Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Rimini Street Luncurkan Layanan Tata Kelola untuk Amankan dan Kendalikan Agen AI Perusahaan

📅 Rabu, 12 Agu 2026, 00:02 WIB | Oleh:
Rimini Street Luncurkan Layanan Tata Kelola untuk Amankan dan Kendalikan Agen AI Perusahaan Doc: Rimini Street
Ket. Ilustrasi tata kelola AI. Rimini Street meluncurkan Rimini Govern for AI untuk membantu perusahaan mengelola keamanan, tata kelola, kepatuhan, kinerja, dan ROI agen AI.

JAKARTA — Penggunaan agen kecerdasan buatan (AI) di lingkungan perusahaan terus berkembang, tetapi ekspansi teknologi tersebut juga menghadirkan tantangan baru terkait keamanan, tata kelola, kepatuhan, dan pengendalian operasional.

Menjawab kebutuhan tersebut, Rimini Street meluncurkan Rimini Govern for AI, layanan yang dirancang untuk membantu perusahaan mengelola aktivitas dan alur kerja agen AI secara terpusat.

Layanan tersebut merupakan bagian dari portofolio tata kelola, risiko, dan kepatuhan atau Governance, Risk, and Compliance (GRC) Rimini Govern. Rimini Street menyatakan layanan ini ditujukan untuk membantu organisasi memantau penggunaan agen AI, menerapkan kontrol keamanan, mengukur kinerja, serta menghitung biaya dan nilai bisnis yang dihasilkan dari implementasi AI.

Rimini Govern for AI disediakan melalui Pusat Komando Global Rimini Street dengan dukungan tim insinyur AI. Layanan tersebut beroperasi sepanjang waktu, 24 jam sehari, tujuh hari dalam sepekan.

CEO Rimini Street Seth Ravin mengatakan semakin luasnya penggunaan AI membuat perusahaan membutuhkan sistem pengawasan yang mampu mengimbangi perkembangan teknologi tersebut.

“Dengan Rimini Govern for AI, organisasi kini dapat menerapkan dan memperluas penggunaan agen AI dengan lebih percaya diri dan aman, didukung oleh pengawasan, kendali, visibilitas, serta kapabilitas pengukuran,” kata Ravin melalui keterangannya pada hari Selasa (11/8).

Menurut dia, kemampuan tersebut diperlukan agar perusahaan dapat mempercepat adopsi AI sekaligus mengukur dampaknya terhadap biaya operasional, profitabilitas, dan daya saing.

Mengatasi Kesenjangan Pengendalian AI

Rimini Street menilai salah satu persoalan yang muncul seiring meningkatnya penggunaan agentic AI adalah keterbatasan perusahaan dalam memantau aktivitas agen yang bekerja di berbagai sistem.

Perusahaan dapat menghadapi kondisi yang disebut sebagai shadow AI, ketika penggunaan perangkat atau layanan AI berlangsung tanpa pengawasan dan kerangka tata kelola yang seragam.

Fragmentasi alat pemantauan, perbedaan kebijakan antarunit bisnis, serta keterbatasan dalam mengukur kinerja dan biaya agen AI juga dapat menyulitkan perusahaan memperoleh gambaran menyeluruh mengenai penggunaan teknologi tersebut.

Kondisi tersebut berpotensi menciptakan kesenjangan antara kemampuan agen AI dan kemampuan organisasi dalam mengendalikan operasionalnya.

Rimini Street mengutip proyeksi Gartner yang menyebut bahwa pada 2027 sebanyak 40 persen perusahaan diperkirakan akan menurunkan status atau menghentikan penggunaan agen AI otonom karena menemukan kesenjangan tata kelola setelah terjadi insiden di lingkungan produksi.

R “Ray” Wang, CEO Constellation Research, mengatakan perusahaan yang mulai berpindah dari tahap eksperimen AI menuju penerapan dalam skala besar membutuhkan sistem pengawasan dan pengendalian yang lebih terstruktur.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Luar Negeri
Sekjen PBB Soroti Tantangan...
Advertisement
Antrean Menyusut Jadi 0,5 Kilometer, Layanan Ketapang–Gilimanuk Makin Terkendali

Antrean Menyusut Jadi 0,5 Kilometer, Layanan Ketapang–Gilimanuk Makin Terkendali

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.