Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kolaborasi Otorita IKN dan PNM Kembangkan Ekonomi Masyarakat di Dua Kabupaten Kaltim

📅 Selasa, 04 Agu 2026, 11:00 WIB | Oleh: Tim Penulis
Kolaborasi Otorita IKN dan PNM Kembangkan Ekonomi Masyarakat di Dua Kabupaten Kaltim Doc: Otorita IKN
Ket. Kepala Otorita IKN Basuki Hadimuljono (kanan) berbincang dengan Direktur PT PNM (Persero) Dradjad Hari Wibowo di Kantor Otorita IKN di Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara, Senin (3/8/2026).

PENAJAM PASER UTARA - Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) berkolaborasi dengan PT Permodalan Nasional Madani (Persero) mengembangkan ekonomi masyarakat di sebagian wilayah Kabupaten Penajam Paser Utara dan Kabupaten Kutai Kartanegara, Provinsi Kalimantan Timur.

"Pendanaan investasi, termasuk pemberdayaan UMKM, sangat membutuhkan intervensi PNM," ujar Kepala Otorita IKN Basuki Hadimuljono, Senin (3/8), ketika ditanya menyangkut kerja sama dengan PT PNM di Sepaku, Penajam Paser Utara.

Ia menjelaskan, kolaborasi diarahkan agar masyarakat lokal tidak hanya menjadi penonton, tetapi dapat menjadi calon warga ibu kota yang ikut terlibat dalam aktivitas ekonomi kawasan.

Hingga kini tercatat sedikitnya terdapat 4.767 UMKM di wilayah delineasi IKN tersebar di Kecamatan Sepaku, Muara Jawa, Loa Janan, Loa Kulu, Samboja, Samboja Barat dan Kecamatan Sanga-Sanga.

Data tersebut menjadi salah satu dasar penting, kata Basuki Hadimuljono, untuk memetakan kebutuhan pendampingan, akses pembiayaan, dan penguatan kapasitas usaha masyarakat.

Pembangunan IKN mempunyai target bebas kemiskinan di tahun 2035, lanjut Direktur PT PNM (Persero) Dradjad Hari Wibowo, dan banyak yang bisa dikerjasamakan dengan PNM.

Kerja sama dengan Otorita IKN, timpal dia lagi, terutama untuk mendukung target pengurangan kemiskinan dan penguatan ekonomi keluarga di wilayah sekitar IKN.

PT PNM (Persero) memiliki peran dalam pembiayaan dan pendampingan usaha mikro dan ultra mikro, termasuk melalui program ULaMM dan Mekaar.

ULaMM untuk pembiayaan mikro dan Mekaar fokus pada pembiayaan dan pemberdayaan untuk membina ekonomi keluarga sejahtera, khususnya bagi perempuan pelaku usaha ultra mikro.

Perbedaan PNM dengan perbankan, jelas Dradjad Hari Wibowo, adalah pendekatan pendampingan dan pendanaan yang diperoleh, termasuk dari perbankan, disalurkan kembali kepada pelaku usaha.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
gaia musik festival

Harga Cabai Rawit Rp61.450/Kg, Telur Ayam Rp31.800/Kg

22 menit yang lalu | Bambang Wijanarko

Ekonomi
Harga Cabai Rawit Rp61.450/...

Harga Telur di Tingkat Pengecer di Kabupaten Lebak Turun

28 menit yang lalu | Bambang Wijanarko

Ekonomi
Harga Telur di Tingkat Peng...

55 Kecamatan di Banten Krisis Air, Polda Kirim Bantuan

30 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
55 Kecamatan di Banten Kris...

4 Tempat Usaha Don Ritto Mulai Disisir Petugas Kejagung

35 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
4 Tempat Usaha Don Ritto Mu...

Warga Akan Lebih Sehat Bila Tinggal di Rumah yang Layak Huni

39 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Warga Akan Lebih Sehat Bila...

ASN Yang Segera Memasuki Masa Pensiun Perlu Persiapan

44 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
ASN Yang Segera Memasuki Ma...

Kalah Telak di Piala AFF: Timnas Indonesia Dibungkam Vietnam 0-3

Kalah Telak di Piala AFF: Timnas Indonesia Dibungkam Vietnam 0-3

03 Aug 2026
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.