Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

AI Bukan Pengganti Otak, Rektor UT Dorong Mahasiswa Siapkan Diri Menuju Indonesia Emas 2045

📅 Rabu, 19 Agu 2026, 14:37 WIB | Oleh: Tim Penulis
AI Bukan Pengganti Otak, Rektor UT Dorong Mahasiswa Siapkan Diri Menuju Indonesia Emas 2045 Doc: Antara
Ket. Rektor Universitas Terbuka (UT) Prof Ali Muktiyanto pada kegiatan "Rektor Menyapa" di Universitas Terbuka Convention Center (UTCC), Tangerang Selatan, Banten, Rabu (19/8).

Jakarta - Rektor Universitas Terbuka (UT) Prof Ali Muktiyanto mendorong para mahasiswa untuk memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) secara bijak sebagai alat bantu berpikir kritis, guna mempersiapkan diri menjadi pemimpin di era Indonesia Emas 2045.

Pada kegiatan "Rektor Menyapa" di Universitas Terbuka Convention Center (UTCC), Tangerang Selatan, Banten, Rabu (19/8), Rektor UT mengingatkan di era digital yang serba cepat, mahasiswa merupakan pemegang estafet kepemimpinan yang akan menentukan arah masa depan bangsa saat merayakan satu abad kemerdekaannya kelak.

"Saudara adalah pemegang saham utama masa depan bangsa. Tepat 19 tahun dari sekarang, pada tahun 2045, Republik Indonesia akan genap berusia 100 tahun. Kita mencanangkan visi besar Indonesia Emas 2045, sebuah bangsa yang maju, sejahtera, berdaulat, dan diperhitungkan dalam sejarah kekuatan utama dunia," kata Ali.

Untuk menunjang visi besar tersebut, UT telah menyediakan ekosistem pembelajaran jarak jauh mutakhir, termasuk pendampingan akademik yang digerakkan oleh teknologi kecerdasan buatan.

Kendati teknologi telah memberikan kemudahan yang luar biasa, Rektor UT mengingatkan adanya tantangan besar terkait integritas akademik. Ia menyebut kemudahan akses informasi melalui AI tidak boleh disalahgunakan untuk mengambil jalan pintas yang manipulatif.

"Derajat yang tinggi itu tidak akan pernah bisa diraih melalui jalan pintas yang licik. Di tengah kemudahan akses digital dan AI saat ini, godaan untuk berbuat curang sangatlah besar," ujar Ali menegaskan.

Ali meminta para mahasiswa untuk menjadikan AI murni sebagai instrumen pengembangan diri dan perluasan wawasan, alih-alih menyerahkan sepenuhnya tugas-tugas akademik kepada mesin yang berpotensi mematikan nalar.

"Ketika saudara menulis karya ilmiah, cantumkan sumber dengan jujur. Ketika saudara mengerjakan tugas dan ujian, percayalah pada kemampuan otak dan perasaan, dan perasaan keringat sendiri. Gunakan AI sebagai alat bantu untuk memperluas cakrawala, bukan sebagai pengganti proses berpikir kritis saudara," lanjut dia.

Ali menegaskan kemajuan teknologi dan kecerdasan artifisial harus selalu diiringi dengan fondasi etika dan moral yang kuat dari para penggunanya. Menurutnya, sebuah bangsa tidak akan hancur hanya karena kurangnya inovasi, melainkan karena krisis integritas.

Oleh karena itu, generasi yang akan mengisi dan memimpin Indonesia Emas 2045 haruslah mereka yang tidak sekadar pintar secara akademik, tetapi juga mampu beradaptasi dengan disrupsi teknologi sekaligus teguh memegang nilai-nilai moralitas bangsa.

"Indonesia Emas 2045 akan dipimpin, dikerahkan, dan dimenangkan oleh orang-orang seperti saudara, para penjelajah ilmu sepanjang hayat, para pembelajar mandiri yang tangguh adaptif terhadap teknologi, berwawasan global, namun tetap berakar kuat pada nilai-nilai ketuhanan dan etika bangsa," tutur Ali Muktiyanto.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Citilink Flight Sale 231026 Halaman Rubrik
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
Nasional
SKK Migas Umumkan Kurangi E...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Membanggakan! Dua Perempuan Indonesia Jadi Juara Dunia Kewirausahaan Sosial, Apa Rahasia Mereka?

Membanggakan! Dua Perempuan Indonesia Jadi Juara Dunia Kewirausahaan Sosial, Apa Rahasia Mereka?

24 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.