Sedimen Numpuk di Intake Bendung Kamijoro, Pasokan Air 2.563 Hektar Sawah di Jogja Terganggu
📅 Kamis, 01 Okt 2026, 10:50 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Doc: istimewa
JAKARTA- Kementerian Pekerjaan Umum (PU) bergerak cepat menjaga pasokan air irigasi seluas 2.563 hektare sawah di Kabupaten Bantul dan Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) di tengah ancaman kekeringan tahun ini.
Upaya tersebut dilakukan melalui pengerukan sedimen di hulu intake Bendung Kamijoro yang membendung aliran Sungai Progo di perbatasan Bantul dan Kulon Progo. Tumpukan sedimentasi di depan pintu pengambilan air menyebabkan pendangkalan dan penyumbatan, sehingga debit air yang masuk ke jaringan irigasi mengalami penurunan.
Untuk memulihkan kapasitas, Kementerian PU melalui Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Serayu Opak melakukan penggalian dan pengerukan sedimen pada area seluas 5.420 meter persegi. Hasilnya, sebanyak 16.260 meter kubik sedimen berhasil diangkat.
Menteri PU Dody Hanggodo menegaskan pihaknya terus memperkuat kesiapsiagaan terhadap dampak kekeringan dengan mengoptimalkan infrastruktur sumber daya air yang telah ada.
"Air merupakan fondasi penting bagi pembangunan berkelanjutan. Karena itu, penanganan kekeringan harus dilakukan secara cepat, terukur, dan terpadu, termasuk dengan mengoptimalkan infrastruktur sumber daya air agar air yang tersedia dapat dimanfaatkan secara maksimal untuk memenuhi kebutuhan masyarakat," kata Menteri Dody di Jakarta, Rabu (30/9).
Sebaiknya Anda baca juga:
Bendung Kamijoro sendiri melayani Daerah Irigasi Pijenan seluas 2.563 hektare yang tersebar di Kabupaten Bantul. Dengan optimalnya kembali kapasitas intake, kontinuitas distribusi air irigasi diharapkan tetap terjaga sehingga risiko kekeringan, penurunan produksi, hingga gagal panen dapat ditekan.
Selain menjaga irigasi, bendung ini juga memiliki fungsi strategis lainnya. Bendung Kamijoro dilengkapi dengan intake air baku yang direncanakan akan menyuplai 300 liter per detik untuk Bandara Internasional Yogyakarta dan kawasan industri Sentolo di Kulon Progo, serta 200 liter per detik untuk Kabupaten Bantul.
Secara teknis, Bendung Kamijoro memiliki tinggi mercu dari sisi hulu 2,4 meter dengan lebar efektif 153 meter. Lebar bendung dengan pilar mencapai 161 meter dan dilengkapi delapan pilar, sedangkan lebar bendung dengan pembilas mencapai 171 meter. Infrastruktur ini dibangun oleh BBWS Serayu Opak, Direktorat Jenderal Sumber Daya Air pada 2016-2018.
Sebaiknya Anda baca juga:
Melalui pengerukan sedimen dan optimalisasi fungsi Bendung Kamijoro, Kementerian PU memastikan infrastruktur sumber daya air tetap mampu memberikan layanan di tengah tekanan musim kering, sekaligus menjaga keberlanjutan layanan irigasi dan ketahanan pangan.
Bendung Kamijoro juga dilengkapi dengan pembangunan rumah panel dan lansekap yang kini telah dimanfaatkan masyarakat sebagai salah satu tujuan pariwisata.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!