Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Tambahan 9 Trash Barrier, Strategi Baru Yogya Jaga Kebersihan Sungai

📅 Rabu, 06 Mei 2026, 17:15 WIB | Oleh:
Tambahan 9 Trash Barrier, Strategi Baru Yogya Jaga Kebersihan Sungai Doc: Dok. Pemkot Yogyakarta

YOGYAKARTA - Upaya menjaga kebersihan sungai di Kota Yogyakarta terus diperkuat. Pemerintah Kota Yogyakarta merencanakan penambahan sembilan unit trash barrier pada tahun 2026 untuk mengoptimalkan pengendalian sampah di aliran sungai. Dengan tambahan tersebut, total perangkat penahan sampah yang tersebar di wilayah kota akan mencapai 27 unit, melengkapi 18 unit yang sudah beroperasi saat ini.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Yogyakarta, Rajwan Taufiq, menyampaikan bahwa langkah ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah kota dalam menjaga kebersihan sungai sekaligus memperkuat pengelolaan sumber daya air secara berkelanjutan.

“Rencana tahun 2026 akan ada penambahan sembilan trash barrier di titik-titik strategis pada empat sungai yang melintasi Kota Yogya, yaitu Sungai Code, Winongo, Gajah Wong, dan Manunggal,” ujarnya.

Penambahan unit tersebut akan didistribusikan di empat sungai utama, dengan rincian dua unit di Sungai Code, dua unit di Sungai Gajah Wong, dua unit di Sungai Manunggal, serta tiga unit di Sungai Winongo. Pemasangan akan mencakup kawasan perbatasan dengan Kabupaten Sleman, wilayah tengah kota, hingga area perbatasan dengan Kabupaten Bantul.

Rajwan menjelaskan, trash barrier memiliki peran penting dalam menahan aliran sampah dari wilayah hulu agar tidak masuk ke Kota Yogyakarta. Selain itu, perangkat ini juga berfungsi mencegah sampah dari dalam kota terbawa arus ke wilayah hilir.

“Harapannya sampah dari Sleman tidak masuk ke Kota Yogya, masyarakat Kota Yogya juga tidak membuang sampah ke sungai, dan tidak ada sampah dari Kota Yogya yang mengalir ke Bantul,” jelasnya.

Untuk mendukung operasional di lapangan, DLH Kota Yogyakarta menugaskan sekitar 60 petugas kebersihan sungai atau ulu-ulu yang bekerja setiap hari di empat sungai tersebut. Pemantauan terhadap trash barrier dilakukan pada hari kerja, sementara kegiatan pembersihan sampah dilaksanakan sedikitnya dua kali dalam sepekan.

Menurut Rajwan, penggunaan trash barrier menjadi salah satu inovasi dalam sistem pembersihan sungai agar proses penanganan sampah bisa berlangsung lebih cepat dan efisien. Sampah yang tertangkap selanjutnya melalui tahapan pemilahan, penimbangan, pencatatan, pengeringan, hingga akhirnya diangkut ke fasilitas pengolahan untuk ditangani lebih lanjut.

Langkah ini merupakan bagian dari kebijakan pengelolaan sumber daya air yang terus diperkuat oleh Pemkot Yogyakarta melalui berbagai regulasi dan program. Di antaranya penerapan Peraturan Daerah Nomor 6 Tahun 2024 tentang Penyelenggaraan Sistem Pengelolaan Air Limbah Domestik serta Peraturan Daerah Nomor 9 Tahun 2023 tentang Penyelenggaraan Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup.

Selain regulasi, penguatan juga dilakukan melalui peningkatan infrastruktur seperti instalasi pengolahan air limbah (IPAL) terpadu, IPAL komunal, dan tangki septik komunal. Penataan kawasan bantaran sungai turut digencarkan melalui Gerakan M3K (Mundur, Munggah, Madep Kali).

Rajwan menambahkan, pihaknya juga rutin melakukan pemantauan kualitas air di berbagai sumber, mulai dari sungai, saluran irigasi, embung, air tanah, hingga mata air. Inventarisasi sumber pencemar turut dilakukan melalui pemantauan saluran drainase dan outlet IPAL komunal yang bermuara ke sungai.

Partisipasi masyarakat juga terus didorong melalui Gerakan Bersih Sungai (GBS). Warga diharapkan ikut berperan aktif dalam mengawasi kondisi sampah, termasuk pada titik-titik trash barrier di lingkungan masing-masing.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

PT Pertamina Patra Niaga Dorong Ekonomi Sirkular

51 menit yang lalu | Bambang Wijanarko

Nasional
PT Pertamina Patra Niaga Do...
Nasional
Pascagempa di Laut Sulawesi...
Ekonomi
IHSG Pagi Ini Melemah, Dipi...
Megapolitan
PWI Jaya Gelar OKK Peningka...
Luar Negeri
BMKG: Gempa M 7,7 di Mindan...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
BMKG: 8 Wilayah di Sulawesi Utara Masih Siaga Tsunami Usai Gempa M7,7

BMKG: 8 Wilayah di Sulawesi Utara Masih Siaga Tsunami Usai Gempa M7,7

08 Jun 2026
Pilihan Pembaca
# 7
# 7
Ratifikasi IEU-CEPA Dorong Daya Saing
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.