Daerah Rawan Jadi Prioritas, Jalan Diperkuat Sebelum Bencana Datang
📅 Rabu, 12 Agu 2026, 00:00 WIB | Oleh: Tim RedaksiJAKARTA – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) memperkuat struktur jalan dan lereng di ruas jalan nasional Padang Panjang–Sicincin, kawasan Lembah Anai, Sumatera Barat. Penguatan ini dilakukan agar infrastruktur jalan tidak mudah rusak dan lebih tahan terhadap potensi bencana di masa mendatang.
Penanganan difokuskan pada segmen KM 61+600 hingga KM 67+400 sepanjang sekitar 5,8 km. Kawasan ini merupakan salah satu titik yang terdampak parah banjir bandang dan tanah longsor pada November 2025 lalu.
Menteri PU Dody Hanggodo mengatakan, perbaikan pascabencana tidak bisa hanya dilakukan pada badan jalan yang rusak saja. Menurutnya, penguatan pada lereng dan sistem pengendalian aliran air merupakan kunci agar jalan dapat berfungsi secara aman dan berkelanjutan.
“Kalau kita menangani jalannya, tebingnya juga wajib ditangani. Kalau tidak, jalannya tidak akan bertahan lama. Karena itu seluruh penanganan di kawasan ini dilakukan secara permanen agar lebih aman dan berkelanjutan,” tegas Menteri Dody di Jakarta, Selasa (11/8).
Melalui Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Sumatera Barat, Direktorat Jenderal Bina Marga, Kementerian PU melakukan penanganan di sejumlah titik kritis dengan berbagai metode perkuatan lereng. Pekerjaan yang dilakukan meliputi pemasangan soldier pile, shotcrete dan soil nailing, bronjong, terramesh, retaining wall concrete (RWC), serta geomat HDPE.
Sebaiknya Anda baca juga:
Salah satu pekerjaan utama adalah pemasangan 901 titik borepile pada lokasi-lokasi yang paling rawan. Struktur borepile ini berfungsi untuk meningkatkan stabilitas lereng dan menopang badan jalan di kawasan dengan kondisi medan yang rentan terhadap longsor.
Penanganan Drainase
Selain perkuatan lereng, Kementerian PU juga melakukan penanganan pada sistem drainase dan penguatan tebing. Langkah ini bertujuan untuk mengurangi potensi kerusakan akibat aliran air permukaan maupun gerusan air. Pendekatan yang dilakukan bersifat terpadu, sehingga penanganan tidak hanya menyasar kerusakan yang terlihat di permukaan, tetapi juga memperkuat struktur di bawahnya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Paket pekerjaan penanganan ini mulai dilaksanakan pada 28 November 2025 dan telah selesai pada 26 Juli 2026. Nilai kontrak pekerjaan mencapai Rp460,4 miliar dan dilaksanakan oleh PT Hutama Karya Infrastruktur.
Untuk mendukung pelaksanaan di medan yang cukup kompleks dan curam, Kementerian PU mengerahkan berbagai peralatan berat. Di antaranya excavator, pile machine, vibro, dump truck, asphalt finisher, dan pneumatic tire roller (PTR).
Penanganan di Lembah Anai ini merupakan bagian dari upaya Kementerian PU untuk membangun infrastruktur jalan yang tidak hanya fungsional, tetapi juga lebih aman dan tangguh menghadapi risiko bencana. Dengan penguatan struktur jalan, lereng, tebing, dan drainase secara terpadu, diharapkan Ruas Padang Panjang–Sicincin dapat terus mendukung kelancaran mobilitas masyarakat dan distribusi barang dan jasa secara berkelanjutan.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!