Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Manulife Indonesia dan Danamon Hadirkan Proteksi Prima Fleksi Ekstra untuk Generasi Produktif

📅 Jumat, 14 Agu 2026, 21:30 WIB | Oleh:
Manulife Indonesia dan Danamon Hadirkan Proteksi Prima Fleksi Ekstra untuk Generasi Produktif Doc: Danamon
Ket. Ilustrasi keluarga produktif. PT Asuransi Jiwa Manulife Indonesia bersama PT Bank Danamon Indonesia Tbk meluncurkan Proteksi Prima Fleksi Ekstra (PPFE), solusi perlindungan jiwa dengan fleksibilitas manfaat untuk mendukung kesiapan finansial generasi produktif.

JAKARTA — PT Asuransi Jiwa Manulife Indonesia bersama PT Bank Danamon Indonesia Tbk memperkenalkan Proteksi Prima Fleksi Ekstra (PPFE), produk yang menggabungkan perlindungan jiwa dengan perencanaan keuangan jangka menengah.

Produk tersebut dirancang untuk membantu masyarakat mempersiapkan tujuan finansial dengan manfaat yang dijamin sesuai ketentuan polis, sekaligus memberikan opsi mengakses manfaat lebih awal apabila kebutuhan keuangan berubah.

Chief Bancassurance Officer PT Asuransi Jiwa Manulife Indonesia, Kah Jing Lee, mengatakan kebutuhan finansial masyarakat semakin dinamis, terutama bagi kelompok usia produktif yang memiliki tanggung jawab terhadap keluarga.

“Banyak orang berada pada tahap kehidupan di mana mereka memikul tanggung jawab yang besar, baik untuk keluarga maupun orang tua mereka. Mereka perlu menyeimbangkan kebutuhan keluarga saat ini dengan perencanaan keuangan jangka panjang,” ujar Kah Jing Lee melalui keterangannya pada hari Jumat (14/8/2026).

Menurut dia, PPFE dirancang untuk membantu nasabah membangun kesiapan finansial melalui manfaat yang dijamin sesuai syarat dan ketentuan polis, sekaligus memberikan fleksibilitas dalam menghadapi perubahan kebutuhan.

Tekanan Finansial Generasi Produktif

Peluncuran PPFE dilakukan di tengah tantangan finansial yang dihadapi masyarakat Indonesia. Berdasarkan Manulife Asia Care Survey 2026, sebanyak 65 persen responden Indonesia memaknai kebebasan finansial sebagai kondisi ketika mereka tidak menjadi beban bagi orang lain.

Namun, sebanyak 68 persen responden masih memberikan dukungan finansial kepada anggota keluarga. Rata-rata, mereka mengalokasikan 38 persen pendapatan bulanan untuk kebutuhan keluarga.

Tanggung jawab tersebut turut memengaruhi perencanaan finansial jangka panjang. Sebanyak 69 persen responden menyatakan kewajiban finansial terhadap keluarga berdampak terhadap kemampuan mereka mencapai kemandirian finansial dalam jangka panjang.

Tekanan tersebut terutama dirasakan kelompok usia produktif, termasuk masyarakat berusia 25–34 tahun, yang perlu menyeimbangkan kebutuhan keluarga saat ini dengan berbagai tujuan keuangan di masa mendatang.

Mengusung Konsep “Ekstra SIAP”

PPFE diperkenalkan dengan konsep “Ekstra SIAP”, yang mencakup Solusi Komprehensif, Perlindungan Inklusif, pengajuan tanpa pemeriksaan kesehatan, Akses Lebih Awal ke Manfaat Polis, serta Pilihan Mata Uang dalam rupiah maupun dolar AS.

Produk tersebut tersedia bagi calon tertanggung berusia 18 hingga 80 tahun. Nasabah dapat memilih masa pembayaran premi lima tahun untuk masa perlindungan 15 tahun, atau enam tahun untuk masa perlindungan 18 tahun. Premi tahunan minimum ditetapkan sebesar Rp24 juta atau US$2.400.

Salah satu fitur yang ditawarkan adalah Pengakhiran Polis Lebih Awal (Early Policy Termination Benefit). Manfaat tersebut tersedia pada tahun polis tertentu dan memungkinkan nasabah mengakses manfaat lebih awal sesuai syarat dan ketentuan polis apabila kebutuhan finansial mengalami perubahan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Daftar Produk Usang Apple, Ada iPhone X dan MacBook Pro 15, Siap-siap Sulit Layanan Perbaikan!
    Preview komentar:
    Kami pakai produk Apple bukan utk diperbaiki, rusak ...
  • Sejahterakan Petani lewat Percepatan Hilirisasi Pangan
    Preview komentar:
    Langkah strategis pemerintah dalam mendorong percepatan hilirisasi pangan ...
  • BNI Perkuat Tata Kelola SDM lewat LSP dan Sertifikasi ISO
    Preview komentar:
    Langkah strategis BNI dalam mengintegrasikan lisensi resmi dari ...
Presiden: Defisit RAPBN 2027 Ditargetkan 2,40 Persen, Turun Dari 2026

Presiden: Defisit RAPBN 2027 Ditargetkan 2,40 Persen, Turun Dari 2026

14 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.