Amerika Serikat dan Vietnam Bersatu, Dominasi Tiongkok di Industri Chip Terancam Runtuh
📅 Sabtu, 16 Mei 2026, 18:05 WIB | Oleh: Alfina FebriyanaVietnam membangun industrinya secara bertahap namun konsisten. Selama lebih dari satu dekade, negara itu fokus memperkuat sektor ATP (Assembly, Testing, and Packaging), yakni tahap akhir produksi chip sebelum dipasarkan secara global.
Strategi ini berhasil menarik investasi raksasa teknologi dunia seperti Intel dan Samsung. Kehadiran perusahaan besar tersebut bukan hanya membawa modal, tetapi juga transfer teknologi dan pengembangan talenta lokal.
Selain itu, Vietnam mulai memperkuat jaringan pemasok domestik agar mampu menjadi bagian penting dalam rantai pasok global. Banyak perusahaan lokal kini dilibatkan dalam produksi teknologi kelas dunia.
Pemerintah Vietnam juga meluncurkan Strategi Nasional Semikonduktor 2024 dan Undang-Undang Industri Teknologi Digital 2025.
Sebaiknya Anda baca juga:
Kebijakan tersebut dirancang untuk menciptakan ekosistem chip yang lengkap, mulai dari pengembangan sumber daya manusia berbasis STEM, pembangunan infrastruktur teknologi tinggi, hingga modernisasi industri nasional.
Keunggulan Vietnam lainnya adalah biaya tenaga kerja yang kompetitif, pertumbuhan talenta teknologi yang cepat, serta cadangan unsur tanah jarang atau Rare Earth Elements (REE) yang sangat vital bagi industri elektronik modern.
Bahkan pada akhir 2025, Vietnam mengambil langkah mengejutkan dengan menghentikan ekspor unsur tanah jarang demi memperkuat posisi strategisnya dalam rantai pasok teknologi global. Kebijakan ini dinilai sebagai sinyal kuat Hanoi siap bermain lebih agresif dalam geopolitik ekonomi dunia.
Sebaiknya Anda baca juga:
Tiongkok Mulai Punya Penantang Serius?
Amerika Serikat tampaknya semakin melihat Vietnam sebagai sekutu utama dalam membangun rantai pasok semikonduktor yang lebih aman dan tidak bergantung penuh pada Tiongkok.
Vietnam juga aktif bergabung dalam berbagai inisiatif global seperti International Technology Security and Innovation Fund (ITSI) dan Kerangka Ekonomi Indo-Pasifik yang dipelopori Washington.
Yang membuat Vietnam berbeda dari banyak negara berkembang lainnya adalah kemampuan mereka menyatukan visi pemerintah, industri, pendidikan, dan investasi asing dalam satu arah pembangunan jangka panjang.
Jika strategi ambisius ini berjalan sesuai rencana, Vietnam berpotensi berubah menjadi pusat semikonduktor baru Asia dalam satu dekade mendatang. Situasi itu tentu menjadi alarm serius bagi Tiongkok yang selama ini mendominasi industri teknologi global.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!