Australia Mendeteksi Kasus Pertama Strain H5 Flu Burung yang Sangat Menular, Mengancam Satwa Endemik
📅 Sabtu, 20 Jun 2026, 10:14 WIB | Oleh: Lili LestariSYDNEY - Para ilmuwan mendeteksi strain H5 flu burung di Australia untuk pertama kalinya, kata menteri pertanian negara itu, Sabtu (20/6), yang berarti varian yang sangat menular ini kini telah menyebar ke setiap benua.
Julie Collins mengatakan dalam konferensi pers bahwa penyakit tersebut telah ditemukan pada burung laut migrasi, yaitu burung skua cokelat, di daerah terpencil Australia Barat, dan hasilnya dikonfirmasi oleh badan sains nasional.
Sampel dari burung lain yang sakit, seekor petrel raksasa yang ditemukan di area yang sama, juga menunjukkan hasil yang diduga positif, katanya.
Sebelumnya, Australia adalah satu-satunya benua di mana strain H5, yang dapat menghancurkan populasi unggas dan burung liar, belum terdeteksi.
"Meskipun mengecewakan, ini bukanlah hal yang tidak terduga, mengingat penyebaran global flu burung H5," kata Collins kepada wartawan di Canberra.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Saya dapat memastikan hingga saat ini masih belum ada bukti kematian massal, dan juga tidak ada bukti infeksi pada unggas mana pun," katanya.
Pertemuan darurat para pejabat kesehatan hewan dan pertanian telah diadakan untuk mempertimbangkan respons nasional.
"Kita semua tahu bahwa kita tidak bisa terbebas dari flu burung selamanya," tambah Collins.
Sebaiknya Anda baca juga:
Strain H5 telah menyebabkan penyakit parah dan angka kematian tinggi pada unggas, burung liar, dan mamalia yang terinfeksi di seluruh dunia.
Perdana Menteri Anthony Albanese pada hari Sabtu mengatakan, terdeteksinya kasus tersebut sangat mengkhawatirkan, dan pemerintahnya akan mengambil langkah-langkah untuk menekan penyebaran penyakit tersebut.
"Ini adalah sesuatu yang telah terjadi melalui burung migrasi, dan secara definisi telah terjadi di seluruh dunia, dan inilah mengapa kita mempersiapkan diri untuk hal ini," katanya.
Burung liar yang paling terpengaruh oleh strain H5 meliputi unggas air, burung pantai, burung laut, dan burung pemangsa.
Mamalia laut juga terpengaruh, beberapa deteksi pada hewan lain seperti kucing, kambing, alpaka, dan babi.
Dampak pada Tingkat Populasi
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!