Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pemerintah Diminta Buka Kembali Penempatan Pekerja Migran Indonesia di Timur Tengah

3 Selasa, 04 Agu 2026, 11:25 WIB | Oleh: Tim Penulis
Pemerintah Diminta Buka Kembali Penempatan Pekerja Migran Indonesia di Timur Tengah Pemerintah Diminta Buka Kembali Penempatan Pekerja Migran Indonesia di Timur Tengah Doc: Antara
Ket. Sebanyak 221 pekerja migran Indonesia yang melanggar dokumen keimigrasian di Arab Saudi dipulangkan ke Tanah Air di Bandara Soetta, Tangsel, 12 Januari 2025

JAKARTA - Pemerintah diminta membuka kembali penempatan pekerja migran Indonesia di Timur Tengah. Permintaan tersebut disampaikan sejumlah organisasi kemasyarakatan, asosiasi pejuang dan pemerhati hak pekerja migran Indonesia.

Organisasi tersebut meliputi Satgas P2MI Projo, Garda Prabowo, Angkatan Muda Bima Indonesia (AMBI), Sarikat Buruh Muslimin Indonesia (Sarbumusi), Buruh Migran Indonesia-Saudi Arabia (BMI-SA), Asosiasi Pengusaha Pekerja Migran Indonesia (APPMI), hingga Asosiasi Perusahaan Pekerja Migran Indonesia & Hak Asasi Manusia (AP2MI&HAM).

"Niat WNI untuk mencari rezeki di Timur Tengah sejatinya tetap tinggi dan tercatat sebagai salah satu penyumbang remitansi terbesar bagi negara," kata Ketua Umum Federasi Buruh Migran Nusantara Sarbamusi Ali Nurdin Abdurahman dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Selasa (4/8).

Moratorium penempatan pekerja migran Indonesia sektor domestik ke kawasan Timur Tengah, termasuk Arab Saudi, yang diberlakukan sejak 2015 belum resmi dicabut sepenuhnya. 

Meskipun wacana dan koordinasi pengkajian ulang serta penyiapan MoU perlindungan terus digulirkan oleh pemerintah, pengiriman resmi melalui jalur mandiri atau perseorangan di sektor domestik masih berstatus dilarang dan penempatan nonprosedural dinyatakan ilegal.

Moratorium dilakukan karena maraknya kasus kekerasan, ancaman hukuman mati, dan lemahnya perlindungan hukum bagi pekerja migran Indonesia di kawasan Timur Tengah. Kebijakan ini resmi tertuang dalam Keputusan Menteri Ketenagakerjaan Nomor 260 Tahun 2015.

Namun Ali Nurdin berpendapat, kebijakan moratorium melalui Kepnaker tersebut justru menyuburkan jalur nonprosedural alias ilegal yang membahayakan keselamatan pekerja migran Indonesia.

Namun, guna memberi perlindungan ekstra, dia menyebut Kementerian Ketenagakerjaan sempat menguji coba Skema Sistem Penempatan Satu Kanal (SPSK) untuk sektor domestik berbadan hukum.

Dikatakan bahwa uji coba SPSK tersebut dilakukan untuk penempatan di Arab Saudi.

"Ternyata di sana pun telah terjadi reformasi hukum yang menghormati konvensi ILO, hingga hasilnya terbukti ampuh. Hak-hak PMI jauh lebih terlindungi," tuturnya.

Kendati demikian, saat kewenangan beralih ke Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI), Abdurahman mengatakan skema positif itu cenderung "jalan di tempat", meski KP2MI mengeklaim sudah memiliki sistem SISKOP2MI.

Padahal, sambung dia, legalitas penempatan berbadan hukum tersebut sudah dipertegas melalui Peraturan Menteri P2MI Nomor 2 Tahun 2026.

Namun, di lapangan, ia menyatakan KP2MI mempraktikkan pemilihan jenis pekerjaan dan gender untuk penempatan pada pemberi kerja berbadan hukum swasta di Timur Tengah tanpa dasar hukum yang sah.

Akibat kebijakan tersebut, masyarakat kembali terdorong menggunakan jalur nonprosedural dan kehilangan hak perlindungan minimal.

Maka dari itu, Abdurahmam berharap KP2MI bisa segera membuka pelayanan penempatan PMI pada pemberi kerja berbadan hukum swasta di Timur Tengah tanpa membatasi jenis pekerjaan maupun gender.

Selain itu, KP2MI juga diminta agar mematuhi regulasi yang berlaku dan memangkas birokrasi penempatan yang lambat agar proses menjadi lebih mudah dan cepat.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Kapasitas Produksi Menganggur, Industri Didesak Bangkit
    Berita yang sangat melegakan bagi kita yang bergerak ...
  • Jakarta Timur Bersiap Jadi Magnet Investasi Baru, Kawasan 370 Hektare Ini Dilirik
    Tidak akan sukses. Catat ini. Ormas sm warlok ...
  • Industri Makanan dan Minuman Tumbuh 7,04 Persen, KRISTA InterFOOD 2026 Perluas Peluang Bisnis
    Pencapaian kinerja industri mamin yang impresif ini tentu ...
  • Ekspor Tembus 4,85 Miliar Dolar AS, UGM Dorong Teknologi Hijau Industri Kulit
    Ekspor kulit tembus 4,85 miliar dolar AS, UGM ...
  • GrabMart Catat Lonjakan Pesanan Dini Hari, Strategi Pemasaran Brand Perlu Berubah
    Banyak sekarang pekerja kantoran sampe rumah malam, lalu ...

Perkembangan Inflasi Indonesia pada Oktober 2026

52 menit yang lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Perkembangan Inflasi Indone...

Gencatan Senjata Lokal di Kherson Berakhir

1.5 jam yang lalu | Deri Henriawan

Luar Negeri
Gencatan Senjata Lokal di K...
Luar Negeri
Partai Komunis Tiongkok aka...
Advertisement
Polemik Kadar Emas, Konsumen Soroti Perbedaan Hasil Pengujian

Polemik Kadar Emas, Konsumen Soroti Perbedaan Hasil Pengujian

02 Nov 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.