Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Dorong Produktivitas Perkebunan Rakyat, Pemerintah Bangun Kebun Pembibitan Unggul di Lampung Selatan

📅 Rabu, 29 Jul 2026, 07:45 WIB | Oleh:
Dorong Produktivitas Perkebunan Rakyat, Pemerintah Bangun Kebun Pembibitan Unggul di Lampung Selatan Doc: antara foto
Ket. Kementerian Koordinator (Kemenko) Bidang Pangan mengoordinasikan kerja sama riset dan teknologi yang melibatkan Kementerian Pertanian, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), PT Perkebunan Nusantara (PTPN) I, Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan, serta Universitas Indonesia Mandiri.

JAKARTA - Pemerintah membangun kebun pembibitan tanaman perkebunan unggulan seluas sekitar lima hektare di Lampung Selatan guna memperkuat ketersediaan bibit bersertifikat dan meningkatkan produktivitas perkebunan rakyat.

Kementerian Koordinator (Kemenko) Bidang Pangan mengoordinasikan kerja sama riset dan teknologi yang melibatkan Kementerian Pertanian, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), PT Perkebunan Nusantara (PTPN) I, Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan, serta Universitas Indonesia Mandiri.

"Sinergi lintas kementerian, lembaga, BUMN, pemerintah daerah, dan akademisi ini adalah bukti nyata komitmen pemerintah dalam membangun ekosistem perbenihan nasional yang mandiri, tangguh, dan berbasis riset ilmiah," kata Deputi Bidang Koordinasi Usaha Pangan dan Pertanian Kemenko Pangan Widiastuti, dalam keterangan resmi yang diterima di Jakarta, Rabu (29/7).

Menurut dia, Kemenko Pangan berperan mengoordinasikan penyelesaian kendala regulasi dan teknis agar ketersediaan bibit unggul bagi petani dapat terjamin secara berkelanjutan.

Dalam kerja sama tersebut, PTPN I menyediakan lahan hak guna usaha (HGU) seluas sekitar lima hektare untuk pembangunan kebun pembibitan, kegiatan riset, pemuliaan tanaman, dan uji budi daya.

Widiastuti menjelaskan pembangunan kebun pembibitan pada tahap awal difokuskan pada tiga komoditas perkebunan prioritas, yakni kelapa, kakao, dan kopi, yang memiliki permintaan tinggi serta nilai ekonomi strategis.

Riset dan pengembangan teknologi pemuliaan tanaman diarahkan untuk menghasilkan bibit yang memenuhi standar kelayakan nasional, adaptif terhadap perubahan iklim, serta mampu meningkatkan daya saing komoditas perkebunan Indonesia.

"Kebun pembibitan ini dirancang agar hasilnya terintegrasi langsung dengan peningkatan produktivitas
perkebunan rakyat," ujar Widiastuti.

Ia menjelaskan bibit unggul yang telah melewati masa pemeliharaan dan sertifikasi mutu dapat menjadi sumber bahan tanam berkelanjutan bagi petani dan masyarakat di Lampung Selatan.

Pemerintah, lanjut dia, juga membuka peluang memperluas kegiatan pembibitan kepada komoditas perkebunan lain pada tahap berikutnya.

Pembangunan kebun itu menjadi bagian dari program pemerintah memperkuat sektor perkebunan nasional melalui penyediaan bahan tanam berkualitas.

Pemerintah pada 9 Juni 2026 menyiapkan sekitar 280 juta batang bibit kakao dan kelapa untuk mendukung pengembangan perkebunan serta meningkatkan kesejahteraan petani.

Secara lebih luas, pemerintah tengah mengembangkan sekitar 870 ribu hektare komoditas perkebunan strategis di berbagai daerah. Anggaran sekitar Rp9,95 triliun dialokasikan untuk mendukung penyediaan bibit unggul dan pengembangan perkebunan rakyat.

Program penyediaan benih juga mencakup kopi, kakao, kelapa, pala, jambu mete, dan lada dengan jumlah sekitar 200 juta batang, serta 5,8 miliar mata tunas tebu.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.