Polisi Australia Sita 2,7 Ton Kokain yang Dikubur dalam Bunker, Tangkapan Terbesar dalam Sejarah
📅 Senin, 22 Jun 2026, 08:32 WIB | Oleh: Tim PenulisSYDNEY - Polisi Australia menyita 2,7 ton kokain yang disembunyikan dalam wadah plastik yang dikubur di bawah tanah di pinggiran Sydney, kata para detektif, Senin (22/6).
Ini adalah penyitaan kokain terbesar dalam sejarah Australia, kata satuan tugas investigasi kejahatan terorganisir gabungan dalam sebuah pernyataan.
Polisi menduga sebuah kelompok kejahatan terorganisir yang berbasis di Sydney mengatur agar sebuah kapal asing menurunkan kokain di Queensland utara sebelum memindahkannya ke Sydney untuk didistribusikan.
"Investigasi mengenai asal-usul narkoba tersebut masih berlangsung, dan kami akan bekerja sama dengan mitra penegak hukum internasional dan domestik kami untuk mengidentifikasi sindikat kriminal tersebut," kata Komandan Kepolisian Federal Australia, Stephen Jay.
Polisi menemukan kokain tersebut pada hari Jumat (19/6) di dalam wadah plastik yang dikubur di bunker bawah tanah yang disamarkan oleh lantai palsu, kata polisi.
Sebaiknya Anda baca juga:
Benda itu disembunyikan di bagian belakang sebuah properti di Londonderry, sebuah pinggiran kota semi-pedesaan di barat laut wilayah metropolitan Sydney.
Petugas menangkap dua pria berusia 21 dan 25 tahun yang diduga mencoba melarikan diri.
Masing-masing pria tersebut didakwa dengan pasal kepemilikan narkoba impor ilegal dalam jumlah komersial -- suatu pelanggaran yang diancam dengan hukuman maksimal penjara seumur hidup.
Sebaiknya Anda baca juga:
Enam orang lainnya yang diduga terlibat telah ditangkap dan didakwa dengan pelanggaran terkait kepemilikan narkoba ilegal, kata polisi.
Warga Australia yang kaya raya rela membayar harga tertinggi di dunia untuk narkoba seperti kokain dan metamfetamin.
Pasar gelap semakin menarik perhatian jaringan kriminal canggih dari Asia Tenggara hingga Amerika Selatan.
Kematian terkait kokain di Australia melonjak 28 persen menjadi rekor 141 kasus pada tahun 2024, menurut laporan tahunan tentang overdosis yang dirilis bulan ini oleh Penington Institute, yang meneliti penggunaan narkoba.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!