Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Tingkat Kepercayaan Investor Saat Ini Jauh Lebih Rendah

📅 Kamis, 21 Mei 2026, 01:15 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Tingkat Kepercayaan Investor Saat Ini Jauh Lebih Rendah Doc: antara
Ket. Pidato Presiden Prabowo Subianto di hadapan Sidang Paripurna DPR RI di Jakarta

» Pembenahan harus dimulai dari lingkar inti kekuasaan terlebih dahulu, baru kemudian jajaran pembantu Presiden.

JAKARTA - Pidato Presiden Prabowo Subianto di hadapan Sidang Paripurna DPR RI di Jakarta, Rabu (20/5) dinilai masih sebatas komitmen verbal yang sudah berkali-kali digaungkan, tetapi dalam implementasinya masih lemah karena masalah inkonsistensi kebijakan.

Pengamat kebijakan publik dari FITRA, Badiul Hadi yang diminta tanggapannya mengenai isi pidato Presiden itu mengatakan persoalan utama ekonomi Indonesia saat ini bukan pada minimnya komitmen verbal pemerintah, melainkan lemahnya konsistensi kebijakan.

“Problem kita hari ini bukan pada kurangnya komitmen verbal, melainkan lemahnya konsistensi kebijakan,” kata Badiul.

Aturan di Indonesia terlalu mudah berubah, sering muncul mendadak, dan kerap tidak sinkron antar elite pemerintahan. Kondisi tersebut membuat investor sulit membaca arah kebijakan meski Presiden sudah menyampaikan pidato soal kepastian hukum.

“Investor tidak hanya mendengar pidato Presiden, tetapi membaca stabilitas keputusan negara. Karena itu, pembenahan harus dimulai dari lingkar inti kekuasaan terlebih dahulu, baru kemudian jajaran pembantu Presiden,” katanya.

Jika pusat kendali pemerintahan tidak solid, maka kepastian hukum sulit dipercaya pasar. Ia mencontohkan wacana monopoli ekspor sawit melalui BUMN sebagai bukti nyata bagaimana ketidakpastian kebijakan dapat merusak iklim investasi. Investor di sektor sumber daya alam menanam modal besar dengan asumsi adanya kepastian atas rantai bisnis, termasuk akses ekspor.

“Ketika negara tiba-tiba mengambil alih jalur perdagangan melalui mekanisme tunggal BUMN, pasar menangkap sinyal bahwa aturan dapat berubah sewaktu-waktu sesuai arah politik. Ini berbahaya bagi persepsi investasi jangka panjang,” kata Badiul.

Kebijakan seperti itu jelas Badiul berpotensi menciptakan praktik monopolistik, menambah biaya birokrasi, dan memperlambat rantai ekspor. Ia menekankan bahwa pasar global membutuhkan efisiensi dan kepastian kontrak, bukan sentralisasi tata niaga yang belum tentu siap secara operasional.

Apalagi, masa transisi yang hanya tiga bulan dinilai berisiko memicu kekacauan administrasi, logistik, hingga kontrak dagang di lapangan.

“Nasionalisme ekonomi penting, tetapi tidak boleh mengorbankan kredibilitas regulasi. Negara memang berhak memperkuat kontrol atas sumber daya alam strategis strategis, namun intervensi harus terukur, terbatas pada komoditas tertentu, dan didukung kesiapan institusi,” katanya.

Tanpa konsistensi kebijakan, pernyataan Presiden tentang kepastian hukum hanya akan terdengar normatif. Sementara di lapangan, praktik kebijakan justru memperbesar persepsi risiko usaha di Indonesia.

Bersihkan Birokrasi dari Pungli

Sebelumnya Presiden Prabowo memerintahkan seluruh menteri, kepala badan dan pemimpin lembaga negara segera mengambil inisiatif membersihkan birokrasi dari praktik pungutan liar serta korupsi yang menghambat jalannya perekonomian nasional.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
Advertisement
jjroyal-luwak

Harga Cabai Rawit Rp102.250/Kg, Telur Ayam Rp28.400/Kg

42 menit yang lalu | Bambang Wijanarko

Ekonomi
Harga Cabai Rawit Rp102.250...
Advertisement
Jadwal Liga Champions: PSG Ditantang Barcelona, Bayern Muenchen Jamu Arsenal

Jadwal Liga Champions: PSG Ditantang Barcelona, Bayern Muenchen Jamu Arsenal

20 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.