Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Pemerintah Percepat Ekosistem AI dan Data Center untuk Kejar Pertumbuhan Ekonomi

📅 Kamis, 21 Mei 2026, 09:00 WIB | Oleh:
Pemerintah Percepat Ekosistem AI dan Data Center untuk Kejar Pertumbuhan Ekonomi Doc: Kemenko Perekonomian
Ket. Forum Nasional bertajuk “Indonesia Digital Leap: Akselerasi Ekosistem Data Center, AI & Keamanan Siber untuk Pertumbuhan Ekonomi Nasional” di Gedung Ali Wardhana, Jakarta, Rabu (20/5). Acara ini digelar Kemenko Perekonomian untuk mempercepat pengembangan data center, AI, dan keamanan siber demi mendukung target pertumbuhan ekonomi nasional 8 persen.

JAKARTA — Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia menggelar Forum Nasional bertajuk “Indonesia Digital Leap: Akselerasi Ekosistem Data Center, AI & Keamanan Siber untuk Pertumbuhan Ekonomi Nasional” di Gedung Ali Wardhana, Jakarta, Rabu (20/5). Forum ini menjadi wadah konsolidasi pemerintah, industri, dan asosiasi untuk mempercepat pembangunan infrastruktur digital nasional sebagai penopang target pertumbuhan ekonomi 8 persen.

Forum yang dihadiri lebih dari 200 peserta dari kalangan regulator, pelaku industri, hingga pembuat kebijakan tersebut menitikberatkan pada penguatan ekosistem data center, pengembangan kecerdasan artifisial (AI), serta keamanan siber nasional.

Penyelenggaraan forum ini merujuk pada Peraturan Presiden Nomor 4 Tahun 2026 tentang Satuan Tugas Percepatan Pertumbuhan Ekonomi yang menempatkan infrastruktur digital sebagai salah satu fondasi utama menuju target pertumbuhan ekonomi nasional dan visi Indonesia Emas 2045.

Deputi Koordinasi Perdagangan dan Ekonomi Digital Kemenko Perekonomian, Ali Murtopo Simbolon, menegaskan transformasi digital kini menjadi faktor strategis bagi pembangunan ekonomi Indonesia.

“Infrastruktur digital yang Tangguh data center, AI, dan keamanan siber adalah fondasi yang akan menopang pertumbuhan ekonomi berkelanjutan Indonesia,” ujarnya dalam sambutan pembukaan pada acara tersebut.

Sementara itu, Direktur Kecerdasan Artifisial dan Ekosistem Teknologi Baru Ditjen Ekosistem Digital Kementerian Komunikasi dan Digital Republik Indonesia, Aju Widia Sari, mengatakan penguatan konektivitas digital tidak lagi sekadar pilihan, melainkan kebutuhan strategis untuk memperkuat daya saing ekonomi nasional.

Menurutnya, percepatan pembangunan data center, pengembangan AI, dan penguatan ketahanan siber harus dilakukan secara kolaboratif antara pemerintah, industri, dan asosiasi agar Indonesia mampu menjadi pelaku utama dalam ekosistem digital global.

Dari sisi keamanan siber, Wakil Kepala Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), Rachmad Wibowo, menyoroti meningkatnya ancaman siber global yang menyasar infrastruktur kritikal dan sektor strategis. Ancaman seperti ransomware, Advanced Persistent Threats (APT), hingga serangan terhadap infrastruktur penting memerlukan pendekatan keamanan siber yang lebih menyeluruh.

Menurut Rachmad, Indonesia membutuhkan sistem deteksi dini yang kuat, respons insiden cepat, serta penguatan ekosistem keamanan siber yang melibatkan pemerintah, BUMN, sektor swasta, dan akademisi.

Ia juga menekankan pentingnya investasi pada teknologi Security Operations Center (SOC), threat intelligence sharing, serta pengembangan talenta keamanan siber nasional untuk menjaga kedaulatan digital Indonesia.

“Investasi dalam teknologi Security Operations Center (SOC), threat intelligence sharing, dan pengembangan talenta cybersecurity menjadi prioritas mutlak untuk melindungi kedaulatan digital dan keberlanjutan ekonomi digital Indonesia,” paparnya.

Forum nasional tersebut menghadirkan dua sesi panel utama. Panel pertama membahas pembangunan ekosistem data center dan AI nasional yang berdaya saing global untuk mendukung pertumbuhan ekonomi. Sementara panel kedua mengangkat strategi keamanan siber nasional dalam melindungi infrastruktur digital, data center, dan sektor keuangan Indonesia.

Sejumlah pembicara turut hadir dalam forum ini, antara lain I Nyoman Adhiarna, Hammam Riza, Agus Hartono Wijaya, Ronny Arnaz, Rendy Maulana Akbar, Bondan Widiawan, serta Gonthor R. Aziz.

Pada kesempatan yang sama, forum juga menjadi ajang soft launching Digital Transformation Indonesia Conference & Expo 2026 dan Cyber Resilience & Defense Conference & Expo 2026 yang akan digelar pada 5–6 Agustus 2026 di Jakarta International Convention Center.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Pembukaan Meriah Warnai Piala Dunia 2026

37 menit yang lalu | Fajar Alim M

Olahraga
Pembukaan Meriah Warnai Pia...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Event Seru di Jakarta Akhir Pekan 13-14 Juni: Serunya Jakarta Fair 2026 hingga JAKIM

Event Seru di Jakarta Akhir Pekan 13-14 Juni: Serunya Jakarta Fair 2026 hingga JAKIM

12 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.