Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Bantu Usaha Kecil Akses Kredit, CBI Luncurkan Platform Digital Andalan UMKM

📅 Senin, 18 Mei 2026, 17:43 WIB | Oleh:
  Bantu Usaha Kecil Akses Kredit, CBI Luncurkan Platform Digital Andalan UMKM Doc: CBI
Ket. Acara peluncuran Andalan UMKM yang digelar di GoWork Plaza Indonesia, Jakarta pada hari Senin (18/5). PT Credit Bureau Indonesia meluncurkan platform digital ini untuk membantu pelaku usaha memahami profil kredit dan meningkatkan peluang akses pembiayaan formal.

JAKARTA — PT Credit Bureau Indonesia (CBI) resmi meluncurkan platform digital Andalan UMKM untuk membantu pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah memahami profil kredit usaha sekaligus meningkatkan kesiapan dalam mengakses pembiayaan formal. Peluncuran platform tersebut digelar di GoWork Plaza Indonesia, Jakarta, Senin (18/5/2026).

Inisiatif yang didukung Kementerian UMKM dan diawasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) itu hadir di tengah masih rendahnya akses pembiayaan bagi pelaku UMKM di Indonesia. Berdasarkan data OJK, sekitar 69,5 persen UMKM nasional masih belum mampu memperoleh kredit perbankan.

Saat ini Indonesia memiliki sekitar 57 juta pelaku UMKM yang menjadi tulang punggung perekonomian nasional. Namun, banyak pelaku usaha masih menghadapi berbagai kendala dalam memperoleh pembiayaan formal, mulai dari keterbatasan dokumentasi usaha, minimnya histori kredit, hingga kurangnya pemahaman mengenai proses penilaian lembaga keuangan.

Direktur Utama CBI Anton Adiwibowo mengatakan banyak pelaku UMKM mengajukan pinjaman tanpa memahami faktor-faktor yang menjadi dasar penilaian lembaga keuangan terhadap usaha mereka.

“Selama lima tahun terakhir, CBI telah membangun infrastruktur data yang menghubungkan UMKM dengan pembiayaan formal. Namun, data saja tidak cukup, pemilik usaha juga perlu memahami data tersebut. Masalahnya hampir selalu soal persiapan, bukan potensi. Melalui Andalan UMKM, kami ingin membantu pemilik usaha memahami bagaimana lembaga keuangan melihat profil usaha mereka dengan cara yang lebih sederhana dan mudah dipahami,” ujar Anton pada kesempatan tersebut.

Melalui platform Andalan UMKM, pelaku usaha dapat mengetahui bagaimana lembaga keuangan menilai profil bisnis mereka dengan pendekatan yang lebih sederhana. Platform ini menghadirkan empat fitur utama untuk mendukung kesiapan pembiayaan UMKM.

Fitur pertama adalah checklist kesiapan dokumen yang membantu pelaku usaha memeriksa serta menyiapkan dokumen yang dibutuhkan lembaga keuangan, seperti NIB, NPWP, akta pendirian usaha, rekening koran, hingga laporan laba rugi.

Selain itu, tersedia fitur asesmen profil mandiri yang memungkinkan pelaku UMKM melihat profil usaha mereka secara langsung, mulai dari identitas usaha, status entitas, kesiapan dokumen, hingga peringkat usaha indikatif tanpa harus datang ke lembaga keuangan terlebih dahulu.

CBI juga menghadirkan fitur rencana perbaikan yang berfungsi mengidentifikasi kekurangan data maupun faktor lain yang berpotensi menurunkan penilaian usaha. Melalui fitur tersebut, pelaku UMKM akan mendapatkan panduan terstruktur untuk memperbaiki profil usaha sebelum mengajukan pinjaman.

Sementara itu, fitur kepercayaan lembaga keuangan memungkinkan proses verifikasi awal seperti Know Your Customer (KYC), Know Your Business (KYB), serta pemeriksaan dokumen dilakukan lebih awal. Langkah tersebut diharapkan dapat meningkatkan peluang persetujuan pinjaman secara signifikan.

Asisten Pengembangan Kapasitas Usaha Kecil Kementerian UMKM, Rhenaldy Purnomo, menilai kehadiran Andalan UMKM menjadi langkah strategis untuk membantu pelaku usaha meningkatkan kredibilitas dan kesiapan finansial mereka.

“UMKM Indonesia menghadapi tantangan besar dalam akses pembiayaan. Berdasarkan data OJK, sebanyak 69,5 persen UMKM belum mampu mengakses kredit perbankan, antara lain karena keterbatasan agunan, histori kredit, serta dokumentasi usaha yang belum memadai. Oleh karena itu, penguatan profil usaha, pencatatan keuangan, dan kredibilitas menjadi kunci. Kehadiran Andalan UMKM menjadi langkah strategis untuk membantu pemilik usaha membangun kesiapan finansial dan meningkatkan kepercayaan lembaga keuangan,” kata Rhenaldy.

Peluncuran Andalan UMKM juga menjadi bagian dari kolaborasi berkelanjutan antara CBI dan Kementerian UMKM sejak penandatanganan kemitraan pada Juni 2025 guna memperkuat akses pembiayaan dan kredibilitas bisnis UMKM di Indonesia.

Ia menuturkan, dalam 12 bulan mendatang, CBI menargetkan ratusan ribu pelaku UMKM memanfaatkan platform tersebut untuk meningkatkan kesiapan usaha sebelum mengakses pembiayaan formal.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Digitalisasi Masif! Kota Cirebon Kuasai Transaksi QRIS di Kawasan Ciayumajakuning

Digitalisasi Masif! Kota Cirebon Kuasai Transaksi QRIS di Kawasan Ciayumajakuning

11 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.