Percepat Hunian Ribuan Pengungsi NTT
📅 Selasa, 18 Agu 2026, 06:10 WIB | Oleh: Tim RedaksiPemulihan Bencana
JAKARTA – Wakil Ketua DPR RI Saan Mustopa mendorong pemerintah mempercepat pemulihan permukiman bagi sekitar 4.000 warga terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT) yang masih berada di posko pengungsian. Dia menilai pemerintah perlu menetapkan target pemulihan yang jelas agar warga tidak berlarut-larut di pengungsian dan dapat segera kembali ke rumah atau menempati hunian tetap (huntap).
“Jangan sampai 4.000 pengungsi ini berlarut-larut di posko. Harus ada target pemulihan yang jelas,” ujar Saan Mustopa dalam rapat koordinasi penanganan bencana bersama Satuan Tugas Penanggulangan Pascabencana (Galapana) DPR RI di Manggarai Barat, NTT, Minggu (16/8).
Menurut Saan Mustopa, langkah awal yang perlu dilakukan adalah memetakan kondisi rumah warga berdasarkan tingkat kerusakan, mulai dari ringan, sedang, hingga berat. Data tersebut menjadi dasar untuk menentukan penanganan dan mempercepat pengurangan jumlah pengungsi.
“Nah makanya tadi mana yang rusak ringan, sedang, berat, sehingga pelan-pelan dari 4.000 pengungsi ini kan pelan-pelan bisa berkurang,” katanya.
Saan Mustopa menegaskan, selama proses pemulihan dan pembangunan huntap berlangsung, kebutuhan dasar warga di pengungsian tetap harus dipenuhi.
Rapat koordinasi tersebut dihadiri Wakil Ketua DPR RI Cucun Ahmad Syamsurijal dan Sari Yuliati, Wakil Ketua Komisi XII DPR RI Bambang Haryadi, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Pratikno, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Wakil Menteri Sosial Agus Jabo, serta Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto. DPR RI, kata Saan Mustopa, akan terus mengawal penanganan bencana hingga tahap pemulihan agar masyarakat terdampak dapat segera kembali menjalani kehidupan secara normal.
Pasokan Pangan
Adapun Perum Bulog mengerahkan langkah cepat untuk memastikan ketersediaan pangan di wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT) yang terdampak gempa bumi. Direktur Utama BULOG Letjen TNI (Purn) Ahmad Rizal Ramdhani menginstruksikan seluruh cabang BULOG di NTT untuk menyiapkan stok beras sebanyak 20 ton di masing-masing kabupaten di wilayah Flores yang terdampak.
“Kami pastikan negara hadir melalui ketersediaan pangan. Setiap kabupaten di Flores yang terdampak gempa akan disiapkan stok 20 ton beras agar kebutuhan masyarakat dapat segera dipenuhi,” ujar Dirut BULOG di Jakarta, Minggu (17/8).
Saat ini, total stok beras di NTT tercatat sebesar 35.000 – 37.000 ton. Jumlah tersebut dinilai cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat terdampak bencana dalam waktu dekat.
Bulog juga siaga menyalurkan tambahan beras hingga 20.000 ton dalam satu minggu ke depan apabila dibutuhkan.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!