Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Eropa Dilanda Gelombang Panas Terbaru

📅 Selasa, 23 Jun 2026, 02:40 WIB | Oleh: Tim Penulis
Eropa Dilanda Gelombang Panas Terbaru Doc: AFP/JORGE GUERRERO
Ket. GELOMBANG PANAS - Seorang teknisi sedang memperbaiki penyejuk ruangan di sebuah restoran di pusat Kota Ronda, Spanyol selatan pada Minggu (21/6). Saat ini dilaporkan bahwa gelombang panas terbaru tengah melanda sebagian besar Eropa.

PARIS – Tiga belas orang tewas karena tenggelam akibat suhu yang sangat panas di Prancis selama akhir pekan, dengan gelombang panas diperkirakan akan meningkat mulai Senin (22/6) di sebagian besar Eropa, sehingga memicu peringatan dan langkah-langkah khusus.

Gelombang panas terbaru yang membuat benua itu gerah telah menyebabkan pembatalan acara di luar ruangan, gangguan transportasi, penutupan sekolah, dan permintaan agar pekerja kantoran bekerja dari rumah, sementara pihak berwenang mengeluarkan peringatan kesehatan untuk melindungi para lansia dan kelompok rentan.

Pada Senin, Dinas Meteorologi Inggris (Met Office) mengeluarkan peringatan merah yang jarang terjadi untuk cuaca panas ekstrem, yang merupakan tingkat peringatan tertinggi dari badan cuaca nasional, yang menunjukkan risiko terhadap nyawa dan kemungkinan penutupan infrastruktur utama seperti jalan raya dan jalur kereta api.

Peringatan ini berlaku mulai pukul 09.00 pagi pada hari Rabu (24/6) hingga pukul 21.00 malam pada hari Kamis (25/6) dan mencakup wilayah luas di Inggris tengah dan selatan, termasuk London dan Birmingham, dua kota terbesar di Inggris.

“Suhu di tempat teduh bisa meningkat hingga 38 hingga 40 derajat Celsius di daerah yang terdampak,” demikian peringatan dari Met Office.

Sementara itu di Prancis, 49 dari 96 dinas di negara itu berada dalam status siaga panas tertinggi, dengan suhu diperkirakan naik hingga 43 Celsius di Kota Bordeaux di barat daya dan 39 Celsius di Ibu Kota Paris, menurut Dinas Layanan Cuaca Prancis, Meteo-France.

Unit tanggap darurat pemerintah Prancis memperingatkan masyarakat untuk tidak mencoba mendinginkan diri di area yang tidak diawasi seperti danau dan sungai, setelah beberapa kasus tenggelam pada akhir pekan lalu, termasuk seorang gadis berusia 13 tahun.

Dilaporkan pula bahwa sekitar 845 sekolah ditutup pada Senin karena cuaca panas, sementara 1.800 sekolah lainnya akan mengizinkan siswa pulang lebih awal dari biasanya.

Para peramal cuaca Prancis mengatakan gelombang panas saat ini, yang telah menyebabkan kematian beberapa orang lanjut usia, berpotensi sama seriusnya dengan gelombang panas pada Agustus 2003 yang menewaskan hampir 15.000 orang di Prancis.

Suhu tinggi juga telah menyebabkan pembatalan festival musik jalanan tahunan di beberapa kota di Prancis, sementara penayangan pertandingan sepak bola Piala Dunia Spanyol melawan Arab Saudi di luar ruangan dibatalkan di Madrid.

Pihak berwenang Prancis dan Belgia juga membatalkan atau mengurangi layanan kereta karena kekhawatiran akan kerusakan yang menyebabkan kemacetan dan keterlambatan.

Gelombang panas saat ini adalah yang kedua dalam beberapa bulan berturut-turut, setelah gelombang panas yang luar biasa pada bulan Mei yang memecahkan rekor baru.

Para ilmuwan telah menunjukkan bahwa gelombang panas yang berulang merupakan penanda jelas dari pemanasan global, dan memperingatkan bahwa gelombang panas tersebut akan menjadi lebih sering, lebih lama, dan lebih intens.

Meteo-France menyatakan bahwa dari 51 gelombang panas yang tercatat di seluruh negeri sejak tahun 1947, 34 terjadi sejak tahun 2000 dan 26 sejak tahun 2011. AFP/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Megapolitan
Wali Kota Bogor Ajak Pemuda...

Kejuaraan Taekwondo Asia 2026 Digelar di Jakarta, Jadi Ajang Perebutan Poin Olimpiade Los Angeles 2028.

Kejuaraan Taekwondo Asia 2026 Digelar di Jakarta, Jadi Ajang Perebutan Poin Olimpiade Los Angeles 2028.

03 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.