Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

BINUS University Perkuat Talenta AI dan Keamanan Siber Indonesia

📅 Selasa, 19 Mei 2026, 15:30 WIB | Oleh:
BINUS University Perkuat Talenta AI dan Keamanan Siber Indonesia Doc: Istimewa
Ket. BINUS University melalui School of Computer Science memperkuat pendekatan pembelajaran yang menempatkan mahasiswa langsung pada persoalan teknologi dunia nyata sejak awal perkuliahan.

JAKARTA - Indonesia menghadapi paradoks dalam perkembangan teknologi digital nasional. Di satu sisi, tingkat adopsi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) di Indonesia tercatat sebagai yang tertinggi di dunia dengan 92 persen pekerja berpengetahuan telah menggunakan AI generatif dalam pekerjaan sehari-hari, namun di sisi lain Indonesia diproyeksikan mengalami kekurangan tiga juta talenta digital pada 2030.

Pertumbuhan ekonomi digital nasional yang diperkirakan berkontribusi lebih dari 130 miliar dolar AS terhadap produk domestik bruto pada 2025 turut memperbesar kebutuhan sumber daya manusia di bidang teknologi. Kondisi tersebut dinilai menuntut kehadiran talenta digital yang tidak hanya mampu menggunakan teknologi, tetapi juga merancang, mengembangkan, dan mengelolanya secara mandiri.

Laporan Future of Jobs 2025 dari World Economic Forum menyebut literasi AI, big data, dan keamanan siber menjadi bidang dengan pertumbuhan kebutuhan tenaga kerja tercepat dalam lima tahun ke depan. Namun, sekitar 30 persen perusahaan di Indonesia masih mengaku kesulitan menemukan talenta digital berkualitas tinggi yang sesuai kebutuhan industri.

Merespons tantangan tersebut, BINUS University melalui School of Computer Science memperkuat pendekatan pembelajaran yang menempatkan mahasiswa langsung pada persoalan teknologi dunia nyata sejak awal perkuliahan. Program seperti AI-Driven Development dan keamanan siber dikembangkan bersama lebih dari 2.200 mitra industri aktif agar kurikulum tetap relevan dengan perkembangan kebutuhan pasar.

Dekan School of Computer Science BINUS University, Derwin Suhartono, mengatakan mahasiswa tidak hanya dibekali kemampuan teknis, tetapi juga dilatih menghadapi kompleksitas pengambilan keputusan di dunia industri digital.

"Kami tidak hanya berfokus pada kemampuan teknis. Kami ingin membentuk talenta yang mampu memimpin transformasi digital dan menciptakan inovasi," ujar Derwin.

Komitmen tersebut turut mendapat pengakuan internasional melalui QS World University Rankings by Subject 2026 bidang Computer Science and Information Systems. Dalam pemeringkatan tersebut, School of Computer Science BINUS University menempati posisi kedua terbaik di Indonesia secara keseluruhan.

Penilaian QS mencakup sejumlah indikator, mulai dari kualitas riset, keterlibatan global, hingga tingkat employability atau kepercayaan industri terhadap lulusan. Posisi tersebut dinilai mencerminkan pengakuan industri teknologi global terhadap kualitas lulusan BINUS dalam memenuhi kebutuhan pasar kerja digital.

Mahasiswa School of Computer Science BINUS juga mendapatkan pengalaman langsung melalui implementasi AI dalam kurikulum, dukungan layanan berbasis AI di lingkungan kampus, serta kolaborasi dengan perusahaan teknologi global seperti Apple dan Microsoft. Selain itu, mahasiswa aktif mengikuti hackathon, ICPC, dan berbagai innovation challenge internasional.

BINUS mencatat sebanyak 80,1 persen lulusan sarjananya telah bekerja saat kelulusan, sementara 36,2 persen lainnya terserap di perusahaan global. Alumni School of Computer Science BINUS kini berkarier sebagai software engineer, AI engineer, data scientist, cybersecurity specialist, hingga product manager di berbagai perusahaan nasional maupun multinasional.

"Industri tidak punya waktu untuk mendidik ulang lulusan baru. Yang kami pastikan adalah bahwa mahasiswa kami sudah pernah menghadapi kompleksitas itu selama kuliah, sebelum hari pertama mereka bekerja," kata Derwin.

BINUS menilai kebutuhan tiga juta talenta digital pada 2030 menjadi tantangan besar yang membutuhkan institusi pendidikan dengan kemampuan menghasilkan lulusan berkompetensi tinggi dan relevan dengan kebutuhan industri. Pengakuan internasional melalui QS 2026 disebut menjadi indikator bahwa arah pengembangan pendidikan teknologi yang dijalankan BINUS telah berada di jalur yang tepat.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Mendag Tegaskan HET Minyakita Tetap Rp15.700 Per Liter

27 menit yang lalu | Bambang Wijanarko

Nasional
Mendag Tegaskan HET Minyaki...
Ekonomi
Pertamina Tegaskan Harga BB...
Nasional
Kepala Bapanas: Penyerapan ...
  • Pemkot Bandung Bongkar 174 Bangunan Liar di Jalan Terusan Pasirkoja
    Preview komentar:
    Parkir liar gimana nihhh dijalan kebon jati,, itu ...
  • Jakarta Siapkan Diri Menuju Kota Berbasis AI
    Preview komentar:
    Cara buka Blokir Bank Jago lupa Password. Anda ...
    Cara buka Blokir Bank Jago lupa Password. Anda ...
  • Malasyia Mencak-mencak Kebakaran Jenggot Dimasukkan ke Dalam Kelas Dua Sepak Bola Asean
    Preview komentar:
    Jiran kita kejet-kejet tanpa bisa berbuat apa2
KPK akan Periksa Lagi Ahmad Dedi, Pejabat Bea Cukai yang Viral karena Lari dari Wartawan

KPK akan Periksa Lagi Ahmad Dedi, Pejabat Bea Cukai yang Viral karena Lari dari Wartawan

18 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.