Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Wapres Filipina Dikenai Tuntutan Terkait Ancaman pada Presiden Marcos Jr

📅 Rabu, 12 Agu 2026, 02:15 WIB | Oleh:
Wapres Filipina Dikenai Tuntutan Terkait Ancaman pada Presiden Marcos Jr Doc: AFP/JAM STA ROSA
Ket. Sara Duterte

MANILA - Wakil Presiden Filipina, Sara Duterte, pada Selasa (11/8) dikenai dakwaan pidana atas dugaan ancaman pembunuhan terhadap presiden negara itu. Tuntutan itu merupakan bagian penting dari kasus yang diajukan terhadapnya dalam persidangan pemakzulan Senat yang sedang berlangsung.

“Dakwaan ancaman serius diajukan pada Selasa sore di ruang sidang Kota Quezon,” kata juru bicara Kementerian Kehakiman Filipina, Polo Martinez.

Tuntutan ini bermula dari pengaduan kriminal yang diajukan oleh Biro Investigasi Nasional pada Februari 2025, beberapa bulan setelah konferensi pers larut malam di mana Wapres Duterte mengklaim telah menyewa seorang pembunuh bayaran untuk membunuh Presiden Ferdinand Marcos Jr, istrinya, dan seorang sepupunya yang merupakan mantan anggota kongres, jika Duterte berhasil dibunuh terlebih dahulu.

Pada Selasa, pengacara Duterte berpendapat bahwa kasus tersebut tidak dapat dilanjutkan selama ia sedang menjalani proses pemakzulan. "Sebagai pejabat yang sedang menjabat dan dapat dimakzulkan, wakil presiden tidak dapat dituntut atas dugaan pelanggaran yang juga menjadi pokok perkara pemakzulan," kata pengacara pembela Paul Lawrence Lim dalam sebuah pernyataan.

Ketika ditanya apakah kementerian kehakiman yakin kasus ini dapat ditindaklanjuti secara bersamaan dengan persidangan pemakzulan, Martinez mengatakan kepada AFP bahwa itu bisa terjadi seraya menambahkan bahwa sekarang kasus tersebut berada di bawah yurisdiksi pengadilan.

"Itu terserah jaksa penuntut dalam persidangan yang sedang berlangsung untuk menyampaikannya," ucap dia, seraya menambahkan bahwa mereka telah memenuhi ambang batas yang tinggi sebelum melanjutkan kasus tersebut.

Berdasarkan hukum Filipina, hukuman atas tuduhan ancaman serius berkisar antara satu hingga enam bulan penjara.

Wapres Duterte dimakzulkan pada bulan Mei atas tuduhan yang juga mencakup penyelewengan dan korupsi. Hari Selasa menandai hari ke-14 persidangan pemakzulan Senat di mana karier politiknya dan rencana pencalonan Sara Duterte sebagai presiden pada tahun 2028 dipertaruhkan.

Jika dinyatakan bersalah, Wapres Duterte akan dicopot dari jabatannya dan dilarang secara permanen dari dunia politik terutama ikut serta dalam pemilihan umum. SB/AFP/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

12 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.