Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Warga Akan Lebih Sehat Bila Tinggal di Rumah yang Layak Huni

📅 Selasa, 04 Agu 2026, 11:36 WIB | Oleh:
Warga Akan Lebih Sehat Bila Tinggal di Rumah yang Layak Huni Doc: ist
Ket. layak huni

BANDARLAMPUNG – Menjaga Kesehatan masyarakat menjadi tugas bersama. Itu bisa dilakukan bila wawrga tinggal di rumah yang layak huni. Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung terus memperkuat pembangunan rumah layak huni guna meningkatkan kesehatan masyarakat dan peningkatan kualitas sumber daya manusia di daerah tersebut.

"Melalui pembangunan rumah layak huni yang terintegrasi dengan layanan dasar, pemerintah berupaya meningkatkan derajat kesehatan, sekaligus kualitas hidup masyarakat. Sebab pembangunan rumah layak huni tidak sekedar menyediakan tempat tinggal, melainkan bentuk investasi jangka panjang di bidang kesehatan masyarakat yang akan berdampak pada peningkatan kualitas sumber daya manusia," ujar Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Hukum dan Politik Provinsi Lampung Yanyan Ruchyansah di Bandarlampung, Senin.

Ia mengatakan, pembangunan permukiman memiliki peran strategis dalam mendukung berbagai program kesehatan seperti percepatan penurunan angka stunting, eliminasi tuberkulosis (TBC), dan pengendalian malaria.

"Pemerintah Provinsi Lampung memiliki tanggung jawab untuk memastikan pembangunan permukiman dapat berjalan secara terpadu, sehingga keberhasilan pembangunan tidak cukup diukur dari jumlah rumah yang dibangun melainkan dari upaya meningkatkan kualitas hidup masyarakat yang menempatinya," katanya.

Oleh karena itu, lanjut Yanyan, dalam upaya mewujudkan permukiman sehat, perlu integrasi dari enam aspek utama dalam setiap program pembangunan perumahan yakni penyediaan akses air minum yang aman, sanitasi layak bagi masyarakat, pengelolaan air limbah domestik, pengelolaan sampah berkelanjutan, pengurangan Kawasan kumuh, serta peningkatan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS).

"Keenam aspek tersebut saling berkaitan dan menjadi fondasi dalam menciptakan lingkungan permukiman yang sehat, nyaman, dan berkelanjutan. Dengan pendekatan terpadu pembangunan perumahan diharapkan tidak hanya menghadirkan hunian layak tapi bisa meningkatkan kesejahteraan dan kesehatan masyarakat secara menyeluruh," ucap dia. Menurut Yanyan, kolaborasi antar lintas perangkat daerah diperlukan agar seluruh program dapat berjalan dengan efektif.

"Bappeda memiliki tugas untuk memastikan perencanaan berjalan terpadu, dinas perumahan dan kawasan permukiman harus meningkatkan kualitas rumah dan kawasan permukiman beserta infrastruktur dasar, dinas kesehatan memperkuat layanan kesehatan secara promotif serta preventif, dinas lingkungan hidup mengoptimalkan pengelolaan persampahan serta kualitas lingkungan. Dan pemerintah kabupaten serta kota menjadi ujung tombak pelaksanaan dan pengawasan program di lapangan," tambahnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Meski Melambat, Industri Tetap Ekspansi! Kemenperin: Ini 2 Sektor Paling Moncer
    Meskipun data Indeks Kepercayaan Industri (IKI) Agustus 2026 ...
  • Kawasan Industri Tak Lagi Kompetitif, Investor Mulai Melirik Vietnam
    Meskipun banyak pabrik di Indonesia kini mulai beralih ...
  • Mesin Produksi Kembali Panas! BI Sebut Industri Pengolahan Tumbuh di Awal 2026
    Sebagai seseorang yang rutin mengikuti perkembangan sektor pengolahan, ...
  • Badan Pusat Statistik: Harga Beras Premium dan Medium Kompak Naik pada Agustus
    Informasi yang sangat komprehensif terkait laporan BPS bulan ...
  • Warga Asing Asal Aljazair Ini Bikin Geger, Lakukan Ritual Berendam di Danau Sunter
    Dia sedang melakukan ritual/ibadah sesuai kepercayaannya, knp kalian ...
Olahraga
Everton Segera Boyong Folar...
Advertisement
Cara Ubah Desil DTSEN di Aplikasi Cek Bansos 2026 Pakai HP, Ini Syarat & Langkah-langkahnya!

Cara Ubah Desil DTSEN di Aplikasi Cek Bansos 2026 Pakai HP, Ini Syarat & Langkah-langkahnya!

01 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.