Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

RI Butuh Lebih Banyak Wirausaha untuk Maju

📅 Selasa, 04 Agu 2026, 03:00 WIB | Oleh: Tim Redaksi
RI Butuh Lebih Banyak Wirausaha untuk Maju Doc: antara
Ket. YB Suhartoko Dosen Magister Ekonomi Terapan Universitas Atma Jaya Jakarta - Dalam situasi kelebihan tenaga kerja yang melimpah, maka mendorong terciptanya wirausahawan adalah solusinya.

Pemerintah harus menciptakan lingkungan bisnis yang memberikan insentif untuk terbentuknya wirausaha

JAKARTA - Penguatan kewirausahaan sejak usia muda sebagai fondasi penting dalam membangun ekosistem ekonomi kreatif yang berkelanjutan. Berdasarkan data dari Bank Dunia, Indonesia membutuhkan sekitar 10 hingga 12 persen wirausaha dan setidaknya mencapai angka 4 persen sebagai titik awal untuk menjadi negara maju. Saat ini, posisi Indonesia ini masih sedikit di bawah angka tersebut.

Wakil Menteri Ekonomi Kreatif/Wakil Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf), Irene Umar mendorong jiwa kewirausahaan tumbuh di kalangan anak muda untuk menjadikan Indonesia sebagai negara yang maju dari segi perekonomian dan mendukung pembangunan ekosistem ekonomi kreatif yang berkelanjutan.

“Entrepreneurship bukan hanya soal memiliki perusahaan, namun definisi jiwa kewirausahaan adalah tentang rasa memiliki, tanggung jawab, dan melakukan setiap pekerjaan dengan tujuan yang jelas,” kata Irene dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Senin (3/8).

Untuk mendukung tercapainya talenta wirausaha di Indonesia, pihaknya pun mendukung pengembangan talenta muda kreatif yang berjiwa wirausaha seperti ditunjukkan dalam puncak penyelenggaraan Prestasi Junior Indonesia (PJI). Sejak 2011, PJI sendiri telah membekali lebih dari dua juta anak muda Indonesia dengan keterampilan dunia kerja, literasi keuangan, dan kemampuan membangun usaha berkelanjutan.

Proses Panjang

Dosen Magister Ekonomi Terapan Universitas Atma Jaya Jakarta, YB Suhartoko yang diminta pendapatnya mengatakan kewirausahaan adalah proses merancang, meluncurkan, dan menjalankan bisnis baru yang berfokus pada inovasi, pengambilan risiko, kemampuan menangkap peluang, dan penciptaan nilai tambah.

“Dalam situasi kelebihan tenaga kerja yang melimpah, maka mendorong terciptanya wirausahawan adalah solusinya,” kata Suhartoko.

Namun ia mengingatkan, dalam menciptakan wirausahawan tidak bisa terjadi otomatis. Diperlukan proses panjang dan dukungan sistematis dari pemerintah.

“Pemerintah perlu memfasilitasi dengan berbagai program untuk menciptakan lingkungan bisnis yang memberikan insentif untuk terbentuknya wirausaha,” tegasnya.

Suhartoko juga menyoroti peran pendidikan tinggi. Ia menilai mata kuliah kewirausahaan harus menjadi mata kuliah wajib di semua program studi, bukan hanya di fakultas ekonomi.

“Dalam pendidikan formal, apapun program studinya perlu ditawarkan mata kuliah kewirausahaan beserta laboratorium dan inkubator bisnisnya,” katanya.

Dengan begitu, mahasiswa tidak hanya dibekali teori, tetapi juga praktik langsung merintis usaha, menguji produk, dan memahami risiko bisnis sejak di bangku kuliah.

Menurutnya, kombinasi antara dorongan dari pemerintah, ekosistem bisnis yang kondusif, dan pembekalan di kampus akan mempercepat tercapainya target rasio wirausaha 4 persen yang Bank Dunia sebagai prasyarat Indonesia menjadi negara maju.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
Advertisement
jjroyal-luwak
Olahraga
Leeds Siap Adang Kebangkita...
Advertisement
Trump Batalkan Siaran Langsung Eksekusi Mati Penembak Fort Hood Usai Ramai Kecaman

Trump Batalkan Siaran Langsung Eksekusi Mati Penembak Fort Hood Usai Ramai Kecaman

16 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.