Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Bunda Parenting Convention 2026 Bekali Orang Tua Hadapi Tantangan Tumbuh Kembang Anak di Era Modern

3 Selasa, 11 Agu 2026, 23:10 WIB | Oleh:
Bunda Parenting Convention 2026 Bekali Orang Tua Hadapi Tantangan Tumbuh Kembang Anak di Era Modern Bunda Parenting Convention 2026 Bekali Orang Tua Hadapi Tantangan Tumbuh Kembang Anak di Era Modern Doc: BHMS
Ket. Bunda Parenting Convention 2026 di Gambir, Jakarta Pusat pada hari Sabtu (8/8). Kegiatan ini hadir untuk membekali orang tua menghadapi tantangan tumbuh kembang anak di era modern melalui edukasi, layanan kesehatan, dan kolaborasi keluarga.

Era Modern

JAKARTA — Tantangan tumbuh kembang anak di era modern semakin kompleks. Persoalan pengasuhan kini tidak hanya berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan fisik anak, tetapi juga menyangkut nutrisi, stimulasi perkembangan, kesehatan mental keluarga, hingga kemampuan orang tua memilah informasi kesehatan yang kredibel.

Kondisi tersebut mendorong PT Bundamedik Tbk (BMHS/RS Bunda Group) melalui RSIA Bunda Jakarta untuk kembali menghadirkan Bunda Parenting Convention 2026. Kegiatan ini digelar dalam rangka memperingati Hari Anak Internasional dan Pekan Menyusui Internasional dengan mengusung tema From The First Heartbeat to a Bright Future, Every Step Matters.

Melalui kegiatan tersebut, BMHS menegaskan komitmennya untuk memperkuat kesehatan holistik ibu dan anak dengan melibatkan keluarga, tenaga kesehatan, lingkungan kerja, komunitas, serta berbagai unsur pendukung lainnya.

BMHS memandang kesehatan ibu dan anak tidak berhenti pada layanan medis. Dukungan terhadap keluarga juga perlu dibangun melalui integrasi layanan klinis, edukasi, dan keterlibatan orang tua dalam setiap tahap tumbuh kembang anak.

Presiden Komisaris PT Bundamedik Tbk (BMHS), Dr. dr. Ivan Rizal Sini, mengatakan penguatan ekosistem keluarga menjadi bagian dari komitmen BMHS selama lebih dari lima dekade.

“Selama lebih dari lima dekade, BMHS terus memperkuat ekosistem keluarga agar mampu mendampingi tumbuh kembang anak sejak awal kehidupan hingga tumbuh optimal,” ujar Ivan melalui siaran pers pada hari Selasa (11/8).

Menurut dia, pendekatan tersebut dilakukan dengan mengintegrasikan layanan klinis, edukasi, dan pendampingan keluarga sekaligus membuka ruang kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan dalam ekosistem pengasuhan.

“Melalui pendekatan ini, kami ingin memastikan keluarga Indonesia memperoleh dukungan yang relevan dan berkelanjutan dalam menghadapi berbagai tantangan pengasuhan di era modern,” tambahnya.

Perkuat Layanan Kesehatan Ibu dan Anak

Sebagai bagian dari upaya membangun ekosistem kesehatan keluarga yang holistik, BMHS terus memperkuat Center of Excellence kesehatan wanita dan anak melalui layanan multidisiplin.

Di RSIA Bunda Jakarta, pendekatan tersebut diwujudkan melalui kolaborasi dokter spesialis dan subspesialis. Rumah sakit juga menerapkan Family Integrated Care (FICare) dan Kangaroo Mother Care (KMC) di Neonatal Intensive Care Unit (NICU).

Pendekatan tersebut dilengkapi dengan edukasi sejak masa antenatal hingga masa tumbuh kembang anak. Dengan demikian, orang tua tidak hanya menjadi penerima layanan kesehatan, tetapi juga didorong untuk berperan aktif dalam proses perawatan dan perkembangan anak.

Komisaris Independen BMHS, Retno Marsudi, menekankan pentingnya lingkungan yang mendukung ibu dan keluarga sejak awal kehidupan anak.

“Sebagai seorang ibu, saya percaya bahwa ibu adalah arsitek kehidupan. Nilai dan prinsip tidak pertama kali disemai di institusi pendidikan, tetapi dari rumah sejak dini, dan ibu adalah penyemai pertama,” tutur Retno.

Menurut Retno, menjalankan peran sebagai perempuan yang bekerja sekaligus membangun keluarga memang menghadirkan tantangan. Namun, kondisi tersebut tetap dapat dijalani dengan dukungan lingkungan dan pembagian peran yang baik dalam keluarga.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Kapasitas Produksi Menganggur, Industri Didesak Bangkit
    Berita yang sangat melegakan bagi kita yang bergerak ...
  • Jakarta Timur Bersiap Jadi Magnet Investasi Baru, Kawasan 370 Hektare Ini Dilirik
    Tidak akan sukses. Catat ini. Ormas sm warlok ...
  • Industri Makanan dan Minuman Tumbuh 7,04 Persen, KRISTA InterFOOD 2026 Perluas Peluang Bisnis
    Pencapaian kinerja industri mamin yang impresif ini tentu ...
  • Ekspor Tembus 4,85 Miliar Dolar AS, UGM Dorong Teknologi Hijau Industri Kulit
    Ekspor kulit tembus 4,85 miliar dolar AS, UGM ...
  • GrabMart Catat Lonjakan Pesanan Dini Hari, Strategi Pemasaran Brand Perlu Berubah
    Banyak sekarang pekerja kantoran sampe rumah malam, lalu ...
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Ekspor Indonesia ke China Tembus US$54,17 Miliar! Komoditas Apa yang Paling Diburu?

Ekspor Indonesia ke China Tembus US$54,17 Miliar! Komoditas Apa yang Paling Diburu?

03 Nov 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.