Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Sekolah Rakyat Digenjot, Pemerintah Bidik Pemerataan Pendidikan

📅 Jumat, 22 Mei 2026, 21:45 WIB | Oleh: Tim Penulis
Sekolah Rakyat Digenjot, Pemerintah Bidik Pemerataan Pendidikan Doc: ANTARA FOTO/ Irwansyah Putra
Ket. Pekerja menata mobiller ruang kelas sekolah rakyat Sentra Darussa'adah Aceh di Aceh Besar, Aceh.

JAKARTA – Pembangunan Sekolah Rakyat mencerminkan upaya memperluas akses pendidikan bagi masyarakat yang selama ini berada dalam keterbatasan ekonomi dan geografis.

Program ini tidak hanya berfungsi sebagai penyedia fasilitas belajar, tetapi juga menjadi instrumen untuk mengurangi kesenjangan kualitas pendidikan antarwilayah dan kelompok sosial.

Dalam jangka panjang, keberadaan Sekolah Rakyat berpotensi memperkuat mobilitas sosial karena pendidikan menjadi pintu utama peningkatan kualitas sumber daya manusia.

Namun, tantangan utamanya tidak berhenti pada pembangunan fisik sekolah, melainkan pada keberlanjutan kualitas pengajar, kurikulum yang relevan, serta dukungan fasilitas agar sekolah mampu menghasilkan lulusan yang benar-benar kompetitif.

Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo memperkirakan sebanyak 88 Sekolah Rakyat rampung pada Juni 2026.

“Insya Allah, ya, akhir Juni selesai, minimum selesai, feeling saya mengatakan, sekitar 88 dari (target) 93 (unit gedung baru Sekolah Rakyat) itu pembangunan selesai,” kata Menteri PU dalam jumpa pers di Jakarta, Jumat (22/5).

Lebih lanjut ia mengatakan per Kamis (21/5), progres pembangunan unit baru Sekolah Rakyat mencapai 58-59 persen.

Dody pun mengakui progres pembangunan masih cenderung lamban dan tidak sesuai dengan prakiraan sebelumnya, mengingat target operasional sekitar 93 unit gedung baru Sekolah Rakyat mulai Juli 2026 dan lebih dari 30 ribu siswa baru.

Ia mengungkapkan ada kontrak pembangunan yang target penyelesaiannya justru melewati jadwal masuk tahun ajaran baru.

“Adik-adik (siswa Sekolah Rakyat) harus masuk di tahun ajaran baru, which is kapan? Juli 2026. Berarti bangunan harus siap di Juni 2026. Tapi, kontrak pembangunannya itu ada yang selesai di Juli, bahkan ada selesai di Oktober," ungkap Dody.

Adapun ia mengatakan sejumlah titik dengan progres terendah antara lain di Singkawang, Cilacap, Dharmasraya, Lombok Utara dan Brebes.

Sementara beberapa daerah dengan progres yang cukup baik di antaranya Sragen, Semarang, Bengkulu dan Medan.

Lebih jauh, Dody memastikan kualitas bangunan Sekolah Rakyat diperhatikan meskipun progresnya tengah dikebut. Ia menargetkan bangunan Sekolah Rakyat bisa bertahan setidaknya sampai 20 tahun mendatang.

“Kalau kualitas bangunan itu bukan suatu hal yang kita harus korbankan. Saya paling anti mengorbankan kualitas, paling anti. Apa pun yang terjadi, sekolah ini harus bertahan, mungkin kalau bisa lebih dari 20 tahun,” ujar Menteri PU.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...

Kemeriahan Gebyar PAUD Yogyakarta 2026

1.5 jam yang lalu | Fajar Alim M

Daerah
Kemeriahan Gebyar PAUD Yogy...
Megapolitan
Pelatihan Mengemudi Becak L...
Advertisement
Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.