Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kemarau Melanda, BPBD Babel Siap Salurkan Air Bersih bagi Masyarakat

📅 Selasa, 07 Jul 2026, 12:18 WIB | Oleh:
Kemarau Melanda, BPBD Babel Siap Salurkan Air Bersih bagi Masyarakat Doc: Antara Foto
Ket. Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Provinsi Kepulauan Babel, Sandy Aji.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mensiagakan dua unit mobil tangki, guna mengatasi kekeringan dan krisis air bersih selama musim kemarau ekstrim di daerah itu.

"Selama musim kemarau ini, kita siap menyalurkan kebutuhan air bersih masyarakat," kata Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Provinsi Kepulauan Babel, Sandy Aji di Pangkalpinang, Selasa.

Ia menyatakan hasil analisis BMKG Provinsi Kepulauan Bangka Belitung memperkirakan musim kemarau tahun ini lebih panjang dan kering sebagai dampak fenomena el nino godzilla, sehingga potensi kekeringan dan kebakaran hutan di daerah kepulauan ini tinggi.

"Dua unit mobil tengki yang disiagakan ini masing-masing berkapasitas lima ton dan siap menyuplai kebutuhan air bersih masyarakat yang mengalami krisis air bersih," katanya.

Ia menyatakan dalam menangani krisis air bersih selama musim kemarau ini, BPBD Provinsi Kepulauan Babel akan langsung menyuplai air bersih ke daerah-daerah yang mengalami kekeringan.

"Hingga saat ini, kita belum menerima laporan dan permintaan air bersih dari masyarakat, karena ketersediaan sumber air bersih di masyarakat masih mencukupi untuk memenuhi kebutuhan sehari-harinya," ujar Sandy.

Kepala BMKG Kepulauan Babel Eko Sulistyo Nugroho mengatakan berdasarkan pemetaan secara spasial prediksi curah hujan bulanan periode Juni hingga November 2026, beberapa wilayah diprakirakan memiliki potensi kondisi kering yang lebih signifikan dibandingkan daerah lainnya terutama pada puncak musim kemarau pada September 2026.

Beberapa wilayah yang berpotensi kering yang lebih signifikan pada puncak musim kemarau pada September 2026 yaitu Kabupaten Bangka Barat tersebar di Kecamatan Muntok, Simpang Teritip, dan Tempilang.

Kabupaten Bangka secara umum kondisi kering relatif merata pada puncak kemarau terutama di Kecamatan Mendo Barat dan Merawang karena berpotensi menerima curah hujan lebih rendah dibandingkan daerah lainnya.

Sementara potensi kekeringan di Kota Pangkalpinang diperkirakan relatif merata di seluruh kecamatan di kota ini. Kabupaten Bangka Tengah diperkirakan sebagian besar wilayah mengalami kondisi kering yang serupa, dengan curah hujan sedikit lebih tinggi terjadi di sebagian Kecamatan Koba dan Lubuk Besar.

Di Kabupaten Bangka Selatan kondisi tersebut terjadi di Kecamatan Toboali, Tukak Sadai, Lepar Pongok, serta sebagian Kecamatan Air Gegas dan Pulau Besar.

Sementara itu, potensi kekeringan di Kabupaten Belitung diperkirakan terjadi di wilayah bagian barat dan Belitung Timur diperkirakan di wilayah bagian timur kabupaten itu.

"Wilayah prioritas kekeringan terkonsentrasi di Bangka Barat bagian barat, Bangka Selatan, Belitung bagian barat, dan Belitung Timur bagian timur karena diperkirakan menerima curah hujan lebih rendah dibandingkan wilayah sekitarnya selama puncak musim kemarau tahun ini," kata Sulistyo.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Microchip Perbarui Ethernet Sensor Bridge untuk Perkuat Konektivitas Edge AI
    Preview komentar:
    Penyusutan dimensi perangkat hingga 60 persen yang dipadukan ...
  • Kartu Transportasi Bersubsidi Bocor, DPRD DKI Minta Data Diperketat
    Preview komentar:
    Membaca sorotan DPRD DKI mengenai kebocoran kartu transportasi ...
  • XLSMART Berhasil Raih Kinerja Solid Semester I 2026.
    Preview komentar:
    Keberhasilan XLSMART dalam memperluas cakupan 5G hingga 52 ...
Advertisement
injourney
Advertisement
asd
Advertisement
astra
Advertisement
bankjakarta-detail-mobile

Pemkot Bandung Produksi Bibit Tanaman Secara Mandiri

23 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Daerah
Pemkot Bandung Produksi Bib...
Advertisement
astra
Advertisement
bankjakarta-detail-mobile
Mengenal Arti Rebo Wekasan, Tradisi Tolak Bala Hari Rabu Terakhir Bulan Safar

Mengenal Arti Rebo Wekasan, Tradisi Tolak Bala Hari Rabu Terakhir Bulan Safar

12 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.