Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Dukung Panen Raya di KSPEAN Wanam, KemenPU Siapkan Sumber Air Alternatif

📅 Selasa, 29 Sep 2026, 15:10 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Dukung Panen Raya di KSPEAN Wanam, KemenPU Siapkan Sumber Air Alternatif Doc: istimewa
Ket. Kementerian Pekerjaan Umum (PU) menyiapkan alternatif pemenuhan kebutuhan air untuk mendukung rencana panen raya perdana di Kawasan Swasembada Pangan, Energi, dan Air Nasional (KSPEAN) di Wanam, Kabupaten Merauke, Papua Selatan. Kesiapan sumber air menjadi salah satu variabel penting menjelang panen di kawasan tersebut

JAKARTA – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) menyiapkan alternatif pemenuhan kebutuhan air untuk mendukung rencana panen raya perdana di Kawasan Swasembada Pangan, Energi, dan Air Nasional (KSPEAN) di Wanam, Kabupaten Merauke, Papua Selatan. Kesiapan sumber air menjadi salah satu variabel penting menjelang panen di kawasan tersebut.

Salah satu alternatifnya adalah memanfaatkan air rawa dengan estimasi ketersediaan volume air sekitar 160.000 meter kubik. Alternatif lainnya adalah pemanfaatan air tanah melalui pembangunan sumur setelah dilakukan survei geolistrik untuk mengidentifikasi akuifer dan potensi air tanah.

Menteri PU, Dody Hanggodo mengatakan pengembangan lumbung pangan di berbagai daerah merupakan langkah strategis Presiden Prabowo Subianto dalam mewujudkan swasembada pangan nasional. 

“Sekitar Oktober-November akan ada panen raya padi di Wanam sekitar 180 hektar, (produksi) bisa sekitar 130-140 ton. Bagaimana hebatnya Pak Presiden naruh lumbung pangan nasional di seluruh titik di Indonesia, nggak cuma satu titik di pulau Jawa, Sumatera, Sulawesi. Jadi begitu di sini kering, di sana masih ada hujan. Hari ini kita bicara cuaca paling bagus di Papua. Untung kita masih punya Wanam,” kata Menteri Dody.

Di Lokasi panen raya perdana tersebut memiliki luas pengolahan tanah mencapai 220 hektar dengan luas penanaman hingga 127 hektar. Pada lokasi tanam bagian selatan seluas 107 hektare, kebutuhan air tercatat 48.384 meter kubik dengan ketersediaan 52.410 meter kubik. 

Sementara pada lokasi bagian utara seluas 20 hektare, kebutuhan air mencapai 34.560 meter kubik dengan ketersediaan 805 meter kubik sehingga masih terdapat defisit yang perlu dipenuhi melalui sumber air alternatif.

Secara keseluruhan, pengembangan KSPEAN Wanam yang merupakan amanat Inpres 14 Tahun 2025 ini mencakup lahan seluas 10.000 hektare dengan karakteristik hidrotopografi yang berbeda, mulai dari lahan kering, semi-basah, hingga rawa. Kondisi tersebut membutuhkan sistem pengelolaan air yang disesuaikan dengan karakteristik masing-masing kawasan.

Untuk mendukung sistem tata air di KSPEAN Wanam tersebut, pembangunan jaringan irigasi rawa dan pengendalian banjir terus dilakukan Kementerian PU. Hingga 25 September 2026, realisasi pembangunan infrastruktur SDA mencapai sekitar 125,6 kilometer dari total target 179,1 kilometer.

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa pembangunan infrastruktur Sumber Daya Air (SDA) menjadi salah satu kunci dalam mendukung keberlanjutan kegiatan pertanian di Papua Selatan. Selain memastikan air tersedia saat dibutuhkan, sistem tata air juga diperlukan untuk mengendalikan kelebihan air pada kawasan rawa sehingga lahan dapat dimanfaatkan secara lebih optimal.

Melalui pembangunan jaringan irigasi rawa, pengendalian banjir, serta penyiapan sumber air alternatif, Kementerian PU terus memperkuat dukungan infrastruktur untuk kawasan KSPEAN Wanam. Infrastruktur tersebut diharapkan menjadi fondasi bagi pengembangan lahan pertanian sekaligus mendukung terwujudnya swasembada pangan nasional.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
  • Mentan Bidik Investasi Besar, Industri Bioetanol Nasional Mulai Digenjot
    Langkah strategis dari pemerintah pusat, khususnya melalui jaminan ...
  • Kemenperin Perkuat Kemitraan IKM Singkong dan Industri Nasional
    Langkah Kemenperin mengintegrasikan IKM olahan singkong melalui Program ...
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...
Daerah
Preman Pelaku Pungli di Jal...

Final Ganda Putra Bulu Tangkis, Leo/Daniel Memaksa Set Ketiga

32 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Final Ganda Putra Bulu Tang...
Olahraga
Final Ganda Putra Bulu Tang...
Advertisement
Final Bertarung  Gagah Perkasa Jatuh Bangun, Leo/Daniel Persembahkan Medali Emas Ganda Putra Bulu Tangkis

Final Bertarung Gagah Perkasa Jatuh Bangun, Leo/Daniel Persembahkan Medali Emas Ganda Putra Bulu Tangkis

29 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.