masing negara agar transisi menuju ekonomi hijau berjalan adil dan berkelanjutan.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!